
Ayah mertu kembali menceritakan masa lalu bu Anjani, hingga akhirnya ayah membencinya.
"Ayah sudah tidak memikirkan semuanya itu, karena mungkin dulu ayah sangat bodoh jadi tidak berpikir untuk cari tahu terlebih dahulu sebelum menikah dengan Anjani jadi ayah sudah menerima semua masa lalunya. Hanya saja yang membuat ayah membencinya dua hari sebelum kalian menikah kamu dan Dinda kenikah, waktu itu ayah pulang kerumah tanpa memberitahu Anjani"
"Padahal biasanya kalau ayah mau pulang pasti ayah kabarin kalau sebentar lagi ayah pulang, entah kenapa waktu itu ayah pengen cepat pulang kerumah biar pekerjaan ayah selesaikan di ruang kerja ayah saja. Namun pas ayah datang rumah agak sepih karena yang lain masih di kantor masing-masing".
"Saat ayah masuk kedalam kamar ternyata Anjani ada di kamar mandi dan hpnya terletak di atas meja riasnya, ayah tidak sengaja membaca pesan masuk dari seseorang yang bernama Ogen...isi pesannya membuat ayah terkejut dan juga syok, karena pas ayah baca ternyata Anjani merencanakan pembunuhan terhadap ayah biadab bukan"?
Mereka rencana menculik ayah dulu terus disiksa dan setelah itu baru dibunuh, ayah yang membaca semua pesan itu bulu kuduk ayah berdiri merinding dan sesak dada ayah tidak percaya dengan semua itu. Kok bisa istri yang selama ini aku sayangi dan mau menerima dia apa adanya berani sekali merencanakan hal sekejam itu, ayah buru-buru mengambil pesan itu Dan kirim ke hp ayah setelah itu ayah hapus karena telpon masuk terus dari nomor yang bernama Ogen. Pada akhirnya ayah diam-diam masuk ke ruang kerja ayah dan berdiam disana.
Ayah mau mendengar apa yang akan mereka bicarakan sambil ayah menghidupan rekaman di hp ayah, ayah mendengar langkah kaki Anjani keluar dari kamar mandi dan langsung menjawab telpon dari Ogen.
"He....bisa gak kamu gak usa telpon terus dan kirim pesan bisa nanti kita ketahuan sebentar lagi laki-laki tua itu pulang, aku harus pura-pura menyambutnya, sekarang kamu mau apa lagi cepat katakan setiap detik, menit kamu telpon kayak kurang kerjaan aja."
"Aku butuh uang satu miliyar, tolong kirim secepatnya"
"Apa....kamu gila Ogen aku ambil satu miliyar itu dari mana, bisa ketahuan nanti."
"pokoknya aku gak mau tahu kalau kamu tidak berikan yaudah aku beberkan semua rahasia kamu"
__ADS_1
"Ok baiklah aku akan segerah kirim, kamu secepatnya habisi tua bangka itu ya soalnya aku mau menguasai semua hartanya, kalau dia masih hidup susa aku berbuat sesuatu. Apalagi aku dengar dari pengacara kalau di surat wasiat aku tidak dapat apa-apa masa sih Dinda dapat perusahaan dengan rumah ini, padahal sebentar lagi dia menikah dengan laki-laki miskin itu, kamu tahu kan Ogen motif aku menikah dengan tua bangka ini karena harta bukan karena cinta nanti kalau sudah meninggal kita berdua bersenang-senang."
"Terus kamu mau aku apakan pria tua itu, aku culik untuk nenyiksanya saja atau langsung membunuhnya, tenang baby aku akan berikan kepuasan untukmu "
"Aku dengar katanya ada pekerjaan di luar negeri setelah pernikahan Dinda, nah disitu lah kamu mulai mengincarnya pada saat dia pulang dari sana kamu menunggu saja di jalan yang sepi di tepi jurang dan pastikan dia benar-benar mati."
"Nanti aku akan pantau dia sudah sampai dimana dia pergi dengan kedua pengawalnya jadi kamu pastikan kalau dia benar-benar sudah mati jangan sampai gagal, karena rencana awal kita diubah aja tidak perlu di culik, karena kalau tabrakan di jalan pasti polisi berpikir kalau itu tabrakan murni"
"Baiklah kalau begitu aku tunggu kabar dari kamu, oh ya selamat ya sebentar lagi kamu sudah punya mantu hahah."
