
Saat ini aku dalam perjalanan menuju ke kantor tiba-tiba dapat telpon dari Dinda menanyakan posisi aku sudah dimana, aku takut dia curiga kalau aku pergi kemana begitu jadi aku jawab saja kalau aku lagi di kantor. Sebenarnya aku sudah siap mau pulang tapi kata pak Erik sekretaris bu Anjani buat janji dengan pak Erik untuk ketemu dengan bu Anjani aku tahu apa maksud dan tujuan bu Anjani ngotot datang ke kantor karena pasti bu Anjani mau minta bantuan.
Kalau memang itu benar terjadi aku akan meminta pak Erik untuk tidak perlu membantu karena saham di perusahaan itu saja sudah enam puluh parsen masa harus seratus parsen itu artinya perusahaan jadi milik keluarga Adinata bukan kekuarga Winata lagi.
Sekarang Andy juga sudah kerja setelah Andy keluar dari rumah sakit dia langsung menerima tawaran aku dan sekarang dia sudah kerja di bagian marketing.
Aku sangat senang karena Andy rajin dan juga bagus kinerjanya walaupun baru masuk tapi aku salut dia sangat baik, aku berharap semoga kedepannya Andy kebih baik lagi dan bisa naik jabatan.
Kali ini saya pelan-pelan akan menunjukan diriku kepada karyawan semua siapa jatih diri saya sebebarnya karena nanti juga mereka akan tahu, kepala ob bukan pak Zaka lagi tapi sudah di ganti dengan teman yang biasa mengerjakan tugasku jika aku gak datang atau datang tapi telat.
Aku parkir mobilku di parkiran karyawan aku sengaja gak parkir di parkiran khusus petinggi-petinggi...setelah selesai aku parkir aku gegas masuk kedalam kantor dan langsung menemui pak Erik kali ini aku terang-terangan menemui pak Erik jadi banyak pasang mata memandangku.
Setelah aku sampai di ruangan dengan pak Erik...pak Erik mulai menjelaskan semua.
"Tuan muda saya baru menerima telpon dari sekretaris Alea menyampaikan bahwa nyonya Winata ingin segerah ketemu dengan Tuan besar saya tahu apa tujuan kedatangan nyonya Winata kesini, ia ingin meminta bantuan untuk perusahaan kita menyuntikan dana ke perusahaan Winata grup, tadi saya dapat laporan dari orang mata-mata kita disana, jadi katanya tadi pagi nyonya Winata ngamuk dan marah-marah di kantor sampai mereka meeting mendadak dengan semua direksi namun tidak semua direksi hadir karena menurut mereka perusahaan Winata grup sudah tidak bisa diselamatkan lagi tinggal di akuisisi saja"
"Ya pak Erik kita tidak perlu membantu perusahaan itu lagi karena memang sebentar lagi perusahaan itu akan di akuisisi oleh perusahaan kita dan setelah itu kita akan kembalikan perusahaan ke pemilik yang sesunggunya, karena perusahaan itu milik istri saya pak Erik bukan milik nyonya Winata, tapi karena ayah mertua masih hidup jadi biar ayah mertua yang kembali mengurus perusahaan itu."
__ADS_1
"Baiklah Tuan muda saya paham berarti jika nyonya Winata datang saya menolak untuk membantu ya Tuan muda"?
"Iya itu benar sekali tolak saja aku mau lihat sampai dimana arogan dan kesombongannya itu bertahan aku mau menyaksikan secara perlahan kehancuran yang terjadi pada bu nyonya Winata."
Aku juga sudah menerima lapor dari orang kepercayaan di perusahaan Winata jika tadi pagi bu Anjani sangat murka di perusahaan setelah tahu saham anjlok dan perusahaan sudah di ujung tanduk, bu Anjani sudah tidak peduli lagi banyak pasang mata menandangnya, dengan tatapan tidak suka dan ejekan demi ejekan yang di lontarkan oleh karyawan.
Memang sih tidak salah juga karyawan berlaku tidak baik terhadap bos mereka karena bu Anjani orangnya jahat jadi tidak perna menghargai kinerja karyawannya selama ini, dia selalu memandang rendah semua karyawan.
"Eh...karma gak sih ini lagian baru memimpin perusahaan ini saja sifatnya sudah kayak macan tutul atau singa sama sekali tidak menghargai karyawan rendahan seperti kita."
"Iya benar sepertinya ini karma untuk nyonya Winata karena suka semena-mena tethadap pekerja disini, tadi saja pas saya antar berkas ke lantai atas saya tidak sengaja mendengar nyonya Winata membentak sekretaris Alea tapi untug sekretaris Alea juga bukan tipe perempuan yang lemah jadi sekretaris Alea melawan dong,"
"Ya saya juga gak tahu sih tapi kalau sudah seperti ini ya lebih baik saya resign saja dan melamar kerja di tempat lain saya dengar anak cabang perusahaan Adinata grup buka lowongan kerja loh siapa tahu kita bisa masuk kesana"
Aku yang menonton videonya hanya tersenyum, mantap juga lihat kehancurannya.
Ini baru permulaan bu Anjani biarpun perusahaan sudah pindah tangan bukan berarti bu Anjani lepas dari aku ...aku tidak akan melepaskan bu Anjani sampai sudah membayar semua perbuatannya. Ini karma untukmu bu Anjani karena sudah berani menghina dan menyiksa istriku dan juga sudah menghina aku, aku mau lihat bagaimana reaksi kamu saat mengetahui Dinda menikah dengam anak dari orang terkaya nomor satu di negara ini kamu gak lari ketar ketir begitu.
__ADS_1
Pak Erik yang masih setia menemaniku seketikan mengangkat wajahnya dan menatap ke arahku.
"Tuan muda bagaimana kalau kita kerjain nyonya Winata saja, kita telpon balik dan bilang jika hari ini tidak bisa menerima tamu dari luar karena Tuan Adinata tidak ada di kantor, biar buat nyonya Winata makin frustasi bisa-bisa gila dia Tuan muda."
"Ha...benar juga ide pak Erik silahkan saja pak Erik lakukan aku mau lihat seperti apa reaksi perempuan itu saat menerima cencel dari kita yang tidak bisa menerima kedatangannya"
Pak Erik langsung mengambil telpon kantor dan segerah menelpon ke kantor perusahaan Winata grup, tidak lama terdengar suarah lembut dari seberang.
"Hallo ini dengan sekretaris Alea di perusahaan Winata ada yang bisa saya bantu?"
"Iya hallo nona Alea maaf saya mau menyampaikan jika hari ini pertemuan nyonya Winata dengan Tuan Adinata batal karena Tuan Adinata saat ini tidak ada di kantor, tiba-tiba ada pekerjaan di luar negeri jadi Tuan Adinata sudah berangkat maaf sekali lagi jika saya baru mengabari"
"Aduh Tua bagsimana ini nyonya sudah dalam perjalanan menuju ke perusahaan Adinata grup bagaimana ini" sekretaris Alea panik.
"Ok baiklah sekretaris Alea biarkan saja jika nyonya Winata masih bersih keras untuk datang yang penting dari kami sudah menyampaikan perihal ini biar tidak ada kesalah pahaman di antara kita"
Pak Erik langsung mengakhiri panggilan dengan sekretaris Alea.
__ADS_1
"Tuan muda katanya nyonya Winata sudah dalam perjalanan kesini."
Hahaah masuk jebakan betmen memang enak