
Plakkkkkk......
Aku kembali melayangkan tangan tepa di pipi perempuan itu, untung sudah malam jadi di koridor agak sepih memang ada yang lewat tapi hanya satu-satu orang dan mereka tidak peduli justru mereka hanya sekali melirik dan jalan terus.
Bisa-bisanya dia bilang kalau ayahnya biadab itu adalah adik kandung ayah, dan anak kandung kakek Adinata pengen tertawa hanya saja aku sudah duluan terlanjur emosi karena dia berani menghina dan mengeluarkan kata-kata kotor untuk kedua baby twins dan Dinda.
"Dasar tidak tahu malu, kalau kamu tidak tahu siapa ayah kamu sebenarnya lebih baik tanya biar aku jelaskan supaya kamu jangan ngaur dan jangan asal bicara banga dengan ayah kamu yang penjahat itu, ayah kamu itu pantas meninggal dan pantas di siksa seperti itu karena sudah membunuh adik kandungku. Kamu ingin tahu siapa ayah kandung kamu sebenarnya, aku akan memberitahu kamu tapi semoga kamu tidak mati berdiri disini karena terkejut dan pasti kamu tidak percaya.
Biar aku jelaskan kepada kamu siapa ayah brengset kamu itu dia hanya seorang anak..." ujarku belum selesai aku bicara Lexza langsung berteriak dan menendang kaki kedua pengawal karena kebetulan kedua pengawal berdiri di dekatnya.
"Cukup jangan kamu menghina ayahku dengan mulut busuk mu itu aku tidak sudih, kamu tidak perlu ngarang cerita ternyata kalian semua sama saja padahal ayahku adalah paman kandung kamu dan aku adalah sepupu kamu tapi bisanya ayah kamu memghianati ayahku dan mengusirnya,sebenarnya harta kamu yang sekarang adalah harta kita bersama jadi aku juga harus mendapatkan lima puluh parsen dari harta yang kamu kelola sahaan ini.
__ADS_1
Tapi kalian keluarga serakah jadi ayah kamu merebut semua harta yang seharusnya menjadi milik ayah Admaja, dan itu adalah bagianku juga.Dasar serakah kalian semua pantas mati, aku akan membunuh kalian semua" teriak Lexza langsung berusaha lari namun kedua pengawal dengan cepat kembali menangkapnya dengan menendang Lexza dari belakang sampai tersungkur di lantai.
"Argh...!"
Aku mendekatinya dan mencemgkar dagunya dengan kencang membut Lexza meringis kesakitan. Aku sengaja menekan tanganku biar dia merasakan sakit yang membuat Lexza makin kesakitan.
"Bagaimana rasanya sakit tidak? Kenapa kamu berusaha lari bukankah kamu ingin mengambil kembali harta yang kamu yakini adalah harta ayah kamu, aku dan ayah ku tidak seperti yang kamu pikirkan, harta ayahku banyak jadi tidak mungkin aku mau merebut apa yang bukan milikku, tapi ingat satu hal aku belum selesai menjelaskan semuanya pada kamu, seharusnya kamu tidak perlu melakukan ini hanya karena ingin balas demdam kamu bodoh tidak tahu masalah seperti apa kamu ikut-ikutan membela kejahatan ayah kamu, ayah kamu bukan ayah yang baik dia seorang penjahat dam satu lagi kamu bukan siapa-siapanya aku jadi jangan berpikir aku ini sepupu kamu karena ayah kamu itu bukan adik kandung ayahku tapi adik tidak tahu jelas asal-usulnya.
Justru Lexza mengelengkan kepala dan menatap aku dengan sinis dia tidak percaya dengan perkataanku, dia pikir aku bohong dengan semua yang sudah aku jelaskan dari tadi dia pikir semua yang aku bicarakan hanya sebuah rekayasa, terlihat jelas di wajahnya menyimpan amarah terhadap aku.
"Kamu pikir aku percaya dengan omong kosong kamu, bisa jadi kakak kamu meninggal karena bukan perempuam yang baik-baik alias perempuan mura**an! sehingga ada orang yang tidak menyukainya dan membunuhnya tapi justru kalian menuduh ayahku yang melakukan semua itu dasar bajingan, kakak kamu pantas mendapatkan itu karena memang setimpal dengan kejahatan yang sudah kalian lakukan terhadap ayah kandungku, sampai kapan pun aku tidak akan mengampuni kalian semua keluarga Adinata terutama Dinda dan kedua anak kamu, aku akan membunuh mereka" ujar perempuan sinting ini.
__ADS_1
Aku pikir perempuam ini sekolah tinggi jadi dia bisa membedahkan mana yang salah dan mana yang benar tapi ternyata aku salah dendam membutahkan mata hati orang ini. Ayahnya meninggal karena kesalahannya dan ayahnya masuk kepenjarah karena kesalahannya juga, tapi justru dia membalikan semua fakta dan dia bilang kalau aku dan ayah yang jahat bicara dengan orang stres susah dia tidak akan paham memang mau kita jelaskan dari A-Z juga dia tidak akan mengerti.
Bukkkkkk....plakkkk!
Sangking emosinya aku sudah tidak tahan lagi dengan perkataannya menghina mbak Hawari ini manusia latnak, berani dia meremdahkan mbal Hawari seorang wanita cantik dan mempunyai harga diri.
"Dasar perempuan hina, kamu pikir mbak Hawari seperti kamu yang menjual diri di hotel, mbak Hawari tidak serendah itu dia wanita yang terhormat jadi jangan sembarang berbicara begitu kalau tidak ingin aku menghancurkan bibir kamu itu, kamu tidal takut menghina seorang putry dari orang terpandang, jangankan kamu menyentuh istri dan anak ku kamu hanya menghina mbak ku saja aku pastikan hidup kamu dalam bahaya, jangan harap aku melepaskan kamu begitu saja kamu harus bertanggung jawab dengan semua perkataan kamu ini" ujarku
Aku sangat jijik dan membenci manusia biadab ini, pengen aku menghabisinya sekarang juga tapi aku masih memikirkan ini di rumah sakit jadi kalau aku habaisi dia disini berarti aku di pandang kejam. Jadi aku harus menyingkirkan dia dari sini agar aku habisi dia di luar saja, aku harus bertemu dengan Dinda dulu sebelum aku memberikan pelajaran kepada perempuan ini.
" Pengawal bawah perempuan ini ke tempat biasa, dan jangan lupa tutup kepalanya jangan sampai dia lepas dari kalian jaga dia baik-baik kalian tidak perlu kuatir karena sudah banyak pengawal disini" ujarku.
__ADS_1
Aku menyuruh pengawal membawah Lexza ke ruang bawah tanah, aku ingin menyiksa dia sebelum aku membunuhnya atau aku masukan kedalam penjarah. Pengawal langsung mengikat tangannya dan menyeretnya pergi sedangkan Lexza memberontak melepaskan diri dari pengawal, mana bisa dia lolos sekarang bukan hanya dua pengawal yang menjaganya tapi lima menyeret dia pergi.