Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
130


__ADS_3

Mereka semua sudah ketakutan ada beberapa di antara karyawan langsung menjawab jika yang mengijinkan pelaku itu menyamar jadi pelayan adalah manajer Ferry, dengan menerima uang sebesar seratus juta, aku yang mendengar terjejut dan langsung melayangkan tinju ke wajah manajer Ferry karena geram sekali berani-beraninya dia menerima uang dan rela mengorbankan nyawa orang lain dasar bajingan.


Bukkkkk.....


"Berani sekali kamu lakukan itu ya kamu mau mati...ha....hanya karena demi uang kamu berani melakukan hal jahat ini, saya akan masukan kamu kepenjara biar kamu tahu dimana hidup di penjara. Pengawal bawah dia karena mungkin dia mengenal siapa orangnya membayarnya."


"Ampun nona...ampun maafkan saya...saya melakukan ini dengan terpaksa karena saya butuh uang nona ibu saya ada dirumah sakit butuh banyak uang makanya saya terpaksa melakukan ini."


Aku mendengar pengakuannya sempat tertengun, dalam hati kecilku langsung iba apalagi mendengar soal ibunya tapi karena dia sudah berani melakukan itu jadi biar aku bawah dia saja nanti baru berurusan sama ayah dan mas Dava.


Setelah selesai aku dengan Ririn gegas keluar dari mall dan menuju ke mobil hari ini asli mood ku gak bagus, pengen sekali aku hajar lagi manusia satu itu biar saja nanti ayah dan mas Dava yang menginterigasi dia atau pak Erik.


Aku dan Riri masuk kedalam mobil dan rencana kami mau langsung pulang saja namun aku teringat dengan mas Dava jadi aku mengambil hp dan hendak menelponnya. Namun sebelum aku menelpon mas Dava sudah duluan menelpon aku. Panjang umur juga aku ingat dia langaung dia telpon.


"Hallo mas ada Dimana sudah pulang belum"? Tanya ku


"Hallo sayang kalian ada dimana masih di mall atau sudah pulang"?


"Ini lagi dalam perjalanan pulang kerumah mas, memangnya mas ada dimana"?


"Syukurlah kalau begitu tadi mas kuatir kalian kenapa-kenapa karena dari tadi perasaan mas gak enak hati-hati ya di jalan nih mas ada di kantor." ujar mas Dava.

__ADS_1


Padahal Dava masih jalan ke kantor.


"Ya sudah mas nanti sampai di rumah saja aku cerita yang penting mas hati-hati disana saja, kami pulang dulu"


"Ok baik sayang hati-hati".


Ternyata mas Dava merasa kalau aku dan Ririn diserang tadi tapi kalau aku kasih tahu sekarang nanti mala bikin panik lagi padahal mas Dava lagi kerja, ayah juga lagi sibuk dengan mengurus anak cabang jadi tidak perlu memberitahu mereka nanti saja setelah mereka pulang dari kantor.


Sebenarnya aku juga pengen kerja tapi ayah dan ibu terus mas Dava saat ini belum mengijinkan tapi gak tahu nantinya.


Ririn yang mengemudikan mobil hanya dia belum ada pembicaraan di antara kami berdua dia kelihatan masih syok dengan kejadian tadi.


"Rin kamu kenapa diam saja ada sesuatu yang ingin kamu katakan Rin, oh ya Rin aku boleh minta tolong gak sama kamu"?


"Kakak ipar mau minta tolong apa, kasih tahu saja siapa tahu Ririn bisa bantu tapi kalau Ririn tidak bisa bantu jangan marah ya kakak."


"Kakak tahu kamu bisa bantu Rin permintaan kakak sederhana saja, tolong jangan bilang kejadian tadi ke ibu ya, kamu tahu sendiri ibu seperti apa kakak gak mau ibu sakit karena mendengar hal itu."


