Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
382


__ADS_3

Akhrinya Rara pulang dengan sekretaris Criss, setelah semua selesai kami pulang ke rumah karena kebetulan sudah sore juga. Jadi kami tidak kembali ke kantor lagi jadi setelah sampai di rumah aku dan Dinda masuk kedalam kamar dan langsung bersiap untuk membersihkan diri karena badan terasa lelah dan lengket.


Namun saat aku hendak masuk kedalam kamar mandi untuk mandi nyusul Dinda, tiba-tiba hp ku berdering aku dapat telpon dari ayah mertua menanyakan bagaimana proses eksekusi Lexza kemarin, ya memang kemarin ayah mertua tidak ikut jadi ayah bertanya mungkin penasaran, dengan kondisi Lexza apakah jadi di eksekusi atau tidak lebih baik aku beritahunya saja.


"Hallo ayah" jawabku.


"Hallo nak maaf ayah menganggu, kamu sudah sampai di rumah ya nak, atau masih di kantor?" tanya ayah mertua


"Sudah ayah, baru saja sampai di rumah jadi Dinda lagi mandi. Ada yang bisa Dava bantu ayah?" tanyaku.


"Tidak ada nak! ayah hanya pengen tanya kabar kalian saja kedua cucu ayah sehatkan? Oh ya nak, ayah mau tanya jenasa Lexza di makamkan dimana nak?, soalnya ayah ingin berziara kesana biarpun dia bukan anak kandung ayah tapi dia dulu perna menjadi putry yang baik juga untuk ayah, mungkin seperti ìtu jalan hidupnya bermasalah dengan kedua adiknya sehingga akhirnya terjadi pertumpahan darah seperti ini. tapi ayah tetap menyayanginya, makanya kemarin ayah tidak datang karena takutnya hati ayah tidak tahan melihatnya" jelas ayah.


Mulia sekali hatimu ayah mertua, tapi sampai sekarang aku masih heran kenapa bu Anjani bisa sebejat itu menghianati pernikahan dan cinta yang tulus dari ayah mertua. Beruntung Rafa mendapat ayah sambung sebaik ayah mertua, aku mengerti sih perasaan ayah mertua tapi kasih sayang ayah mertua dominan ke Dinda makanya ayah mertua menghindar dan tidak datang waktu eksekusi Lexsa.


Semua terjadi karena keserakahan bu Anjani. Seadainya bu Anjani tidak mendoktrin Lexza dari kecil untuk menjadi seorang kakak yang jahat mungkin sampai sekarang kehidupan Lexza, Dinda dan kakak Dea rukun tidak ada pertumpahan darah di antara mereka, tapi semua sudah terlambat ibaratnya nasi sudah menjadi bubur.


"Dava ngerti perasaan ayah, tapi ya memang seperti itu jalannya ayah, tapi Dava juga ingin meberitahu ayah juga kalau sebenarnya bukan hanya Lexza ayah yang di bunuh melainkan Kenedy juga ayah, jadi jenasa Kenedy dan Lexza di makamkan di samping paman Admaja, kalau ayah ingin kesana tidak masalah" jawabku.

__ADS_1


"Loh kok bisa nak, memangnya waktu kejadian itu Kenedy ada di TKP? Bukankah hanya Lexza dan pengawal Marlan yang di eksekusi kemarin? Kok bisa ada Kenedy disana dari mana Kenedy bisa tahu lokasih itu?" ujar ayah mertua terkejut.


Akhirnya aku jelaskan semua kepada ayah mertua dari Marlan yang ingin menyebut semua nama pelaku tapi justru langsung di tembak sehingga meninggal. Ayah mertua hanya mendengar saja tapi tidak memberikan tangapan sama sekali, aku tahu perasaan ayah mertua tapi ya sudah mau bagaimana lagi. Namun aku juga heran kenapa Kenedy bisa tahu juga lokasihnya atau bisa jadi mereka shdah memantau dan mengikuti kami.


"Ya sudah nak, mungkin itu karma dari perbuatan mereka selama ini terhadap Dinda dan juga kamu jadi biarkan saja itu mungkin menjadi jakan terbaik agar hidup kalian bisa tenang tidak ada gangguan, banyak sekali dosa yang mereka buat jadi itu pembalasan untuk mereka semua jadi biarkan saja, tidak perlu di pikirkan ya nak, oh ya nak Dinda baik-baik aja kan nak? " ujar ayah mertua.


