
Katanya Aisya jijik dengan pengawal karena pengawal rendahan, nah apa perempuan ini amnesia atau bagaimana baru saja pengawal mengatakan kalau dia sangat jijik dengannya kok lupa ya. Dia pikir pengawal tidak jijik dengannya yang sudah di jama oleh banyak pria. Semoga Aisya tidak penyakitan takutnya Aisya menderita penyakit sehingga menular nanti ke pengawal, tapi itu tidak penting kalau kena penyakit itu soal belakang yang penting sekarang harus lepaskan kepuasan dulu.
Aku langsung perintahkan keempat pengawal itu untuk bercinta dengan Aisya dan ibunya aku tidak peduli teriakan dan makian, karena aku sudah kebal dengan hal semacam itu, saat aku melihat keempat pengawal itu mulai melepaskan semua pakian Aisya dan ibunya kami keluar dari ruangan dan membiarkan mereka bermain sesuka hati, aku berikan satu jam nanti setelah lewat satu jam baru lah kami masuk lagi kedalam.
Aku bilang satu jam dulu, sispa tahu saat mereka disuruh berhenti justru mereka belum puas sehingga mereka tidak ingin berhenti bercinta.
Namun biarpun kami di luar tapi suara teriakan dan erengan sangat terdengar dengan jelas, suara erengan Aisya yang sangat menikmati permainan dari pengawal, Aisya tidak ada teriakan lagi justru yang ada suara kenikmatan yang di keluarkan oleh istrinya om Angga dan Aisya. Ternyata mereka berdua menikmati juga permainan keempat pengawal itu, baguslah aku mau lihat seperti apa om Angga semoga om Angga tidak mengidap rewayat penyakit jantung.
Beda hal dengan kedua wanita itu yang saat ini terbuai dalam kenikmatan. Justru om Angga berteriak histeris sambil mengeluarkan kata mutiara mengumpeti aku dan ayah. Bodoh amat maki disitu aku tidak peduli, nanti juga om Angga akan diam dengan sendirinya kalau sudah cape.
Selepas satu jam lewat kami semua kembali ke dalam, ternyata Aisya dan ibunya sudah tidak berdaya salah satu dari keempat pengawal itu mengalami kelainan yaitu hipersek***al atau gangguan yang mengakibatkan tidak bisa menahan hasrat dan melakukan hubungan berlebihan karena tidak puas dengan bercinta hanya sebentar saja.
Tapi karena pengawal ini mengalami kelaian sehingga saat dia berhubungan harus menyiksa lawannya dulu baru bisa terpuaskan. Hal itu lantaran membhat Aisya dan nyonya Angga tidak berdaya bahkan ada sedikit bercak darah di bagian bawah Aisya, karena pakian Aisya belum pakek jadi aku sempat lihat.
Dalam ilmu kedokteran jiwa, mereka yang terpuaskan nafsu atau hasrat sek**alnya dengan menyiksa pasangan sek**alnya disebut sadisme, dan mereka yang terpuaskan nafsu atau hasrat sek**alnya dengan disiksa oleh pasangan sek**alnya disebut masokisme. Bila ada kepuasan antara yang menyiksa maupun yang disiksa, maka hubungan itu disebut sadomasokisme.
__ADS_1
Karena itu yang di alami oleh pengawal sehingga dia menyiksa Aisya dan ibunya sampai memar di sekujur tubuhnya, bahkan wajah Aisya banyak bekas luka karena tamparan dan penyiksaan dari pengawal itu, aku sangat prihatin dengan Aisya dan ibu nya tapi aku sudah kesal jadi aku tidak peduli. Lagian Aisya juga sepertinya sangat menikmati dengan permainan itu.
"Wah...puaskah nona Aisya atas jamuan aku? seharusnya anda bersyukur karena aku sudah berbaik hati sehingga aku berikan kepuasan kepada anda dan nyonya Angga, bagaimana nyonya Angga puas dengan permainan tadi? Kasihan ya nyonya mau menikah dan setia dengan pria biadab seperti dia yang tidak perna setia dengan anda. Maaf jika aku memperlakukan nyonya begini tapi ini adalah dosa perbuatan dari suami dan putry anda nyonya, aku tahu nyonya adalah istri dan ibu yang baik tapi maaf aku tidak bisa membebaskan kalian."
