Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
399


__ADS_3

Setelah nona muda keluar dari ruangan dokter langsung periksa Tuan Adinata ternyata Tuan Adinata sudah siuman dan nama orang yang pertama kali di panggil adalah nyonya Ziya, namun sayangnya nyonya Ziya tidak ada di rumah sakit nyonya Ziya ada di rumah. Setelah itu nama nona muda baru Tuan muda. Wah begitu sayangnya Tuan Adinata sama menantunya sampai nama nona muda juga di sebutkan oleh Tuan Adinata.


Dan membuat semua heran dari sekian banyak yang datang menjenguk Tuan Adinata hanya nona muda yang membuat Tuan Adinata siuaman, entah apa yang di katakan nona muda kepada Tuan Adinata.


" I...ibu....Dinda..Dava...! Dokter mana istri saya dan kedua anak saya dokter? boleh saya bertemu dengan mereka. Saya ingin bicara dengan mereka dok tentu saja boleh Tuan mana mungkin tidak boleh nona muda dan Tuan muda juga sudah menunggi dari tadi.


"Syukurlah akhirnya Tuan sadar juga, barusan nona muda Dinda keluar dari sini Tuan, dan kalau Tuan muda ada di luar biar saya panggilkan kalau Tuan ingin ketemu dengan nona muda dan Tuan muda." ujar seorang suster.


Suster segerah keluar untuk memanggil Tuan dan nona muda, yang sementara menunggu di luar. Sambil ngobrol.


"Sayang ada apa, apa yang terjadi dengan ayah kok sayang berteriak begitu bikin panik tahu saya" tanya Tuan muda.


"Dinda tidak tahu mas, tadi saat Dinda memeluk ayah untuk keluar dari ruangan tiba-tiba jari-jari ayah bergerak mas membuat Dinda panik, makanya berteriak maaf ya mas Dinda sudah membuat mas kuatir tapi sepertinya ayah sudah siuman deh mas"


"Maaf Tuan dan nona muda silakan masuk kedalam karena Tuan Adinata mencari Tuan dan nona muda" ujar suster.


Mendengar itu nona dan Tuan muda dengan senang hati bangkit dari duduk dan gegas masuk kedalam, ternyata benar Tuan Adinata sudah siuman.


"Ayah...akhirnya ayah sadar juga, ayaj tahu tidak Dinda sangay takut kalau terjadi sesuatu dengan ayah".Teriak nona muda langsung memeluk Tuan Adinata, hal itu membuat Tuan Adinata tersenyum walaupun wajahnya masih sayu tapi setidaknya Tuan Adinata sudah melewati masa kritisnya.


"Putry ayah, sekarang sudah jam berapa kok putry ayah sudah di sini mana ibu mu nak, ayah ingin ketemu dengan ibumu." tanya Tuan Adinata.


"Maaf ayah, ibu tidak enak badan jadi Dava menyuruh ibu pulang soalnya dari semalam ibu disini, Dava takut ibu drop lagi jadi Dava menyuruh Gama antar pulang ibu ayah, sekarang sudah jam sepuluh ayah"


Tuan Adinata tersenyum sambil mengelus kepala nona muda kayak putri kandungnya, pantas saja nona muda sangat sedih saat Tuan Adinata masih kritis ternyata Tuan Adinata sangat menyayangi nona muda. Sama seperti putry kandung sendiri.


"Syukurlah ayah, Dava bernapas lega karena ayah sudah melewati masa kritis ayah dan sekarang bisa bicara dengan ayah, Dava sangat takut kalau terjadi apa-apa dengan ayah. Oh ya ayah apa yang ingin ayah makan biar Dava belikan"

__ADS_1


"Tidak perlu nak ayaj marasa masih kenyang hanya saja rasanya ayah ngantuk banget," ujar Tuan Adinata.


"Ya sudah kalau begitu ayah istirahatlah" baru salah Tuan muda menyuruh Tuan Adinata istirahat tiba-tiba pintu ruangan terbuka ternyaya yang datang karyawan dari perusahaan Adinata grup datang menjenguk Tuan Adinata"


"Selamat pagi Tuan bagaimana kondisi Tuan, maaf kami dari pihak karyawan baru sempat datang menjenguk Tuan, kami datang tidak membawah apa-apa hanya ini yang kami bawah mungkin tidak seberapa nilainya" ujar Andy bersama dengan beberapa karyawan perwakilan dari perusahaan.


"Tidak masalah Andy, sebenarnya kalian datang saja sudah lebih dari cukup makasih ya atas kunjungan dari kalian, kondisi saya saat ini sudah membaik"


Tuan muda dan karyawan yang dari perusahaan asyik ngobrol, sedangkan nona muda menjaga di samping Tuan Adinata karena mungkin Tuan Adinata sudah tidak tahan lagi akhirnya Tuan Adinata kembali tertidur.


