
Nadia terkejut melihat aku sudan berdiri didepan pintu dan menatapnya, aku juga ikut terkejut karena kami sama-sama membuka pintu, Dinda juga keringatan dan ada topi di tangan. Namun Dinda menyembunyikan topi ke belakang sangat mencurigakan, dari mana Dinda sebenarnya.
"Ma....mas..sudah bangun masih jam segini. Terus mas bukan pintu mau kemana tumben keluar jam segini?" Ujar Dinda gugup.
"Iya sayang kamu dari mana jam segini tumben kamu keluar kamar, selama ini kamu tidak perna pergi begini kamu dari mana sayang sampai keringatan begini, dan kenapa ada topi segalah di tangan kamu sayang. Mas keluar karena hendak mencari kamu soalnya pas mas bangun kamu tidak ada jadi mas cari kemana-mana tapi mas tidak menemukan mu makanya mas keluar untuk mencari kamu ?" Tanyaku.
"Ma...maaf mas tadi Dinda ada keluar sebentar joging karena selama ini Dinda jarang jonging tadi Dinda di taman belakang mas, mas tidak marahkan? Dinda ingin membangunkan mas tapi Dinda tidak tega melihat mas tidur nyenyak sekali." ujar Dinda
Walaupun Dinda katanya jonging tapi dari gerakan tubuh dan tatapan pas mengatakan kalau Dinda jonging sepertinya ada sesuatu yang Dinda sembunyikan, karena ini sejarah Dinda keluar kamar subuh, selama kami disini dia tidak perna keluar tanpa ijin dariku, hanya satu kali saja Dinda keluar tanpa pengetahuan aku dan yang lain waktu Dinda datang menolong kami.
Atau jangan-jangan Dinda memdengar perkataan ku semalam bahwa aku yang akan membunuh Emelia, tapi Dinda sudah tidur dan bahkan Dinda tidak tahu soal pesan itu masa Dinda mendengar perkataanku. Tadi aku bangun hp juga masih di nakas atau itu hp ku.
Masih tanda tanya besar dalam diriku ini, karena jujur aku tidak percaya bahwa Dinda baru pulang jonging tapi dari mana. Aku yakin dia baru pulang melakukan sesuatu hal yang tidak biasa sehingga Dinda menyembunyikan dariku.
"Kenapa kamu tidak membangunkan mas sayang kalau mau jonging, dan kenapa jonging harus pakek topi sayang bahkan ada masker juga. Masuk dulu ke kamar sayang ada yang ingin mas tanyakan ini sangat serius"? Pintahku dan Dinda juga langsung masuk kedalam kamar.
__ADS_1
Dinda juga hendak ke kamar mandi karena sudah jam eman pagi katanya Dia kecapean, jadi setelah selesai mandi langsung istirahat. Aku tidak banyak tanya karena aku tahu Dinda belum ingin berkata jujur, tapi aku sangat yakin bahwa Dinda menyembunyikan sesuatu dari aku.
Katanya cape tapi aku coba membujuknya kalau Dinda menolak tidak masalah tapi kalau tidak itu lebih bangus, karena si joni sudah mulai bangun.
"Sayang kita mandi bareng aja yuk, biar sekalian soalnya mas pengen bisa tidak sayang? semalam mas pengen bangunin kamu sayang tapi mas kasian melihat sayang sudah pulas kali tidur jadi mas tidak tega membangungkan kamu sayang mau ya" ujarku membuat Dinda tersenyum.
"Baiklah mas kalau begitu boleh tapi pelan-pelan ya, seharusnya mas bangunin Dinda aja tidak perlu takut jadi Dinda merasa bersalah karena tidak memenuhi kewajiban Dinda sebagai seorang istri."
Tidak masalah sayang jangan salahkan dirimu karena sebenarnya mas yang salah, sudah jam sembilan tapi bukannya istirahat justru kembali sibuk dengan pekerjaan sehingga tiba-tiba menginginkan dirimu sayang," ujarku
Semoga semua pria diluar sana, bisa menjadi suami yang baik dan suami siaga untuk menjaga dan melindungi istrinya dari bahaya, dan bisa menjaga perasaan istrinya yang terutama adalah saat bercinta dengan istri harus berikan kepuasan dan kenikmatan kepada istri agar tetap nyaman bersama kita.
Aku melakukan dengan lembut sehingga Dinda merasakan nikmat dan mengeluarkan suara erengan halus keluar dari bibirnya membuat aku makin mengila. Dinda juga sudah satu kali tapi justru Dinda belum puas jadi dia minta tambah, membuat aku makin semangat memberikan kenikmatan kepadanya, kami mandi dari jam enam karena kami merasakan surga dunia sehingga kami lupa waktu, tidak terasah waktu terus berputar sehingga sudah jam tujuh sedangkan kami berdua belum mandi.
"Sayang kamu sudah puas belum, mau minta nambah lagi tidak? Atau sayang sudah capek kalau sudah kita mandi sekarang sudah jam tujuh sayang sebentar lagi sarapan pagi ayah juga katanya ingin bicara sesuatu entah apa yang ingin ayah bicarakan." ujar ku.
__ADS_1
"Sudah mas, makasih ya mas sangat hebat membuat Dinda terbuai sampai Dinda tidak menyadari sudah jam tujuh cepatlah kita mandi mas, jangan sampai ayah dan ibu menunggu kita di meja makan hehehe...ini sudah menjadi penyakit kita selalu terlambat. Untung ayah dan ibu tidak perna marah kalau kenah mertua lain mungkin setiap hari Dinda kena omelan terus dari mertua" ujar Dinda terkekeh.
Kami segerah menyelesaikan tugas mandi kami, dan langsung keluar dari kamar mandi Dinda langsung menyiapkan pakian ku, setelah itu Dinda juga menyiapkan pakiannya, karena hari ini Dinda katanya mau keluar sebentar sebenarnya aku kuatir dengan Dinda tapi Dinda menyakinkan aku kalau Dia tidak kenapa-kenapa.
Tadi aku ingin menanyakan perihal dari mana Dinda tadi tapi karena, sudah terlambat akhirnya aku urungkan nanti saja setelah pulang dari kantor malam baru aku menanyakan hal itu karena kalau aku menanyakan sekarang rasanya waktu tidak tepat.
Setelah kami selesai bersiap aku dan Dinda keluar dari kamar dan menujuke ruang makan, teenyata benar ayah sudah duduk disana bersama ibu, Ririn dan Gama menatap kami berdua sambil tersenyum. Aku tahu Ririn dengan Gama ingin mengomentari sesuatu tapi karena posisi sekarang kami di meja makan jadi Ririn dan Gama takut kenah marah dari ayah.
"Pagi semuanya" ujar ku bersamaan dengan Dinda.
" Pagi anak ibu..yuk sarapan.
Kami langsung sarapan dalam diam tidak ada pembicaraan di antara kami semua, hampir dua puluh menit kami sarapan setelah selesai sarapan kami kembali ke ruang tengah dan duduk disana.
Baru saja aku dan Dinda membuang bokong kami di sofa Ririn langsung mulai, katanya masih pagi-pagi rambut Dinda basah membuat mata Dinda memerah karena malu, Dasar Ririn anak kurang ajar hehehe masih pagi-pagi sudah ngejek.
__ADS_1