
Dengan mengandalkan Gps itu kami berhasil melacak keberadaan Elsa...setelah kami merencanakan semuanya, Dinda tidak mau istirahat jadi kami semua kembali ke ruang tengah duduk sambil ngobrol bersama keluarga, Dinda keluarkan semua oleh-oleh dan membagikan kesemua keluarga. Tidak ketinggalan semua pengawal dan pelayan juga dapat bagian masing-masing aku tahu kenapa Dinda melakukan hal itu, seharusnya bisa tunggu setelah Elsa di temukan baru bagi oleh-oleh tapi Dinda tidak mau seperti itu karena dengan membagi oleh-oleh yang dia bawah bisa mengalihkan perhatian keluarga besar dan sementara waktu mereka melupakan kesedihan saat ini.
Aku rasa bagus juga ide istriku,...Dinda menyuruh salah satu pengawal untuk memanggil pengawal yang lain begitu juga semua pelayan dirumah ini.
"Ayah...ibu dan semuanya Dinda ada bawah oleh-oleh untuk keluarga semua, termasuk ayah dan ibu, walaupun hadia dari Dinda tidak seberapa harganya ayah, ibu. Dinda tahu ayah dan ibu bisa belih harganya lebih mahal dari ini tapi Dinda beli ini dengan tulus." Ucapan Dinda membuat semua keluarga terharu termasuk ayah dan ibu.
"Ibu dan ayah tidak butuh apa-apa dari kamu nak, yang kami butuh kamu sudah pulang dengan sehat dan selamat itu sudah lebih dari cukup"
"Pengawal tolong panggilkan semua pengawal dan pelayan ya, dan berbaris disini ambil oleh-oleh masing-masing karena tidak pakek perwakilan kecuali pengawal yang menjaga diluar boleh di wakilkan.
Semua pengawal dan pelayan berbaris sesuai dengan perintah Dinda, akhirnya Dinda membagikan oleh-oleh untuk perempuan diberikan tas dan kalau laki-laki sepatu membuat semua pelayan dan pengawal kegirangan, kerena sebelum Dinda berangkat Dinda meminta asisten Arfan untuk menanyakan ukurang kaki sepatu para pengawal kalau tas tidak perlu.
"Makasih banyak nona muda dan Tuan muda sudah memerikan hadia semahal dan sebagus ini yang saya punya." Ujar salah satu pengawal. Dan yang lain juga ikut ucapkan terimah kasih atas Oleh-oleh yang diberikan oleh Dinda. Sangat kelihatan kebahagiaan terpancar di wajah mereka semua.
"Sama-sama kalian kerja dengan baik biar dapat oleh-oleh lagi." Setelah mereka semua menerima oleh-oleh ..Mereka kembali ke pekerjaan masing-masing dengan senang hati.
__ADS_1
Aku sebenarnya mau mengumumkan kehamilan istriku tapi Dinda melarang katanya jangan dulu setelah Elsa di temukan baru kehamilannya di umumkan, entah apa maksud istriku tapi aku ikut saja setelah Dinda membagikan semua oleh-oleh yang Dinda bawah beberapa oleh-oleh di simpan oleh Dinda untuk yang lain seperti ayah mertua, Elsa dan kakak Dea sama mas Tahir.
Setelah selesai Dinda mengajak aku ke kamar untuk istirahat karena sekarang masih jam dua belas jadi masih banyak waktu untuk istirahat karena sore kami harus bersiap untuk mengepung markas dan juga kami ingin membebaskan Elsan....
"Mas, istirahat ya Dinda sudah sangat ngantuk nih." ajak Dinda
"Baiklah sayang kita istirahat karena memang sudah siang jadi semua keluarga juga pengen istirahat, semua sudah pada masuk kekamar masing-masing." aku menuntun Dinda kedalam kamar dan sampai di dalam kamar Dinda langsung merebahkan tubuhnya di atas lanjang mungkin karena sudah kecapean dari tadi duduk di bawah.