"Iya ayah, Dinda dan kedua cucu ayah baik-baik saja, ayah juga baikkan? Ayah jaga kesehatan ya" ujarku.


Aku sangat menyayangi kedua ayah terbaikku mereka penyemangatku, aku tidak membedahkan ayah mertua dan ayah kandung. Karena baik ayah mertua dan ayah kandung sama-sama terbaik, apalagi dulu waktu itu aku masih ingat betul kejadian di kediaman keluarga Winata, ayah mertua lah yang paling terbaik menerimah aku di keluarga itu tanpa memandang status.


Setelah aku selesai telponan dengan ayah mertua, bersamaan Dinda sudah selesai mandi aku heran secepat ini kah Dinda mandi? perasaan tadi aku telpon dengan ayah mertua sebentar aja tidak sampai lima belas menit tumben istriku mandi secepat itu.


"Mas, tadi telponan ama siapa? Kok tidak ikut mandi katanya mandi bareng Dinda tungguin mas dari tadi loh tapi karena mas tidak kunjung masuk makanya Dinda keluar, yuk mandi" pinta Dinda cemberut mukuanya tapi justru sangat mengemaskan.


"Loh..! Mas pikir sayang sudah selesai mandi, iya maaf sayang tadi mas mau mandi tapi dapat telpon dari ayah makanya mas masih bicara dengan ayah tadi, mas pikir sayang sudah selesai mandi". Ujarku


"Memangnya ayah bicara apa dengan mas, ada berita pentingkah?" Tanya Dinda.

__ADS_1


"Tidak sayang, tidak penting amat. Tadi ayah telpon tanyain kabar kedua cucunya dan juga putry kesayangannya" jelasku.


"Hanya itu mas? Tidak ada yang lain lagi di tanya oleh ayah"? Ujar Dinda. Kalau bicara dengan istriku ini harus jelas karena Dinda bertanya lebih dari seorang menyidik hehehe.


"Ya itu sayang, ayah tanya dimana Lexza dan Kenedy di makamkan soslnya ayah ingin ziarah kenasa, biasalah saya ayah kita kan punya hati selembut sultra dan seluas samudera biarpun sudah di jahatin masih ada tersimpan rasa sayang dalam dirinya" jelasku.


Aku pikir Dinda marah namun ternyata Dinda justru tersenyum sembari berkata lirih". Ya seperti itulah ayah mertua kamu mas, memiliki hati yang sangat lembut saking lembutnya sampai di khianati oleh istrinya sendiri , Dinda tidak masalah kalau ayah ingin berziarah ke makam Lexza, jujur mas sebenarnya Dinda juga menyayangi Lexza kalau seandainya Lexza baik biarpun dia bukan kakak kandung Lexza Dinda akan menerimahnya.


Tapi karena Lexza juga ikut jejak ibu dan melakukan banyak kejahatan, itu yang membuat Dinda sangat membencinya, dulu kakak Dea dan mas Tahir juga bahkan paman dan bibi Lya tapi untung mereka cepat sadar dan meminta maaf. Lagian mereka dulu juga tidak begitu menyiksa Dinda apalagi bibi Lya tidak perna memukul Dinda hanya kata-katanya saja. Jadi biarkan saja ayah pergi ke makam Lexza." ujar Dinda


Aku tersenyum mendengar penuturan istriku, bagaimana aku tidak mencintai wanita sebaik dan secantik Dinda, aku tahu Dinda memang yang membunuh Admaja dan Lexza tapi sebenarnya hanya terpaksa, karena Dinda tidal tahan dengan tingkah Lexza.


"Makasih ya sayang, mas pikir kamu marah loh karena ayah berziara ke makam Lexza ternyata tidak" ujarku


"Untuk apa Dinda marah mas, itu kewajiban seorang ayah untuk putrynya memang bukan putry kandung tapi ayah juga sebenarnya menyayangi Lexza, yuk kita mandi nanti keburu malam kita belum ketemu dengan sih kembar. Sebelum kita makan malam kita harus ketemu dengan Grey dan Gretta dulu mas mereka juga pasti merinduhkan papi dan mami nya."


Aku langsung mengendong tubuh munggil istriku ala bridal style dan kami menuju ke kamar mandi untuk mandi.

__ADS_1


__ADS_2