"Gak sudih aku punya mantu miskin kayak dia"
Ya ampun aku yang mendengar cerita ayah mertua saja membuat buluh kuduk berdiri kok tega banget ya bu Anjani, hanya karena demi harta ia melakukan hal sekeji itu terhadap ayah mertua tapi untung ayah mertua sangat pintar jadi dia bisa selamat dari pembunuhan itu.
"Terus bagaimana ayah bisa selamat dari kecelakaan itu dan yang dikuburkan itu siapa ayah" aku bertanya tentang siapa yang di kuburkan itu.
"Ayah yang mendengar semua pembicaraan mereka membuat tubbuh ayah gemetaran bukan karena takut di bunuh tapi karena marah dan tidak perna terbesik oleh ayah jika ayah punya istri sekeji itu diam-diam dia juga selingkuh dengan pria yang namanya Ogen itu."
"Terus bagaimana kelanjutannya ayah"?
__ADS_1
"Jadi waktu ayah pulang dari luar negeri memang ayah masih bersama dengan pengawal satu mobil, jadi pada saat kami melewati jalanan yang sudah di sepakati Anjani dan orang itu, ayah melihat ada mobil yang berhenti tidak jauh dari situ pada akhirnya aku menyuruh pengawal untuk melaju mobil dengan cepat dan benar dugaanku kalau ternyata mobil itu mulai mengikuti kami dari belakang tapi dia belum melakukan apa-apa.
"Ayah bilang sama pengawal sengaja berhenti di depan restoran kami mau makan padahal ini juga awal dari rencana kami agar kami bisa merecoki orang suruhan Anjani setelah mobil berhenti aku sengaja memperlihatkan wajah.
kami masuk kedalam restoran dan sengaja pesan tempat vip karena kami mau melanjutkan rencana selantutnya, akhirnya ayah menyuruh pengawal ayah untuk tetap hati-hati dan kami harus mengalihkan perhatian sih Ogen agar ayah bisa naik mobil lain sedangkan kedua pengawal sudah di bekali dengan alat lengkap jadi pada saat mereka tertabrak juga tidak masalah.
Setelah rencana kami berhasil aku naik mobil lain dan sengaja aku jaga jarak dengan mobil para pengawal, aku mau lihat aksinya.
Karena ayah yakin sekali orang itu akan melakukan aksinya pada saat mobil melewati jalanan di tepih jurang. Dan benar saja dugaan ayah setelah kami mau memasuki jalan tepi jurang mobil mulai di pepet.
Brakkkkkkkk....brakkkkkkkkk!
Bunyi tabrakan aku melihat ternyat mobil sudah berguling-guling sedangkan sih penabrak sudah kabur akhir aku keluar dari mobil yang aku tumpangi dan aku menyuruh supir tersebut untuk parkir sedikit jauh , hampir sedikit mobil masuk kejurang tapi untung kedua pengawal berhasil keluar baru kami membakar mobil itu dan mendorongnya ke jurang
Tidak lama kemudian mobil ambulans yang sudah kami sewa dan juga polisi yang sudah kami bayar datang, semua sesuai rencana, dokter yang juga kami sediakan sudah bekerja sama sehingga kenapa waktu mayat di antar kerumah tapi di larang untuk membuka itu bukan ayah tapi ada orang lain.
Yang memang tidak ada keluarganya lagi jadi sebenarnya pihak rumah sakit mau menguburkannya, tapi ayah bicara dengan pihak rumah sakit agar ayah yang akan menguburkannya jadi didalam kain kafan itu bukan ayah tapi orang lain.
Sebenarnya ayah belum mau ada orang lain tahu tentang ayah masih hidup, namun ayah kasihan sama putry ayah Dinda ayah tahu dia pasti sangat menderita, tapi sekarang ayah tenang karena dia sudah memiliki keluarga barunya yang sangat menyayanginya, makasih ya nak kamu sudah membahagiakan putry ayah.
__ADS_1
Dan ada satu hal yang perlu kamu tahu kalau ada yang mau ayah berikan untukmu.
Ayah mertua membuka sebuah laci dan mengeluarkan beberapa surat aku tidak tahu surat apa itu, ia menyodorkan ke aku.