"Sayang kamu istirahatlah jangan banyak gerak ingat jaga kandungan kamu sayang...mas tidak mau kamu kenapa-kenapa" aku mengingatkan Dinda agar tidak banyak bergerak.
"Mas anak kita sangat kuat dan dia tahu kalau saat ini auntynya lagi dalam bahaya jadi harus tolong auntinya tenang saja mas...anak kita adalah titip Allah jadi pasti Allah memberikan kekuatan untuk Dinda dan kandungan Dinda jangan kuatir."
Karena mungkin Dinda merasa matanya sudah berat akhirnya istriku tertidur, aku juga entah kenapa ngantuk banget rasanya jadi aku ikut tidur di samping istriku akhirnya kami berdua tidur pules. Saat aku sadar ternyata sudah setegah lima aku terkejut dan langsung bangun dari tidurku, ternyata Dinda masih tidur baiklah Dinda masih tidur jadi kesempatan untuk kami pergi.
Aku langsung bersiap ambil senjata yang aku simpan didalam laci terus jaket,...tidak lupa topi dan masker aku langsung keluar dari kamar tidur dan dengan pelan aku kembali menutup pintu ternyata saat aku turun semua sudah menunggu di ruang tengah dengan apa yang sudah di minta oleh pelaku itu.
__ADS_1
Baru aku turun semua mata tertujuh padaku dan mereka berikan isyarat kalau Dinda masih tidur, aku hanya senyum tipis kenapa ayah tanya begitu karena kami semua tahu keberanian istriku bisa nekat apalagi ini menyangkut nyawa keluarganya.
"Bagaimana nak, Dinda tidurkan? dia tidak tahu kamu pergi jangan sampai dia tahu tempat tujuan kita, ayah tidak membahas dimana letak tempat Elsa jadi pasti dia tidak tahu."
"Iya ayah, Dinda sudah tidur kalau begitu kita langsung pergi saja takutnya jika kita lama-lama disini Dinda keburu bangun dan memaksa ikut lagi, Dava yakin ayah pasti tidak akan menolak permintaanyan" akhirnya kami pergi baguslah istriku tidak tahu.
Kami sudah bagi mobil jadi satu kelompok itu tujuh oleh kalau aku, ayah, Rafa, pak Erik, Gama dan paman di tambah satu orang pengawal sedangkan asisten Arfan dengan kelompok yang akan menjadi umpan. Ya Tuhan srmoga rencana kami tidak sia-sia semoga setelah bajingan itu menerima apa yang dia inginkan langsung melepaskan Elsa.
Kalau sampai Elsa ternodai aku akan balaskan semua ke putrynya Lexza karena aku sudah tahu kalau ternyata Lexza adalah putry kandung Admaja, pantas saja mirip sekali sifat dan wajahnya...bagaimana tidak jahat namanya juga anak penjahat...jadi darah itu mengalir sampai kapanpun mereka tetap menjadi jahat dan orang serakah.
"Ayah kalau manusia licik itu tidak melepaskan Elsa bagaimana?..Dava takut mereka menodai Elsa ayah..."
"Doakan saja nak jangan berpikir begitu percaya Elsa baik-baik saja." ujar ayah
Akhirnya kami sampai di tempat penyekapan Elsan, kurang ajar ternyata mereka menyekap Elsa di hutan tapi memang tidak jauh dari markas mereka.
__ADS_1
"Tuan muda, Tuan besar ini gudang di tengah hutan kalau di Gps menunjukan Nona Elsa ada didalam sekarang kita bagi, satu kelompok harus masuk kedalam hutan untuk menjaga bagian belakang gedung, satu kelompok lagi menjaga sebelah utara karena itu akan menuju ke hutan dan kejurang kalau mereka kabur tidak akan lewat sini karena tempat kita berdiri saat mereka keluar pasti langsung dapat jalan umum jadi tidak mungkin mereka kesini..
Biar hanya dua orang menjaga disini..dan kita berlima yang akan masuk kedalam setelah pengawal itu masuk."