
Pengawal pura-pura mengeluarkan hpnya untuk telfon ayah, sehingga ayah langsung keluar dan berdiri tepat di depan pria bajingan itu. Seketika bajingan itu terkejut dan mundur kebelakang...takut juga ternyata bajingan itu padahal dari tadi sok-sok,an mencari ayah dan aku. Katanya dia mau cincang kami berdua.
"Kakak cari saya? saya ada disini..selama ini kakak kemana saya mencari kakak kemana-mana tapi tidak ketemu, ternyata disini rupannya...ada yang bisa saya bantu kakak...dan apa yang mau kakak bicarakan dengan saya..."?
Prokkk...prokkkl!
"Sejak kapan kamu ada disini...hahaha.... Dan siapa yang kamu panggil kakak? aku bukan kakak kamu, baguslah akhirnya kamu datang juga kesini jadi jangan panggil aku kakak kamu.."
"Kenapa kamu jadi seperti ini kakak...bukankah dulu kakak baik-baik saja, kenapa sekarang kakak beruba begini ada apa seharusnya kakak? bicarakan baik-baik dengan adikmu kakak biar kita selesaikan dengan baik" ujar ayah masih tenang
Ayah masih sabar bicara dengan bajingan itu, tapi aku tahu ayah sengaja berkata begitu biar memancing amarah pria brengset itu. Karena aku dengar markas mereka sudah ludes dibakar pengawal, jadi pengawal disana masih menunggu sampai habis di makan api baru mereka datang.
"Ha...ha..ha kamu datang kesini hanya untuk menyerahkan kepala kamu, putra kamu dan semua pengawal kamu bagus juga biar sekalian aku habisi kalian semua. Saja hanya semut berapa biji berani sekali masuk kesini, seharusnya kamu tua bangkah datang kesini bawah putra sialah kamu itu biar sekalian aku menghabisi kalian semua," pekiknya...
"Hahaha...kalau kamu berani cobak saja, dasar manusia serahkah masih bagus ayahku memungut sampah kayak kamu di jalan, sampai merawat dan menyekolahkan kamu sekarang tidak tahu balas budih kau...tahu saya kayak gini sifat serakahmu dulu saya sudah membunuh kamu, biar tidak perlu hidup lama lagi...hari ini kepala kamu yang akan saya penggal." bentak ayah
Mendengar perkataan ayah pria brengset itu langsung emosi dan menyerang ayah, dia menendang kursi yang di duduk oleh Elsa tadi tapi Elsa masih di saderan mereka..
__ADS_1
"Bajingan kamu tua bangka....bukkkkk....."
Bukkk....bukkk...prakkkk...!
Ayah dan pria tua bangka itu bertarung hebat, kaki ayah satu kali tendangan langsung melayang tepat di pipi pria bajingan itu, asli bikin aku jijik melihatnya tapi masih kuat berdiri bahkan tidak ada yang terluka.
Karena anak buahnya melihat bos mereka diserang mereka ikut membantu bosnya, kami semua keluar dan bertarung melawan mereka. Sekarang kondisi sudah sangat terdesak karena ternyata kami kalah jumlah, mereka masih tersembunyi di ruangan jadi saat kami mulai bertarung barulah mereka keluar semua. Mereka lima belas orang sedangkan kami hanya delapan tapi kami tidak takut karena kekuatan kami lebih kuat dari mereka apalagi ayah sangat kuat
Pokoknya didalam ruangan kegaduhan sudah tidak terhindarkan lagi karena aku tidak hati-hati jadi aku kena satu kali pukulan dari anak buanya tapi untung aku bisa tangkis.
Bukkkm....bakkkk prakkkkl!
"Kamu yang datang mencari kematiankan sekarang, aku akan memgundang malaikat maut untuk menjemputmu..ke neraka menyusul putrymu manusia tidak punya hati dan serakah." Ujar pria biadab itu.
"Hahah...kamu yang akan saya kirim ke neraka...menyusul orang tuanmu kalau putry saya sudah bahagia di surya...jadi jangan sebut nama putriku disini mamusia penjilat tidak tahu diri...brakkkk."
