Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
384


__ADS_3

Perjalanan kali ini lumayan jauh dan memakan waktu tidak sebentar tapi aku harus semangat agar semua berakhir dengan baik, akhirnya kami berangkat setelah tidak ada pertanyaan dari Gama haha....selama perjalanan aku masih memberikan arahan kepada Gama dan yang lain yang ikut satu mobil denganku.


Untuk tetap hati-hati saling melindungi satu sama lain, hanya rombongan kami aja sudah tiga puluh lebih apalagi rombongan dari markas aku yang aku dengar dari ketua Heri. Hanya lima puluh pengawal yang ikut tapi yang tinggal tetap menunggu jika ada perintah untuk datang membantu mereka segerah meluncur. Kalau lima puluh tambah tiga puluh enam berarti delapan puluh enam kami semua tidak tahu kalau ayah dan ayah mertua datang dengan berapa pengawal lagi, karena sekarang kami sudah sama pak Reno dan Rafa.


"Pak Erik nanti sama pak Reno dan ketiga pengawal setelah sampai di markas tolong perhatikan kembali ketiga orang itu dan pengawalnya barulah kita ke hutan kramat, karena kita tidak ikut jalan yang melalui hutan kramat kita melalui jalan lain aja, nanti baru kita sama-sama dari markas lagi ke hutan kramat. Karena kalau kita melalui hutan kramat bisa jadi kita langsung di serang oleh mereka dan pada akhirnya kita tidak jadi ke markas." pintahku.


"Maaf kakak tidak sebaiknya kita tunggu aja di pinggir hutan biar semua rombongan dari markas datang agar kita ketemu di sini saja? nanti kalau kita sudah mengalahkan mereka semua baru lah kita ke markas bersama ketua Heri aja biar tidak dua kali bolak-balik kita . Dan satu lagi kalau kita kesana makin lama dan makan waktu lagi karena kenapa? Karena pasti ada aja yang akan kita lakukan disana jadi saran Gama, kakak. Lebih baik telpon lagi ketua Heri dan memberitahukan kepada rombongan mereka untuk bersiap menyurul kita saja ke hutan kramat, tapi itu pun kalau kakak setujuh hanya saran saja" ujar Gama.


Kalau aku pikir- pikir ada benarnya juga kata Gama, kami menempuh perjalanan aja memakan waktu sekitar dua jam itu pun kalau cepat, jadi untuk apa kami harus bolak-balik ah lebih baik ganti rute jalan aja deh biar aku telpon ketua Heri aja. Masalah di hutan kramat hari ini juga harus tuntas biar tidak ada lagi yang merampok di tengah hutan itu.


Aku menyuruh asisten Arfan untuk menghubungi ketua Heri. Menyampaikan perihal kami tidak jadi ke markas jadi ketemu saja di hutan baru sama-sam masuk kedalam hhtan.


"Pak Erik tolong hubungi Ketua Heri, dan menyampaikan kepada ketua Heri bahwa kita ubah rencana mau ke markas dulu, jadi suruh mereka bersiap untuk datang kesini. Dan kita ketemu saja di tengah hutan kramat karena kalau kesana nanti bolak-balik lagi dan makan waktu " ujarku.

__ADS_1


"Siap Tuan muda" ujar pak Erik. Dan langsung mengeluarkan hpnya dan menghubungi ketua Heri.


"Hallo ketua Heri ada pesan dari Tuan muda tòlong siapkan semua anggota untuk datang ke hutan kramat saja karena Tuan muda tidak bisa kesana, kita selesaikan masalah di hutan kramat baru lah kita sama-sama kembali ke markas. Karena kita butuh waktu sangat banyak untuk membasmi semua penjahat yang ada di hutan itu." ujar pak Erik.


"Baik Tuan Erik, kami segerah berangkat kesana dan kita bertemu disana saja tapi, tolong beritahu Tuan muda agar jangan masuk kedalam hutan dulu sebelum kami sampai biar nanti kita sama-sama masuk aja, kalau hanya sedikit yang masuk kedalam takutnya ada yang terluka" jawab ketua Heri.


"Baik ketua Heri." Ujar pak Erik


"Tuan muda kita ganti rute jalan saka sekarang kita melewati hutan kramat saja untuk bertemu di hutan kramat aja kata ketua Heri sekarang ketua Heri bersama semua anak buahnya bersiap untuk berangkat" ujar Pak Erik.


Hampir dua jam kami menempuh perjalanan akhirnya sampai juga di ujung hutan, sebelum kami masuk kedalam aku kembali menyuruh pak Erik untuk menghubungi ketua Heri apakah sudah sampai belum, dan ternyata ketua Heri dan anak buahnya sudah sampai dari tadi tapi menunggu kabar dari kami agar kami masuk sama-sama kedalam dan mengepung mereka semua.


"Tuan muda saatnya kita bersiap untuk masuk kedalam ingat semua pengawal dan yang lain waspada karena sepanjang kita masuk banyak sekali kejahatan di dalam, siapkan apa yang sudah disiapkan" ujar pak Erik.

__ADS_1


Mobil yang aku tumpangin di tengah dua mobil pengawal bersama dengan ketiga penjahat itu sedangkan berapa mobil lagi di belakang kami, sebenarnya dengan motor enak juga tapi ayah tidak ijinkan jadi aku ikut saja.


Selama masuk masih aman belum ada yang bergerak mobil kami melaju menelusuri hutan itu dan saat mendekati pertengahan hitan tiba-tiba kami di kejutkan dengan sebuah pohon besar tumbang di tengah jalan, jelas kami harus turun untuk menyingkirkan pohon itu. Tapi aku tahu ini hanya jebakan bisa jadi mereka sudah tahu kalau kami datang kesini atau memang benar pohon tumbang.


Pak Erik yang hendak turun aku menahannya, karena aku ingin menunggu apa yang terjadi selanjutnya kami tunggu sudah lima menit tapi tidak terjadi apa-apa. Akhirnya pak Erik dan beberapa pengawal hendak turun untuk menyingkirkan pohon itu namum belum sempat mereka turun kami di kangetkan dengan bunyi tembakan.


Dorrrrrr....dorrrrrrr!


Seketika pintu yang mobil yang sempat di buka langsung di tutup kembali oleh pak Erik, begitu juga pengawal yang lain kami semua terkejut sehingga aku berteriak untuk semua kembali masuk kedalam mobil.


"Bersiap dan semua kembali masuk kedalam mobil jangan sampai ada yang di luar, pak Erik tutup pintunya" teriakku.


Ada sebuah peluruh meleset depan mobil hampir sedikit kaca depan kami hancur tapi aku tetap tenang jangan panik takutnya semua panik.

__ADS_1


"Semua masuk kedalam mobil dan tenang jangan ada yang bergerak keluar karena ternyata mereka sudah mengetahui rencana kita dan bisa jadi mereka juga sudah persiapkan dengan matang"


Benar saja belum selesai ngomong bunyi tempakan bersahutan, untuk mobil-mobil ini sudah di bekali dengan anti peluruh jadi masih pada tenang semua hanya saja, kami harus terpaksa keluar untuk menyerah mereka kalau di biarka bisa habis kami.


__ADS_2