
Kami berdua langsung ke restoran namun aku memikirkan apa yang harus aku jawab apakah aku jujur saja, kalau Aisya dan kedua orang tuanya aku lagi bekap mereka di ruang bawah tanah , namun aku tidak ingin membunuh mereka dulu agar mereka menderita lebih lagi baru lah membunuh mereka.
Setelah kami sampai di restoran langsung di sambut baik oleh manajer Restoran datang dan menanyakan menu apa yang ingin kami makan, tapi Dinda menjawab belum ingin makan apa-apa karena masih menunggu orang jadi kami hanya pesan minuman saja.
"Selamat datang di restoran Tuan dan nona muda, apa yang ingin Tuan dan nona muda makan, saya akan persiapan makanan yang enak untuk Tuan dan nona muda?"
"Tidak ada manajer, tolong antarkan saja minuman kesini, karena masih ada tamu yang ingin kami tunggu." ujar Dinda.
"Baik nona muda, tapi ada menu yang ingin kami promosikan jadi, saya selaku manajer di sini butuh bantuan nona dan Tuan muda untuk memberikan penilaian"
"Boleh! Bawah lah kesini"
Manajer segerah pergi dan menyiapkan minuman untuk kami, sambil menunggu minuman dan Felix Dinda langsung bertanya soal Aisya.
"Mas..! Maaf Dinda mau tanya dimana pengawal bekap ketiga penghianat itu dengan pengawalnya yang lain, Dinda ingin ketemu dengan mereka sebelum mas dan pengawal membawah mereka pergi. Dinda dengar kata ayah tiga hari lagi ya kalian pergi ke markas besar apakah itu benar mas?"
Aku rasa parcuma juga aku membohongi Dinda karena ujung-ujungnya Dinda juga tahu, dan bisa jadi Dinda sekarang sudah tahu tempat pengurungan orang-orang itu hanya saja Dinda sengaja bertanya, karena Dinda sudah tahu aku ingin menyembunyikan masalah ini darinya.
"Sayang untuk apa sayang ingin bertemu dengan orang jahat itu, mereka sangat licik sayang jadi lebih baik sayang di rumah saja jangan kemana-mana. Dan asal sayang tahu kalau bu Anjani kabur dari lapas dan sampai sekarang bu Anjani belum di temukan oleh pihak kepolisian, sayang hati-hati terus di rumah saja untuk menjaga sih kembar sayang, biar masalah ini mas yang urus. Sayang percaya saja sama mas mas tahu apa yang akan mas lakukan untuk mereka, memang awalnya ayah bilang tiga hari lagi tapi kami kembali sepakat untuk satu minggu lagi baru kesana"
__ADS_1
"Mas, untuk apa Dinda ingin ketemu nanti juga mas tahu yang penting Dinda ketemu dengan mereka dulu, tenang saja Dinda juga tahu rencana mas jadi Dinda tidak akan membunuh mereka tapi Dinda ingin sedikit bermain dengan mereka, apa mereka ada di ruang bawah tanah di pavilliun atau di tempat lain? dan kalau soal perempuan itu, polisi aja yang tidak becus mencarinya, Dinda tahu dimana perempuan sinting itu bersembunyi, dia tidak akan lari kemana kalau dia mau lari jauh palingan kembali ke keluargannya di kampung dan kembali jadi gembel, itupun kalau keluargannya kembali menerimahnya.
Soalnya selama dia menikah dengan ayah dan menjadi kaya dia sangat sombong dan melupakan keluarganya, dan sekarang keluarganya juga tidak menyukainya apalagi dia seorang buronan. Dinda sudah tahu kalau perempuan itu kabur, karena waktu asisten Arfan datang jemput aku, aku sempat melihat dia di jalan sambil lari dan masuk kedalam sebuah gedung tua, jadi sekarang beritahu Dinda dimana mas mengurung ketiga manusia itu"?
" Mereka ada di ruang bawah tanah kita sayang, mas menyuruh pengawal untuk memindahkan mereka kesana semalam" ujarku.
