Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
355


__ADS_3

Bukan hanya aku yang mengejek Aisya, tapi Gama juga ikutan mengejeknya bahkan sudah mulai banyak tamu undangan yang berdatangan jadi kami menjadi tontonan. Om Angga juga sudah mulai marah tapi aku tetap santai aku ingin melihat reakasi om Angga seperti apa.


"Hehehe ternyata derajat putry nya om rendah sekali ya, kalau ini adik ku atau putry ku mungkin aku sudah membunuhnya, atau mungkin ini ajaran dari orang tua juga makanya anaknya seperti ini" ujar Gama tapi justru tidak di tanggapi oleh om Angga justru Aisya yang marah mendengar perkataan Gama.


"Hahaha...bilang aja kamu juga sebenarnya tertarik juga sama aku, tapi aku justru memyukai kakak kamu makanya kamu iri danberkata begitu jujur aja" ujar Aisya.


"Cuiiii! Jijik pede sekali nona Aisya biarpun aku di kasih gratis maaf aku tidak sudih."ujar Gama seketika membuat wajah Aisya merah merona karena marah." ujar Gama, karena Aisya merasa tidak sanggup melawan Gama akhirnya Aisya membalas kata-kata ku tadi.


"Dav!....jaga kata-kata kamu ya, apa begini attitude seorang Tuan muda yang terhormat saat berbicara dengan seorang gadis, tidak ada sopan sama sekali, aku ini bukan wanita murahan seperti yang kamu katakan Dav, tapi aku ini seorang gadis terhormat yang belum perna di sentuh oleh siapapun! jadi jaga ucapan kamu Dav, istri kamu itu seberharga apa sehingga kamu begitu menjunjung tinggi harga dirinya. Palingan anak yang di lahirkan itu bukan anak kamu tapi dengan hubungan gelap istrimu dengan pria lain, jadi kamu Dav jangan jadi pria bodoh yang mau di bodohi oleh istrimu itu, Aku tahu istri kamu itu menikahi kamu karena hanya mengincar kekayaan kamu saja bukan benar-benar mencintai kamu." Ujar Aisya.

__ADS_1


Plakkkk...!


Baru saja aku ingin membantah perkataan Aisya terhadap Dinda, kami semua di kejutkan dengan kemunculan ibu Riska baru kali ini aku melihat ibu Riska semarah ini sampai menampar Aisya. Ya jadi setelah ayah mertua sah menikah dengan tante Riska aku tidak memanggil tante Riska dengan sebutan tante lagi tapi sebutan ibu mertua, aku juga tidak keberatan tapi ibu Riska dari mana perasaan ibu Riska lagi ngobrol dengan ibu dan teman-teman perempuan lainnya termasuk bibi kok bisa ada disini.


"Jaga mulut kotor kamu itu ya menghina putry saya, jangan sampai saya membuat kamu menyesal seumur hidup, berani sekali wanita murah seperti kamu menilai putry saya seperti itu ngacah dong kalau kamu di bandingkan dengan putry saya kamu tidak ada apa-apanya, karena hanya wanita yang terhormat ya tidak ingin merebut suami orang, apa seperti ini yang di ajarkan oleh orang tua kamu untuk menjadi seorang perempuan remdahan, heran ya cantik-cantik tapi pelakor." Ujar ibu Riska.


"Hey! siapa kamu, berani menampar putry saya lancang sekali anda nyonya berkata begitu terhadap putry kesayangan saya, asal anda tahu nona putry saya adalah wanita yang berkelas, banyak sekali pria yang mendekatinya tapi justru dia menolak hanya karena cintanya kepada nak Dav. Walaupun nak Dava sudah punya istri tapi bisa kok nak Dava punya banyak istri kalau nak Dava ingin, jadi anda tidak berhak melarang nak Dav." Ujar om Angga.


Cuihhhh! Sangat menjijikan orang tua ini dengan putry nya bukan kah, putry nya sudah balak-balik tidur dengan banyak pria demi memenuhi keinginan jahat ayahnya. Dan sekarang bilang putry nya sangat terhormat om Angga pikir aku tidak punya bukti dan juga tidak tahu seperti apa juga om Angga selingkuhi istrinya di luar aku juga punya semua buktinya tapi sayang istrinya tidak ikut, tapi aku punya ide biar kapok nih tua bangka dengan putry nya.

__ADS_1


"Maaf om sudah kesekian kali Dava tekankan kalau Dava tidak ingin menikah lagi, karena Dava sangat mencintai istri dan anak-anak Dava, dan kalau pun Dava menikah lagi bukan dengan Aisya karena Aisya bukan level Dava om jadi tolong berhenti halusi nasi karena sampai kapan pun Dava tidak akan menikah dengan Aisya, dan satu lagi benar kata ibu Riska tadi kalau Aisya wanita berkelas seperti yang om katakan, mana mungkin Aisya ingin menghancurkan rumah tangga orang lain tidak mungkin kan om?.


Dan kamu nona Aisya istri saya adalah wanita berkelas dan terhormat jadi stop memfitnah dia jangan sampai saya menjobloskan kamu ke penjarah tapi biasanya orang yang suka menfitnah itu dia hanya ingin menutupi aibnya dari orang lain. Supaya orang lain tidak tahu kalau ternyata hidupnya lebih buruk dari pada orang yang dia fitnah."


Aku langsung gegas pergi meninggalkan om Angga dan Aisya masih berdiri di tempat saat aku hendak pergi Aisya hendak memengang lenganku tapi aku memghindar jadi tidak sempat memengang tanganku, aku harus menyapah tamu uandang yang lain dari pada aku mengurus kedua manusia tidak ada kepentingan disini. Lebih baik aku tinggalkan mereka dan menyapah tamu terhormatku.


Karena sudah mulai sore sudah jam setenga lima sore jadi sudah banyak tamu undangan akhirnya mc mulai acaranya,


"Assalamualaikum....! Para tamu undangan yang terhormat yang berbahagia , selamat datang di acara besar keluarga Adinata di tempat ini, kita harus tahu bahwa nona muda keluarga Adinata baru saja melahirkan dua orang cucu yang imut bagi keluarga besar Adinata dan keluarga besar Winata, yang pasti kedua keluarga besar Winata dan Adinata merasakan kebahagiaan yang luar biasa khususnya bagi Tuan muda dan nona muda, yang sudah Tuhan percayakan kepada nona muda dan Tuan muda kedua malaikat kecil yang cantik dan yang tanpa.

__ADS_1


Hari ini kita semua patut merasakan kebahagiaan yang di rasakan oleh kedua keluarga besar ini, karena selama satu minggu nona muda dan kedua anaknya keluar dari rumah sakit dengan sehat walafiat, jadi sekarang saya mempersilahkan kedua keluarga besar untuk maju ke atas panggung, memberikan sepata dua kata."


Mc memanggil kami semua ke atas panggung tapi yang naik hanya ayah Adinata, ibu, ayah mertua dan ibu Riska di tambah aku dan Dinda. Kami berenam naik ke atas panggung dan awalnya mc mempersilahkan ayah yang bicara, tapi justru ayah menyuruhku katanya ini adalah acaraku jadi aku yang harus lebih banyak bicara, seharusnya ayah dan ayah mertua tidak perlu naik katanya cukup aku dan Dinda saja yang naik.


__ADS_2