
Akhirnya aku memutuskan untuk pulang kerumah karena aku sudah sangat sakit hati dengan Dea dan Dinda, setelah aku sampai dirumah aku langsung membuang diri ini di sofah ruang tengah, aku menahan emosi ku saat di restoran.
"Argh.....kurang ajar kalian berdua anak kurang ajar"
Brakkkkkk!
Sangking emosinya aku menghempaskan semua barang-barang yang ada di ruang tengah kurang ajar kalian berdua ya, berarti tidak salah aku mau membunuh kalian berdua, dasar anak tidak tahu diri berani sekali kalian merendahkan aku didepan banyak orang bahkan didepan Ogen sendiri.
Apakah aku benaran ibu yang jahat, bukankah mereka harus bersyukur karena aku sebagai ibu yang baik untuk mereka selama ini, mehirkan mereka membesarkan sampai menyekolahkan tapi kenapa mereka sampai memperlakukan aku kayak orang lain. Padahal selama ini aku melakukan semua itu karena aku ingin mereka menjadi anak yang berguna menghasilkan uang yang banyak. Untuk apa aku cape melahirkan dan membesarkan mereka kalau ujung-ujungnya mereka durhaka terhadap aku.
Tekad ku sudah bulat untuk membunuh kedua anak itu kalau kedua suaminya macam-macam sekalian melenyapkan mereka dari muka bumi ini.
Aku yang hendak pergi ke kamar mendengar suara mobil anak kurang ajar itu pulang, membuat emosiku semakin menjadi.
Aku kembali duduk menunggu mereka datang, saat mereka masuk mereka berdua sama sekali tidak menyapah aku. Justru mereka berdua berlalu pergi akhirnya aku memanggil mereks
Dea sini kamu" teriakku dan langsung aku tarik tanganya dan memberikan satu tamparan tepat di pipi membuat Dea hampir jatuh tapi untung suaminya secepat menangkap tubuhnya.
__ADS_1
Plaaaakkk...!
Tapi yang membuat aku sangat terkejut dan tidak menyangka, selama ini aku pikir Tahir adalah mantu yang baik dan penurut malam ini aku di buat terkejut, karena dia berani melayangkan satu tamparan keras di pipiku mungkin karena tamparan laki-laki sampai kepalaku pusing. Untung ada Maya entah pelayan rendahan itu dari mana kok bisa tiba-tiba dia ada menahan tubuhku yang hampir saja terjatuh ke lantai.
Plaaaak...!
"Kurang ajar kamu ya, jangan seenaknya menampar istri saya kalau ibu tidak mau tangan ibu itu saya patahkan, selama ini ibu saya diam bukan berarti saya tidak bisa melawan tapi saya menghargai ibu sebagai mertua, tapi sekarang jangan coba-coba melakukan kekerasan kepada istri saya nanti ibu berurusan dengan saya."
"Oh, berani kamu mebampar saya ya sebagai ibu mertua kamu, he....dia putry saya, saya yang mengandung dan melahirkan sampai membesarkannya, jadi terserah saya mau apakan dia, kamu itu hanya suaminya tidak punya hak."
Astaga...aku yang mendengar perkataan Tahir terkejut, aku tidak menyangka tahir semarah itu sama aku, apakah tadi sih Dinda menghasut mereka berdua makanya mereka berdua berubah begini apalagi tahir. Saat kami bersih tengang, datang Lexza dan Kenedy di susul kedua tua bangka itu dengan istrinya.
"Wah...mas sepertinya ada pertunjukan hebat lagi mas, sudah lama loh aku tidak melihat drama, ada apa lagi Dea dengan perempuan ini dia marah lagi sama kamu, hajar saja sampai babak belur jangan biarkan mulut kotornya itu menghina kamu," ujar perempuan gila itu bukannya menasihati Dea untuk meminta maaf sama aku justru diamengajari Dea untuk makin membangkang.
Astaga memang si tua lapuk satu ini sudah tahu suasana sudah panas justru makin di komporin lagi kurang ajar benar.
"He....tutup mulut busukmu itu ya jangan jadi kompor disini, bikin panas suasana seharusnya kamu sebagai bibinya ngajarin Dea menjadi anak yang nurut sama orang tua jangan menjadi anak yang membangkang." ujarku.
__ADS_1
"Hahaha....kamu tidak salah bicara begitu, terus gunanya kamu sebagai ibu kandung apa? Bukankah ini ajaran kamu jadi terimah saja apa yang sudah kamu tanam itu juga yang kamu tuai, kok jadi aku yang kamu suruh ajarin Dea kamu saja tidak becus jadi ibu untuk mengurus mereka, tapi bagaimana kamu bisa ngurus anak, kerja kamu hanya cari brondong untuk memuaskan hasrat kamu sih, jadi maklum janda tua butuh belaian."
"Deg....kurang ajar sih Lya tahu dari mana aku sama brondong, bukankah yang tahu hanya Dea dan Tahir tidak mungkin kan secepat itu mereka beritahu Lya" gumam ku dalam hati.
"Kamu pasti kaget kan aku tahu dari mana kamu punya brondong? hehehe..aku tidak tahu dari siapa-siapa tapi aku lihat dengan mata kepala sendiri, seorang janda katanya berkelas menjunjung tinggi harga diri ternyata sangat rendahan, aku baru tahu mantan istrinya mas Evan murahannya tidak hilang-hilang ya, tapi mau bagaimana lagi itu memang sudah tabiat dari semenjak masih mudah jadi sampai tua juga tetap terbawah tabiat itu"
Aku tidak terima di hina begitu oleh Lya jadi aku hendak melayangkan tamparan di pipinya, namun dengan kasar tangaku di pengang oleh Lya baru di berikan satu tamparan keras di pipiku astaga tadi Tahir sekarang Lya padahal pipiku saja belum sembuh dari sakit sekarang tambah lagi.
"Jangan coba-coba tangan kotor kamu itu menyentuh aku, kalau tidak tempatmu ada diluar sana dengan kaki tangan kamu sudah aku patahkan, jangan kamu pikir aku takut sama kamu karena sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan kamu lolos kalau berani menyentuh aku lagi"
Setelah sih Lya selesai bicara dengan tidak merasa bersalah sedikit pun dia langsung masuk kekamar meninggalkan aku berdiri sendirian di ruang tengah, karena Lexza dan Kenedy tidak menyapah sama sekali padahal mereka melihat aku di tampar dan di rendahkan tapi justru mereka berdua gegas pergi ke kamar mereka.
Dea dengan Tahir sudah masuk kekamar juga kurang ajar mereka, berani sekali memperlakukan aku begini lihat saja nanti kalian akan menyesal memperlakukan aku begitu.
Karena sudah tidak ada orang di ruang tengah akhirnya aku gegas ke kamar, lagian aku juga rencana mau membuka brangkas untuk mengambil uang karena aku mau berikan kepada mas Ogen, dan semua sertifikatnya mau aku titipkan kepadanya untuk di simpan,
Tapi aku harus mandi dan bersiap dulu baru lah aku buka brangkas, sebenarnya aku sudah sangat lelah dengan semua ini, lelah pikiran apalagi baru sekesai di tampar, aku emosi dan mulai ada rasa timbul benci dengan semua orang yang tinggal disini yang sama sekali tidak peduli sama perasaanku.
__ADS_1