
Setelah Admaja dari taman dia tidak jadi pulang tapi dia justru pergi lagi ke restoran keluarga Adinata entah siapa lagi yang mau dia temui, tapi yang jelas ada sesuatu yang di rencanakan oleh Admaja, hati-hati Admaja kamu lupa kalau yang kamu lawan itu bukan orang sembarangan.
"Aku harus pergi ke restoran itu karena jam segini lagi rame-ramenya, kalau dapat ratusan juta lumayan, aku tidak bisa berdiam diri disini saja aku harus lakukan sesuatu untuk bisa mendapatkan uang banyak, bodoh amat dengan kata halal yang penting dapat."
Admaja bangkit dari duduknya dan masuk kedalam mobil yang ia pakai dan menuju ke restoran, ternyata saat ini Tuan Adinata juga lagi dalam perjalanan menuju ke restoran karena ada klien yang di temui oleh Tuan Adinata.
"Tuan, apakah kita langsung ke restoran saja atau kita singah kemana lagi" tanya Criss.
"Tidak Criss, kita langsung saja takutnya kita terlambat jangan sampai klien kita menunggu saya paling tidak suka membiarkan orang menunggu lama kita harus tepat waktu"
Akhirnya mereka kembali diam sepanjang perjalan ke restoran mata Tuan Adinata selalu menatap layar hpnya sambil tersenyum sendiri, padahal Tuan Adinata jarang sekali senyum, membuat Criss heran, tapi ternyata Tuan Adinata memandang Fota putry nya di galeri hp, Tuan Adinata sangat merindukan putry nya.
"Admaja...sembunyilah sampai saatnya saya akan datang menjemputmu dan mengantarkan kamu menyusul putryku, ternyata kamu orangnya yang melakukan semuanya ini kepada putry saya demi mendapatkan harta yang bukan dari hasil keringatmu. Bersiaplah karena kalau saya sampai datang menemui kamu ditempat persembunyian kamu tidak ada ampun bagimu saya akan cincang kamu sampai tidak berbentuk.
Tega-teganya kamu menghabisi anak gadisku dengan tidak ada prikemanusiaan sedikitpun di hatimu. Terkutuk lah kamu Admaja sampai kapanpun saya tidak akan mengampunimu saya sampah demi nama putryku. Kamu yang memulai jadi kamu juga yang akan menanggung semuanya."
Tuan Adinata menyimpan kembali hpnya kedalam tas karena mereka sudah mau ssmpai. Tidak lama kemudian mobil yang di tumpangi Tuan Adinata dan Criss akhrinya membelok masuk kedalam area restoran, setelah mobil berhenti dengan sempurna seorang pengawal turun dan membukakan pintu mobil untuk Tuan Adinata dan langsung masuk kedalam restoran ternyata kedatangan Tuan Adinata sudah diketahui oleh Manajer restoran jadi manajer menyuruh semua pelayan berbaris menyambut kedatangan Tuan Adinata.
__ADS_1
Saat Tuan Adinata masuk ternyata semua pelayan beserta dengan staf yang lain sudah berbaris rapi didepan pintu. Langsung berikan hormat kepada Tuan Adinata.
"Selamat datang Tuan" ujar mereka semua Tuan Adinata berikan senyum kepada mereka yang hampir tidak terlihat. Manajer dan Criss mereka masuk ke ruang vip setelah itu manajer keluar dan tinggal Tuan Adinata dan Criss didalam.
Sedangkan Admaja masih dalam perjalan menuju ke restoran sibuk dengan pikirannya.
Tidak lama kemudian mobil yang di tumpagi Admaja masuk ke area restoran, walaupun Admaja sudah parkir tapi belum keluar dari dalam mobil Admaja masih memantau tidak lama sebuah mobil mewah masuk ke parkiran dan keluarlah dua orang dari dalam kalau tidak salah itu bos dan asistennya masuk kedalam ternyata yang datang itu adalah klien Tuan Adinata.
Saat tahu klien sudah datang Criss keluar dan menyambut kedatangan kedua orang itu.
