Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
183


__ADS_3

"Mas, aku pengen makan es krim kita cari es ktim yuk biar beli, haus banget" Tenyata Dinda belum melihat kedua orang itu yang mereka sedang asyik tertawa bahagia. Anak ini, kirain tadi dia pergi jalan-jalan dengan keluarga semua ternyata dia ada disini tanpa minta ijin lagi Awas kamu Rafa kalau berani macam-macam sama Ririn biarpun kamu temanku, ku hajar kamu.


"Yuk sayang disana ada es krim, aku menarik tangan Dinda untuk gegas menghampir kedua orang itu namun tiba-tiba langkah Dinda terhenti saat melihat Ririn dan Rafa, dan langsung menatapku dengan tatapan bertanya hanya saja aku menaikan kedua bahuku tanda gak tahu juga.


"Mas bukankah Itu Ririn dan Rafa teman kamu mas, kok mereka di disini berdua saja bukankah semua keluarga pergi ke taman safari"?


"Justru itu, mas juga binggung kenapa mereka berdua bisa nyasar sampai disini dan sejak kapan mereka sedekat itu, sebenarnya mas senang Ririn pacaran sama Rafa karena mas tahu siapa Rafa yang penting Ririn bisa jaga harga diri saja atau bagaimana pendapatmu sayang tentang kedekatan mereka berdua"


"Kalau aku sih senang Ririn sudah punya pasangan, karena aku yakin Ririn gadis yang baik dan bisa menjaga dirinya, lagian kalau aku lihat Rafa juga pria yang baik jadi pasti dia menjaga Ririn dengan baik. Jika suatu saat mereka menikah kita juga kenal dekat dengan tante Riska jadi itu lebih bagus dari pada Ririn sama orang lain"


Aku mengandeng tangan istriku dan kami berjalan santai mendekati mereka berdua kebetulan berdiri membelakangi kami, sehingga tidak tahu kalau kami berdua ada dibelakang mereka sangking asyiknya mereka tidak menyadari kehadiran kami berdua.


Baru saja aku mau angkat tanganku dan ingin menepuk punda Rafa urun, saat aku mendengar pertanyaan Rafa ke Ririn.


"Beb...menurut kamu karakter seperti apa yang dimiliki Kakak kamu Dava dia tipe orang seperti apa, memang sih mas temannya tapi sudah lama kami berpisah jadi saat kami ketemu kembali banyak sekali perubahan dari dirinya bahkan saat dia sudah menikah dengan istrinya yang sangat cantik."


Ririn terkekeh mendengar pertanyaan Rafa..Rafa ngapain dia bertanya begitu ke Ririn ya.


"Kakak Dava itu tipe cowok idaman banget mas...selein dia sangat royal kepada orang yang dia sayang seperti kakak ipar adik-adik perempuannya seperti aku. Dan juga kakak dava lembut orangnya seperti yang mas bilang dia ssngat berubah sangat bedah jauh dulu dengan sekarang."

__ADS_1


Untung haram hukumnya jika adik menikah dengan kakaknya kalau gak aku juga mau sama kakak Dava, siapa cobak gak mau sama dia, jadi mereka sama-sama beruntung kakak Dava beruntung mendapatkan kakak Dinda yang sopan baik hati dan lembut begitu juga kakak Dinda yang beruntung mendapatkan suami yang sangat royal dan tidak suka mempermainkan hati perempuan."


"Memangnya Dava sering berikan kamu uang jajan beb"? Tanya Rafa


"Sering banget mas, bahkan uang jajan yang aku terimah dari kakak Dava lebih besar dari pada yang aku terimah dari ibu dan ayah, aku suka dari kakak Dava itu dia menjaga kami kayak jaga telor takut pecah, dia selalu menasihati katanya kalau cari pasangan itu jangan melihat dari hartanya tapi lihat dari ketulusan cintanya"


"Iya mas tahu semua itu, mas juga sangat mengenal Dava sepertinya mas harus belajar banyak dari Dava, biar kamu mencintaiku heheh, memangnya Dava sering kasih uang jajan berapa juta, sepuluh juta, atau Lima belas juta"?


