
Bukkkkk!
Aku dan Dinda terkejut karena pintu di dorong dengan kencang sampai menghasilkan bunyi, Padahal aku dari tadi memantau bu Anjani tapi terkejut dengan pintu yang tiba-tiba terbuka lebar jelas aku marah karena tidak sopan masuk kesini tanpa parmisi.
Aku dan Dinda langsung bangkit berdiri wajah Dinda sudah menasang tidak suka, dan menahan emosi pak Erik dan asisten Arfan juga sudah berlari mendatangi kami.
"Nyonya kenapa anda disini bukankah saya sudah bilang jangan nganggu nona muda dan Tuan muda, kenapa anda tidak mengindahkan perkataan saya nyonya. Dan bukankah nyonya tadi injin ke kamar mandi"?
"Memangnya salah saya masuk ruangan anak saya dan suaminya kamu siapa? Kamu disini hanya bawahan menantu saya jadi tidak perlu ikut canpur" ujar bu Anjani pak Erik mengelengkan kepala.
Lancang sekali bu Anjani bicara begitu dengan pak Erik, aku dan ayah saja tidak pernah begitu sama pak Erik.
"Nyonya...maaf saya tidak perna buat janji dengan anda kenapa anda bisa masuk kesini tanpa ijin, anda punya etika tidak masuk ke ruangan orang, siapa yang mengijinkan anda masuk kesini?" bentak ku kali ini habis kesabaranku.
"Dava...saya ini ibu mertua kamu memangnya salah saya datang kesini?, kamu keterlaluan sebagai menantu membentak mertua dimana sopan santun mu" lah kok jadi bu Anjani yang kembali membentakku lucu.
__ADS_1
" Jangan ajari suami ku sopan santun nyonya Winata! , ini kantor dan ruangan suami aku jadi anda siapa berani membentak suami ku, anda tahu ini di wilaya siapa, anda tidak perlu ngaku-ngaku sebagai ibu mertu suami ku karena ibu saya sudah meninggal anda siapa mengaku sebagai ibu aku, masuk ke ruangan orang." bentak Dinda.
Aku melihat ada amarah di wajah bu Anjani karena aku ingin mendengar apa tujuan bu Anjani datang kesini, untuk itu aku persilahkan duduk walau pun Dinda tidak mau tapi aku tenangkan dirinya untuk bersabar aku mau mendengar dari mulut bu Anjani.
"Ok baiklah sebenarnya aku paling benci orang yang asal masuk keruangan aku, apalagi aku lagi berduaan dengan istri ku menganggu saja, kalau saat ini mood aku tidak baik mungkin anda sudah aku seret keluar dari sini, tapi karena mood ku lagi baik jadi silahkan duduk dan sampaikan apa yang anda inginkan sampaikan , aku mempersilahkan anda duduk bukan dalam arti apa yang anda inginkan aku akan mengabulkan semuanya, aku hanya mau mendengar apa alasan anda kesini."
"Putry ibu, boleh tidak ibu memeluk mu, ibu sangat kangen sama kamu, ibu pengen banget kalian kembali lagi ke rumah ya sayang tanpa kehadiran kalian di rumah terasa sangat sepih. Apalagi semenjak ayah kamu meninggal kamu sangat berubah nak, pulang ya tinggal sama ibu dan rumah yang kamu tinggal sekarang biar kakak kamu Lexza dan suaminya tinggal disana, namanya saudara harus berbagi." Ujar bu Anjani hendak memeluk Dinda tapi Dinda justru menolak.
"Omong kosong apa ini, siapa yang anda panggil putry sejak kapan anda memiliki putry seperti aku yang tidak berguna bagi mu, dan maaf anda salah sebut nama kakak perenpuan aku hanya satu kakak Dea, memang ibu dan ayah ku membelikan aku dan suamiku rumah yang sangat mewah hadia pernikahan, tapi siapa Lexza sehingga aku membiarkan menempati rumsh mewahku, jadi maaf rumah itu tidak layak untuk di tinggal oleh sampah maaf ya, tolong sampaikan apa tujuan anda kesini karena aku dengan suamiku ada keperluan." Ujar Dinda.