Karena ayah emosi dengan sekuat tenaga dia sekali menendang pas kepala pria bajingan itu dan tersungkur kelantai, ayah sudah tersulut emosi ada berlari mendekatinya dan sekati injak pas di tulang rusuknya dan suaranya melengking tinggi tapi kok aku baru menyadari agak bedah suaranya...
__ADS_1
"Argrrr......"seketika mati di tempat karena mereka melihat bos mereka meninggal anak buahnya semakin mengila, akhirnya kami berhasil melumpuhkan mereka semua tapi masih tinggal yang sadera Elsa, dia meletakan pistol di pipinya dan tersenyum sinis. Anak buahnya yang lain mereka mengaduh kesakitan tapi ada satu dari mereka tiba-tiba berteriak.
"Jangan kalian senang dulu karena bos kami masih hidup" sontak temannya yang satu mengambil belatinya dan menikam temannya itu hingga tewas seketika.
Kami semua terkejut mendengar pengakuan orang tersebut, saat aku melihat Elsa..ia berikan isyarat katanya aku harus periksa orang yang sudah ayah bunuh. Perlahan aku berjalan mendekati pria itu dan aku perlahan menarik rambutnya, namun aku di cegah oleh seorang pengawal mereka dengan melemparkan belati ke arah ku, tapi untuk aku menghidar jadi melewati aku.
"Nak cobak kamu periksa dulu benar tidak pria brengset itu karena suaranya tadi agak sedikit bedah sih". Aku langsung menarik rambutnya betapa terkejutnya kami ternyata kami di kelabuy, ini orang lain tapi bisa dia memakai topeng wajahnya parsis seperti bajingan itu kami semua tercengang, kalau ini orang lain terus bajingan itu kemana kenapa dia tidak ada disini.
Semua anak buahnya masih tergeletak dibawah ada yang sudah meninggal tapi ada yang belum, sedangkan Elsa masih jadi sandera mereka. Padahal uang yang kami bawah sudah mereka membawahnya kedalam salah satu ruangan, atau jangan-jangan bajingan itu masih sembunyi di dalam ruangan itu baiklah kamu bermain kami juga akan ikut permainan kamu.
"Bajingan keluar kau dimana dirimu jangan sembunyi...kalau kamu pria getleman keluar kamu"...aku sudah tidak menghargainya lagi dulu aku sangat menghargainya tapi sekarang tidak. Aku berteriak sekeras mungkin kami semua berdiri di dekat tangga yang dari ruang depan, sedangkan ayah sendiri berdiri di tangga belakang, dibelakang ayah ada sebuah pintu.
Karena kamu sibuk ingin melepaskan Elsa dari sandera kami tidak menyadari kalau ternyata pria bajingan itu keluar dari dalam kamar itu dan sudah menodongkan pistol di pipi ayah...tapi ayah orangnya sangat tenang hanya aku yang panik.
Aku sontak berteriak memanggil nama ayah. Membuat yang lain juga tidak kalah terkejut, melihat ayah sudah di todong tapi sepertinya pria bajingan itu lupa siapa ayah sebenarnya. Tenyata dia keluar bukan hanya sendiri tapi juga masih ada anak buahnya lagi. Bajingan ini banyak sekali anak buahnya juga dia melepaskan pistolnya dan membiarkan anak buahnya menyadra ayah.
"Prok....prokkk...."!
__ADS_1
"Adikku! akhirnya kamu datang juga dengan ponakan gantengku...aku sangat bahagia sekali bisa bertemu dengan kalian karena ini adalah hari bersejarah bagiku....hari ini adalah ayah dimana aku merayakan kematiam kalian semua. Biar kalian tahu bagaimana rasanya menderita, aku sudah bertahun-tahun menderita makanya aku sengaja menculik anak ini untuk menjadikan umpan jadi akhirnya kalian semua datang."
Aduh mengesil banget jujur aku muak melihat mukanya pengen aku cepat meninjunya biar rontok semu giginya, tapi kalau aku gegaba ayah dalam bahaya...tapi kenapa ya...pada saat kami semua dalam bahaya aku merasa kalau istriku ada untuk menolong kami, ah...hanya perasaanku saja istriku masih tidur di rumah.