
Gama dan Ririn tidak pandang tempat, mau di keramaian mau di rumah sifat mereka berdua sudah mendarah danging jadi tidak akan hilang kayak Tom, Jerry. Apalagi mereka berdua berdebat soal pasangan Gama, itu adalah bakat terpendam buat Ririn.
Mereka berdua berdebat hanya karena masalah sepeleh, dari tadi disuruh duduk bukannya mereka berdua duduk justru masih berdebat karena gadis-gadis itu. Akhirnya Ririn dan Gama jadi pusat perhatian.
"Memangnya kakak Gama pikir mereka itu bukan gadis-gadis berkelas, ini putry-putry dari orang kaya sama seperti kita juga kakak, hanya saja mereka masih di bawah kita. Jadi kakak jangan bilang kalau kakak tidak selerah dengan mereka karena Ririn yakin kakak pasti dalam hati berharap salah satu di antara mereka datang nyamperi kakak hehehe" ujar Ririn terkekeh.
"Tidak ada satupun diantara mereka menjadi pilihan kakak Rin, mereka mencari pria bukan karena cinta melainkan karena mengincar harta. Sudah banyak wanita seperti mereka datang mendekatiku Rin jadi kakak sudah tahu sifat perempuan seperti apa yang cocok untuk kakak." Ujar Gama.
Kami langsung duduk karena sebentar lagi acara segerah di mulai, sehingga ayah dan ibu di persilahkan duduk di tempat paling depan, aku yang tidal mau duduk di depan sehingga aku duduk di belakang ayah baru di ikuti yang lain.
Banyak mata tertujuh kepada kami apalagi Gama, mungkin karena semua para gadis sudah tahu kalau Gama belum punya pasangan. Sedangkan aku sudah mengandeng istri tercintaku. Biarpun banyak mata memandang tapi tidak ada yang berani mendekat karena ada singa betinaku yang sudah menjaga seperti pengawal jadi mana berani mereka. Kalau ada yang berani mendekat berati gadis itu punya mental sekuat baja.
Malam ini yang datang di acara besar ini, hanya orang-orang kelas atas, para kolage yang bekerja sama dengan perusahaan ini. Sebenarnya kami datang bukan hanya karena teman bisnis tapi karena kerabat dari ayah juga sehingga kam8 semua datang.
Jadi yang datang bukan orang-orang sembarangan begitu juga dengan gadis-gadis yang hadir malam ini.
Dulu aku hampir di jodohkan dengan anak dari kerabat ayah, hanya saja diantara kami berdua tidak ada yang setujuh lantaran, putry dari om Angga sudah punya calon jadi dia tidak menerimah perjodohan itu begitu juga aku sama sekali menolak untuk di jodohkan, untung orang tuan juga tidak memaksa sehingga kami tidak terikat tapi waktu aku dan Dinda mengadakan acara resepsi om Angga dan keluarga besarnya kebetulan ada di luar negeri jadi mereka tidak dapat undangan.
Aku tidak tahu apakah putry om Angga sudah menikah atau belum, tapi aku lihat dia lagi sementara duduk dengan kedua orang tuannya di depan tapi masih sendiri. Bahkan tadi dia sempat melihat aku dan menatap mataku dengan tatapan yang tidak biasa, karena aku lihat dia senyum-senyum terus akhirnya aku mengalihkan pandanganku.
__ADS_1
Acara malam ini berlangsung sangat meriah, saat acara berlangsung tiba-tiba Dinda minta ijin ke toliet, aku ingin mengantarnya namun Dinda melarangku untuk mengikutinya. Karena katanya acara belum selesai jadi tidak baik jika aku meninggalkan gedung.
"Mas, tunggu disini ya Dinda mau ke toilet sebentar soalnya Dinda kebelet mas," ujar Dinda.
"Jangan sayang biar mas antar ya ini sudah malam jangan jalan sendiri takutnya ada apa-apa disana, biar mas temani kamu saja sayang." Ujarku.
"Ya sudah mas kalau begitu yuk kita ke toliet dulu, soalnya acara masih berlangsung jadi tidak enak minta tolong sama Ririn. Ririn sangat serius dengan menyaksikan acara." ujar Dinda
Aku dan Dinda bangkit dari duduk dan langsung menuju ke toilet yang sebelumnya aku sudah menanyakan dimana letak toiletnya.
Setelah kami melalui sebuah lorong akhirnya kami sampai di toilet.
"Iya sayang hati-hati didalam ya kalau ada apa-apa teriak saja biar mas datang, jangan diam saja didalam" ujarku.
Dinda langsung masuk kedalam toilet, karena kebetulan di luar toilet ada tempat duduk sehingga aku duduk sambil membuka hp, ada dua pengawal dan asisten Arfan juga ikut bersamaku jadi kami sama-sama di depan toilet hanya saja aku sendiri yang duduk sedangkan mereka berdiri.
Aku sementara main hp tiba-tiba aku dapat pelukan langsung dapat ciuman satu kali di pipi, membuat aku terperajat karena reflek aku mendorong orang tersebut sampai jatuh.
Bukkkkkkk!
__ADS_1
"Kurang ajar siapa yang tidak punya sopan santun main cium saja" bentakku, untung toilet sepih jadi tidak mengundangp perhatian orang lain.
"Argh.....! Dava...kamu kok tega banget sih mendorong aku, tolongin dong Dav sakit tahu, kamu kanget ya karena tiba-tiba dapat cium dariku."
Ya Tuhan iblis berwujub manusia ini dari mana lagi, kenapa selalu ada godaan dari manusia seperti ini, padahal aku baru saja bergumam tentang iblis berwujud manusoa ini kenapa tiba-tiba muncul di hadapanku.
Aku tidak peduli dengan perkataan perempuan itu, aku langsung menyodorkan tangan ke asisten Arfan dan memberikan sapu tangan dengan minyak aku langsung membesihkan kotoran yang ada di pipiku karena kena hama tadi.
Setelah selesai aku bersihkan pipi ku aku menatap perempuan itu dengan tatapan tajam, aku geram dengan kelakuan perempuan yang satu ini, apakah dia tidak jadi menikah sehingga dia datang kesini mengodah suami orang.
"Aisya sopan ya, jangan sembarang menyentuh aku karena aku paling jijik disentuh oleh perempuan yang bukan siapa-siapanya aku, kalau tadi suami kamu melihat bagaimana, dan satu lagi kamu bisa bangun sendirikan jadi aku tidak perlu membantumu, asisten Arfan tolong bantu nona Aisya untuk bangkit berdiri." ujarku.
"Ah kamu ya Dav tidak perna berubah ya dari dulu, sifat kamu ini yang membuat aku tidak bisa melupakam kamu Dav, aku menyesal menolak perjodohan waktu tapi belum terlambat juga aku sekarang masih sendiri jadi kita bisa kembali bersama, aku tidak jadi menikah dengan calonku Dav karena dia selingkuh.
Aku harap kamu tidak lupa dengan perjodoham itu ya Dav biar kita bisa sambung lagi, oh ya siapa perempuan tadi Dav itu sepupu kamu ya, cantik sekali pasti ini suaminya" ujar Aisya.
Aisya pikir Dinda adalah sepupuku dan suaminya Dinda adalah Arfan, enak aja bilang Arfan adalah suami Dinda.
"Hahah kamu bicara apa? ini bukan lolucon jadi kamu asal bicara, sejak kapan kita menerimah perjodohan dan satu lagi itu urusan kamu mau kamu sudah menikah atau belumnya itu bukan urusanku. Dan sebenarnya aku sudah....."
__ADS_1
"Mas.....!?