Dava ibu kesini mau minta bantuan, kamu harus menolong ibu apapun alasannya ibu tidak mau tahu ibu minta tolong berikan ibu uang sebayak sepuluh triliun, karena ternyata ayah mertua kamu meninggalkan hutang di bank sebesar lima belas triliun jadi kalau ibu tidak melunasi dalam tiga hari berarti semua aset di sita kalau semua disita nanti ibu tinggal dimana. Enak aja main disitu bangitu saja mana mau ibu terimah jadi saatnya kamu Dava sebagai menantu kamu harus membantu untuk melunasi hutang itu.
Hitung-hitung balas budih lah selama kamu tinggal dirumah dan kamu juga nikah dengan putry ibu, tapi belum berikan apapun kepada ibu sebagai ibunya yang sudah membesarkan istri kamu, kamu pikir selama istri kamu tinggal di rumah dan di besarkan dari kecil dia makan batu sampai sebesar ini baru kamu menikahi, kamu juga orang kaya melunasi utang lima belas triliun itu aku rasa nominal sangat kecil deh belum cukup untuk balas budi "
" Hahaah.....aku sudah tidak mengerti lagi dengan jalan pikiran anda nyonya, anda siapa ya aku tanya, datang kesini meminta hak dan menuntut aku untuk membayar hutang anda saudara bukan, keluarga juga bukan dan siapa putry yang maksud? Istri saya begitu? tunggu saya tanya dulu sama istri saya kalau memang dia mengakui anda adalah ibu kandungnya berarti anda tidak perlu takut karena semua hutang anda akan saya bayar. Tapi jika istri saya tidak mengenal anda dan tidak mengakui anda sebagai ibu kandungnya berarti silahkan anda keluar dari sini. Karena saya tidak sudih melihat wajah anda lagi."
__ADS_1
"Ya jelaslah putry saya mengakui kalau saya adalah ibu kandungnya, tidak mungkin dia mau menjadi anak durhaka terhadap ibunya
Aku sengaja menolah dan menatap striku dan bertanya apakah istriku mengenal perempuan yang ada didepan kami.
"Sayang, sekarang mas mau tanya kamu jawab jujur siapa perempuan ini, apakah benar seperti yang dia bilang tadi kalau dia adalah ibu kandung kamu" tanyaku. Dinda tersenyum sarkas dan menjawab dengan lugas.
"Mas bicara apa sih ibu kandung Dinda sudah meninggal, jadi Dinda tidak punya ibu lagi, ibu Dinda sekarang hanya satu yaitu ibu Zoya yang sangat menyayangiku, mas jangan tertipu dengan perempuan ini hanya seorang modus penipuan dia datang kesini karena dia ingin menipu mu mas jadi lebih baik usir saja dia dari sini" ujar Dinda.
Seketika bu Anjani bangkit dari duduknya dan hendak menampar Dinda, tapi dengan cepat Dinda menangkap tangan bu Anjani dan menelintirkan sehingga membuat bu Anjani meringis kesakitan.
"Auwwhhh lepaskan sakit tahu, kurang ajar kamu Dinda berani sekali kamu tidak mengakui aku sebagai ibu kandung kamu, justru kamu mengatakan kalau aku ini penipu dimana otak dan hati nurani kamu Dinda, ibu kandung kamu membutuhkan bantuan kamu justru kamu tidak mau menolong dan bahkan kamu melakukan kekerasan terhadap ibu.
Apa kamu belum puas ha! Menghancurkan karir Kenedy, ini semua gara-gara klarifikasih kamu Kenedy kehilangan banyak suara, sekarang kamu harus bertanggung jawab atas semua yang sudah kamu lakukan, kamu harus belikan Lexza rumah untuk menjadi tempat tinggalmya karena kamu sudah merugikam mereka bahkan gara-gara kamu ibu jadi malu kamu memang anak tidak berguna "
Ha!...perempuan tua ini berani menyalahksn istriku karena dia yang menghancurksn karir Kenedy, tidak salah dia bicara begitu prngen tertawa mendengarnya dasar manusia purba.
__ADS_1