"Oh kalau soal itu kakak tenang saja Ririn tahu kok hanya saja tidak mungkin kita sembunyikan ini dari kakak Dava dan paman kakak, kakak harus kasih tahu mereka karena ini bukan masalah sepeleh kakak tapi masalah besar. Nyawa kakak juga dalam bahaya untung tadi kakak jago kali belah diri kalau gak kita bisa kehilangan nyawa kakak, tapi jujur ya kakak. Kakak itu keren banget tadi melawan kedua pria itu apalagi yang tinggi hitam gede itu aduh takut kali Ririn tadi kakak"


Kamu belum tahu Rin waktu kami melawan keenam penjahat itu. Tapi kamu tidak perlu tahu tentang semua itu aku kasih tahu kamu karena hari ini kamu melihat dengan mata kamu sendiri kalau gak aku juga tidak akan cerita ini ke kamu karena sangat berbahaya. Ya Allah lindungilah keluarga baruku mereka orang baik dan sangat menyayangiku jangan mengambil mereka dari aku dulu. Aku belum sanggup untuk kehilangan mereka cukup aku kehilangan ayah saja kalau yang masih sisa sekarang aku mempertaruhkan nyawaku demi melindungi mereka.

__ADS_1


Aku bukan perempuan yang lemah tapi aku adalah perempuan yang kuat dan tanggu bisa melawan penjahat siapapun yang ingin mencelakai keluargaku. Selepas dari apa yang mereka lakukan dulu aku tidak tahu tapi aku percaya ayah dan ibu, mereka adalah orang baik hanya saja ada orang yang ingin menguasai seluruh harta ayah dan ibu sehingga mereka ingin mencelakai seluruh keluarganya termasuk mas Dava dan sekarang juga aku


Saat ini hatiku agak sedikit gak tenang aku kuatir akan ada kiriman serangan yang lebih banyak dan lebih kuat dari sebelumnya, jadi aku harus waspada dan menjaga ketat keluargaku apalagi mas Dava dan ayah yang selalu keluar ke kantor. Dan ketemu dengan klien kalau mas Dava belum ketemu klien palingan pak Erik tapi kalau ayah sering kali keluar.


Aku tahu ayah sangat hebat bahkan lebih hebat dari aku dalam segi apapun ayah memang hebat tapi yang aku kuatirkan mas Dava, mas Dava harus di lindungi.


"Rin kamu pernah belajar seni belah diri apa saja, kamu mau gak kakak ajarin setelah kita pulang dari sini? kamu merasa capek gak kalau kamu capek tidak apa-apa besok saja tapi kalau kamu tidak cape bisa kakak ajarain kamu setelah sampai di rumah."


Aku sengaja tawarin Ririn untuk ajarin seni belah diri itupun kalau dia mau, kalau dia tidak mau aku juga tidak bisa paksa karena kalau seseorang berusaha melatihan tapi tidak dari hati parcuma karena apa yangkita ajarkan tidak akan di pelajarinya dengan baik jadi sia-sia saja.


"Yang benar kakak mau ajarin Ririn seni belah diri...kakak serius gak bercandakan"?


Ternyata Ririn merespon aku dengan penuh semangat bahkan dia siap latihan setelah kami sampai dirumah, mantap dong aku paling suka mengajari orang yang memiliki semangat luar biasa dan mau belajar.


"Serius dong, masa bercanda...kakak hanya pengen kamu juga bisa melundungi diri kamu sendiri jangan mengandalkan orang lain, karena belum tentu setiap hari kamu pergi di temani oleh orang yang bisa melundungi kamu. Walaupun ada pengawal tapi setidaknya kamu juga bisa membantu mereka pada saat dalam kondisi darurat."


"Wah....ternyata aku punya kakak ipar bukan hanya cantik tapi juga pintar dan hebat dalam seni belah diri, aku mau kakak masih bisa ini kita latihan dua tiga jam cukuplah yang penting pemanasan dulu."


"Sepertinya kalau ngajarin kamu tidak terlalu sulit karena kamu sudah perna belajar juga jadi pasti cepat kamu kuasainya, sekali lagi kakak mohon jangan bilang ya sama ibu takut nanti ibu sakit ya Rin."


"Iya kakak cantik tenang saja Ririn bisa jaga rahasia kok Ririn juga tidak mau bibik sakit karena sebentar lagi pesta kakak akan segerah di langsungkan."

__ADS_1


Baguslah Ririn ternyata anak yang pengertian.


__ADS_2