Hampir satu jam karyawsn perusahaan datang akhirnya mereka pamit pulang, dan Andy berikan saran untuk Tuan muda datang menemui semua wartawan yang sudah menungu di depan loby rumah sakit.


Setelah semua karyawan pergi Tuan muda menitupkan Tuan Adinata ke suster sementara waktu karena Tuan muda dan nona muda ingin menemui wartawan namun sebelum itu asisten Arfan sudah terlebih dahulu mendatangi wartawan dan memberikan arahan agar tidak berdesakan dan jika wartawan memberikan pertanyaan jangan berkebihan.


"Sus saya dan istri saya tinggal sebentar ya, jadi tolong jagain Tuan besar dengan baik jika terjadi sesuatu segerah hubungi saya atau dokter" ujar Tusn muda.


"Yuk sayang kita harus menemui para wartawan kalau tidak, mereka tidak akan pergi dari sini setidaknya kita pergi menemui mereka"


Nona muda dan Tuan muda keluar dari ruangan dan gegas ke loby depan, sedangkan asisten Arfan mulai berbicara dengan Wartawan.


"Saya harap semuanya tenang karena sebentar lagi nona muda dan Tuan muda datang untuk menemui semua wartawan, jadi saya harap jangan ada yang berdesakan dan jangan berikan pertanyaan yang berlebihan."


Tidak lama kemudian Tuan muda dan nona muda datang untuk berjumpah dengan para wartawan. Banyak sekali pertanyaan yang di lontarkan kepada Tuan muda dab nona muda.


"Tuan muda apa yang terjadi dengan Tuan Adinata, apakah benar seperti yang kami dengar jika Tuan Adinata mengalami luka tikam di perut" ?


"Apa penyebabnya Tuan muda, apakah Tuan Adinata diam-diam punya musuh."?

__ADS_1


"Bagaimana kondisi Tuan Adinata saat ini Tuan mudah apakah sudah membaik"?


Pertanyaan demi pertanyaam yang di lontarkan oleh para wartawan kepada Tuan muda. Namun semua pertanyaan itu di jawab dengan santa oleh Tuan muda.


"Saya sudah menjawab semua pertanyaan dari para wartawan jadi sekarang bubarlah dari sini" ujar Tuan muda.


Waktu begitu cepat berlalu hingga tidak terasa sudah malam, Tuan Adinata sudah bisa bicara dengan santai setiap orang yang datang jenguk Tuam Adinata menybut mereka dengan ramah. Senyum ramah itu tidak hilang dari wajah Tuan Adinata.


"Sayang kamu pulanglah ke rumah biar mas aja yang antar kamu Gama dan Rafa tunggu di sini aja untuk menjaga ayah, nanti mas kembali lagi ke sini bagaimana sayang"


" Ya sudah tidak masalah mas Dinda juga sudah dari pagi disini jadi Dinda pulang saja dulu untuk melihat kembar, ayah Dinda pulang dulu ya ingat ayah banyak istirahat kata dokter luka yang ada di perut ayah belum sepenuhnya kering jadi ayah jangan banyak bergerak, nanti sakit lagi malam ini ibu belum bisa datang nanti besok aja Dinda datang sama ibu ya yah."


"Baik nak, hati-hati dijalan kalian jangan singah kemana-mana lagi ingat ini sudah malam bahaya di luar sana walaupun ada pengawal tapi harus waspada juga."


"Iya ayah makasih".


Nona muda dan Tuan muda pulang ke rumah sedangkan Tuan muda Dava dan Tuan muda Rafa tinggal di rumah sakit untuk menjaga Tuan Adinata, luar biasa keharmonisan keluarga Tuan Adinata.


Setelah Tuan muda Dava pergi, Tuan muda Gama dan Tuan muda Rafa mendekati ranjang Tuan Adinata sambil tersenyum.


"Paman, bagaimana kondisi paman, sudah agak mendingan belum kalau paman merasa masih lelah lebih baik paman istirahat saja, soalnya kondisi paman saat ini masih sangat lemah jangan paksakan paman"


"Tidak masalah nak, paman baik-baik saja paman baru saja bangun tidur masa tidur lagi, paman baru selesai makan jadi masih kenyang."


Namun tanpa Tuan Adinata sadari infus yang terpasang di tangannya itu di kasih obat tidur oleh dokter sehingga Tuan Adinata cepat ngantuk dan pada akhirnya kembali tertidur, dokter sengaja melakukam itu agar Tuan Adinata banyak istirahat supaya kondisinya cepat pulih.


"Gam, kapan kamu bawah perempuan itu ke rumah kenalkan ke keluarga, jangan lama-lama nanti di ambil orang mau lebih baik ikat memang supaya kemana-mana juga sudah ada tanda milit Tuan muda Gama."

__ADS_1


__ADS_2