"Astaga mas uang jajan sepuluh juta cukup apa, memangnya mas pikir aku masih anak kecil"


"Terus berapa dong kan mas gak tahu," tanya Rafa penasaran.


"Apa...jajan saja sampai lima puluh juta beb sadis juga Dava ya memanjakan adiknya, tapi kamu bersyukur bab punya kakak laki-laki seperti Dava yang menyayangi kalian kamu dan adik-adik yang lain, kalian juga harus menghargai kakak kamu karena kelak dia dengan Gama yang akan menjaga kalian"


"Iya, mas. Aku tahu itu sebenarnya sebentar lagi kita sekeluarga sudah mau pulang ke kota tapi hati kecilku gak mau, aku pengen bilang sama ibu dan ayah saja untuk tetap disini dan kerja di perusahaan kakak Dava tapi aku takut kakak Dava marah kalau ibu dan ayah pasti setuju"


Aku dan Dinda saling pandang dan terharu dengan jawaban Ririn ke Rafa, ternyata selama ini adik-adikku selalu memperhatikan aku, makasih ya dik kamu adik yang baik, jadi Ririn gak mau pulang baiklah aku yang akan bicara dengan bibi dan paman biar Ririn tetap disini saja kerja sebagai di manajer marketing saja.


Pukkkkkkkk....

__ADS_1


"Astaga.....Dava kamu disini bikin kanget saja deh... Kamu mau aku cepat mati Dava bicara ke biar aku tahu kamu disitu" aku menepuk pundak Rafa membuatnya terkejut.


Aku melihat Ririn beringsut mundur kebelakang takut saat tahu aku ada di hadapannya, awalnya dia senyum sekarang hilang senyum itu hanya wajah takut heran aku sama anak gadis ini dia sudah dewasa tapi masih takut kayak di marahin saja.


"Dek kok kamu disini, bukankah kamu pergi dengan semua keluarga ke taman safari"?


"Ma..maaf kakak aku tidak ikut kesan".


"Bagus ya, kamu sudah berani bawah adik ku tanpa ijin, sejak kapan kalian sedekat ini perasaan kemaran waktu kamu datang kenal saja belum kok bisa sekarang jalan berdua tanpa memberitahuku bagus sekali."


"Maaf bro bukannya aku tidak mau ijin sama kamu tapi saat aku datang katanya pengantin baru lagi istirahat jadi tidak bisa di ganggu, makanya aku tidak beritahumu tapi aku sudah minta ijin om dan tante maaf ya aku culik adikmu tidak memberitahu kakaknya yang sangat posesif terhadap adiknya"


"Kakak maafin Ririn tadi sebenarnya Ririn mau ijin tapi kata bibi kakak istirahat jadi tidak usa, kakak jangan marahin mas Rafa dia gak salah, aku yang seharusnya ijin dulu sama kakak, tapi kakak tenang saja kami gak macam-macam kok kami hanya belanja tadi terus beli es krim dan rencana mau jalan ke taman kota nanti setelah dari sini uda agak sore jadi udah dingin."


Kasihan Ririn dia sampai ketakutan begitu tapi lucu kalau memang sudah minta ijin ke ibu dan yang lain kenapa mereka takut sama aku hehehe.


"Rin Yuk kita beli es krim kakak pengen makan biarkan mereka berdua menyelesaikan perkara mereka" Dinda tahu saja kalau aku ingin bicara dengan Rafa tapi nanti saja lagian mereka berdua juga mau ketaman kota jadi nanti sekalian sampai disana baru aku bicara dengan Rafa soal Ririn sepertinya mereka sudah menjalin hubungan baguslah.


Ririn juga mengangguk dan mengandeng tangan Dinda dan mereka berdua pergi ke tempat es krim sedangkan aku dan Rafa ngekor dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2