"Silahkan masuk Tuan...Tuan Adinata sudah menunggu didalam" kedua pria tersebut hanya tersenyum dan mengikuti langkah Criss masuk kedalam ruang vip.
"Tuan Adinata....saya ingin mengajukan kerja sama dengan Anda jika Anda berkenan asisten saya akan mempresentasikan hasil dan keuntung dalam kerja sama kita, dan juga bahan yang akan kita promosikan di pasaran sangat berkualitas saya Tahu saat ini perusaha-an anda sangat berjaya jadi apa saja yang di promosikan dan di pasarkan oleh perusaha-an Adinata grup pasti laris."
Tuan Baron menjelaskan panjang lebar sedangkan Tuan Adinata hanya nyimak tapi belum buka percakapan setelah Tuan Baron selesai bicara baru lah Tuan Adinata buka suara.
"Silahkan Tuan Baron kita lihat dulu setelah selesai presentasi dan saya lihat dari dana penghasilannya baru saya putuskan karena jika belum ada hasilnya sama saja" ucapan Tuan Adinata membuat Tuan Baron tersenyum karena Tuan Baron baru tahu kalau ternyata Tuan Adinata tidak segampang itu di minta kerja sama dengam perusaha-annya.
__ADS_1
" Baiklah...Tuan" Baron langsung memberikan kode kepada asistenya untuk mempresentasikan, apa yang sudah disiapknya, hampir tiga puluh menit asisten presentasikan setelah itu di kembali duduk.
"Bagaimana Tuan Adinata apakah anda tertarik" tanya Tuan Baron cemas karena takut Tuan Adinata menolak kerja sama, padahal menurutnya tadi penyampaian asisten sudah sempurna.
"Saya setuju Tuan Baron kita kerja sama karena sangat menarik asisten Tuan Baron juga sangat lihai dalam menyampaikannya."mendengar itu Tuan Baron sangat senang akhirnya mereka mulai mrngeluarkan semua berkas untuk tanda tangan kerja sama perusaha-an mereka.
Setelah selesai manajer dan dua orang wasiters datang mengantarkan makanan dan minuman untuk mereka berempat.
"Silakan menikmati Tuan" ujar sang manajer, dan berlalu pergi. Namun saat Tuan Adinata hendak makan matanya tidak sengaja menangkap seseorang yang lagi duduk diluar dengan memakai topi dan masker.
"Loh...bukankah itu kayak sih laki-laki brangset itu , atau saya salah lihat orang tapi mirip sekali dari bentuk tubuhnya tinggi badannya dan juga bekas luka yang ada di keningnya atau jangan-jangan memang dia yang tahu saya disini jadi mengikuti saya tapi karena dia melihat pengawal makanya dia tidak berani masuk. Saya mau keluar juga tidak enak sama Tuan Baron bagaimana kalau itu benaran dia berarti hari ini hari terakhir dia didunia" gumam Tuan Adinata dalam hati.
Hal itu membuat Tuan Adinata gelisa dan di tangkap oleh Criss langsung berbisik ke teliga Tuan Adinata menanyakan ada apa tapi justru Tuan Adinata menyuruhnya melanjutkan makan saja. Tuan Adinata membiarkan Admaja lolos yang penting Tuan Adinata sudah tahu kalau Admaja memang ada disekitarnya.
Sedangkan Admaja yang sedang duduk diluar tidak tahu kalau Tuan Adinata ada pertemuan dengan klien di ruang vip dan sementara lagi di perhatikan dari dalam ruangan.
Namun karena perasaan Admaja merasa kalau ada yang lagi memperhatikannya ia bangkit dari duduknya dan gegas keluar dan masuk kedalam mobil, karena Admaja melihat beberapa pengawal yang berdiri disitu akhirnya dia kembali menghidupkan mobil dan keluar dari restoran Tuan Adniata kembali kehilangan jejak lagi.
__ADS_1
Tidak masalah Admaja lari sampai dimana suatu saat akan ketemu ajalnya juga mungkin hari ini masih hari keberuntungan untuknya