"Bajingan kau Dava, aku bersumpah aku akan membunuh kamu dan keluarga kamu kalau sampai aku keluar dari sini, ingat sumpah dan janjiku aku tidak akan mengampuni kamu atas apa yang sudah kamu lakukan kepada aku dan keluargaku, kamu tahu tidak Dav! aku memang memcintai kamu tapi itu dulu sedangkan sekarang yang ada dalam pikiranku hanya kebencian yang mendalam di hati ini jadi sampai kapan pun aku tidak akan memaafkan kamu dan aku pengen suamu saat aku membunuhmu."
"Hey....nona Aisya lihat tuh dirimu dan perbaiki pakianmu, malu tahu di lihat banyak orang biar aku kasih tahu kamu ya biar kamu persiapkan mental kamu, karena kejadian hari ini belum seberapa jadi jangan berpikir untuk bebas dari sini karena sampai ajal menjemput kalian, tempat kalian tetap disini, pak Erik bereskan semuanya siksaan hari ini cukup masih ada beberapa hari lagi" pintahku.
Aku langsung beralih pandangan ke arah om Angga yang sudah dari tadi menahan emosinya, tapi tidak bisa tersalurkan sehingga membuat wajahnya merah seperti kepiting rebus, aku kembali menas-manasin agar semakin menahan emosi siapa tahu langsung jantungan dan meninggal.
"Hay om Angga bagiamana menyaksikan istri dan putry anda di perlakukan seperti itu, sakit tidak? Oh aku yakin om Angga tidak perna merasakan sakit karena om juga bukankah selama ini menjual putry om hanya untuk kekayaan jadi tidak masalah bukan? Sekali-sekali berikan gratis untuk pengawal yang mengabdi dengan anda bertahun-tahu.
Lagian tadi aku tidak salah dengar kalau om sudah tiga bulan tidak berikan gaji untuk mereka, aduh..
Kasian ya om sudah jatuh ketimpah tangga lagi, makanya om jadi orang itu jangan serakah jadinya kena karma, aku pergi dulu ya om selamat menikmati, ingat permainan ini tidak seberapa tunggu siksaan selanjutnya, dan satu lagi perusahaan anda sudah aku akuisisi karena waktu kita kerja sama anda sudah main curang."
__ADS_1
"Tidak....! Jangan Dava, om mohon jangan lakukan itu"
Aku sudah tidak menghiraukan teriakannya terhadapku tapi aku berbalik dan keluar dari ruangan aku menyuruh pak Erik dan yang lain kembali membersihkan kekacauan tadi keempat pengawal itu di kembalikan ke dalam tahanan, namun ada yang meminta untuk di satukan dengan Aisya, aku yang mendengar aku menyetujui mereka jadi mereka berempat satu sel dengan Aisya, aku yakin belum satu bulan Aisya hamil tapi tidak tahu siapa ayah dari anak itu.
"Tuan bolehkah kami satu sel aja dengan nona Aisys"
"Silahkan berikan kepuasan kepada nona Aisya." Kalau di lihat dari caraku mungkin banyak yang mengira aku pria kejam, sampai memperlakukan seorang gadis begitu, tapi itu belum seberapa dia sudah melakukan banyak hal terhadap aku dan keluargaku, jadi untuk apa aku mengampuni orang seperti ini.
Setelah aku sampai di luar aku masih mendapati ayah, Dinda dan Rara lagi asyik berbincang. Aku langsung mengajak Dinda pulang saja, nanti pak Erik pulang dengsn yang lain, bahkan aku menyuruh pengawsl mengantar pulang Rara ke rumahnya.
"Ayah pulang bareng Dava atau masih menunggu? Sebaiknya sekretaris Criss aja antar pulang nona Rara saja ayah, kan mereka juga satu arah dari pada pengawal bolak-balik" ujarku.
"Iya kamu benar Dav nanti sekretaris Criss aja yang mengantar pulang nona Rara tidak masalah bukan"?
"Tidak perlu repot Tuan saya bisa pulang sendiri karena kendaraan saya ada di perusahaan" ujar Rara.
__ADS_1
Sebenarnya Rara juga merasa tidak enak dengan aku dan ayah tapi memang tadi waktu datang aku sudah bilang nanti pengawal yang antar pulang.