Dinda kembali diam tidak lanjut bicara aku pikir Dinda marah ternyata tidak. Tak selang lama seorang pelayan mengantarkan minuman bersama manajer dan mendatangi meja kami dengan beberapa menu yang mengunga selerah padahal tadi baru selesai makan.
"Maaf Tuan muda dan nona muda jika saya lancang, kali tolong berikan kami nilai dari hidangan ini karena ini adalah menu baru di restoran ini akan segerah kami promosikan." kami di kasih menu makanan empat macam kelihatan sih sangat enak, tadi sudah makan sebenarnya tapi karena di kasih katanya untuk berikan penilaian jadi tidak masalah, aku hendak mencicipi makanan yang di berikan, namun terhenti saat ada sebuah suara menyapa kami.
"Selamat pagi Tuan dan nona muda maaf saya terlamat"ujar pria tersebut dengan melempar senyum manisnya ke arah aku dan Dinda, Felix datang tidak sendiri tapi dengan calonnya.
"Oh tidak masalah kakak silahkan duduk" ujar Dinda.
Enak makanannya setelah selesai kami berempat berikan penilaian manajer dengan senyum bahagia dia mengucapkan terimah kasih dan pergi, kami berempat berbincang. Ternyata Felix hanya menanyakan kabar Dinda dan selama ini kemana sehingga tidak perna ketemu dengannya padahal selama ini Felix juga mencari Dinda. Felix juga sekalian berikan undangan karena dia dan calonnya akan segerah menikah.
Hampir satu jam kami ngobrol akhirnya Felix dan calon istrinya pamit pulang, sedangkan aku harus antar kembali Dinda ke rumah dulu baru ke kantor.
"Sayang, mas antar pulang kamu kerumah dulu baru mas ke kantor ya soalnya ada yang ingin ayah bicarakan katanya, tidak masalah bukan?"
__ADS_1
"Mas tidak perlu kalau memang mas buru-buru ke kantor biar Dinda pulang dengan mobil pengawal aja dari pada mas antar Dinda sampai di rumah baru ke kantor lama mas, keburu ayah datang dan menunggu mas lagi" ujar Dinda.
"Tidak masalah sayang yuk masuk, asisten Arfan kita pulang dulu antar nona muda baru kita ke kantor"
"Baik Tuan".
Aku harus antar pulang Dinda ke rumah baru ke kantor...hampir satu jam kamo sampai di rumah dan aku langsung pamit untuk ke kantor, seperti yang Dinda katakan saat aku sampao di kantor ternyata ayah sudah menunggu bersama pak Erik.
"Ayah sudah datang?" tanyaku.
"Ayah juga baru sampai kok, bagaimana sudah antar pulang Dinda belum" tanya ayah.
"Sudah ayah" ujarku.
Karena sudah jam dua belas jadi pas jam makan siang akhirnya kami makan bersama dulu, setelah itu barulah kami ngobrol entah apa yang ingin ayah sampaikan aku juga tidak tahu.
Setelah sampai di dalam ruang ayah mulai bicara dengan aku, pak Erik, asisten Arfan dan sekretaris Criss.
" Jadi begini, sekarang ingin banyak sekali pesaing bisnis yang ingin menyaingi kita, dengan cara licik ada yang mereka membuat kita hancur melalui orang-orang terdekat kita atau orang-orang yang kita sayang, ada juga yang mengirim mata-mata datang ke perusahaan untuk mencuri data rahasia perusahaan, jadi ayah temukan ada salah satu penghianat perusahaan di disini, tapi untung dia belum mendapatkan apa-apa walaupun sekarang dia sudah berusaha masuk dan mulai meracuni pikiran karyawan yang lain.
__ADS_1
Tapi saya percaya semua karyawan di perusahaan ini adalah karyawan berkualitas jadi mereka tidak muda terpengaruh dengan hasutan murahan itu, pak Erik tolong nanti panggilan HRD untuk periksa semua data karyawan baru yang baru masuk tiga bulan yang lalu ya, di antara kelima karyawan itu salah satu penyusup, dan saya sudah tahu semua data pribadinya dan siapa yang mengirim orang itu, kita tetap waspada"
Waduh berarti aku dan pak Erik kecolongan dong kok bisa masuk manusia itu kesini.