Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
126


__ADS_3

Pov Dinda.


Semenjak aku keluar dari kediaman Winata aku tidak perna untuk kembali kesana apapagi orang yang aky sayangi sudah tidak ada aku sudah tinggal bersama dengan suami dan kedua mertuaku jadi aku jarang keluar, karena suami dan kedua mertuaku sangat menyayangiku.


Namun aku di kejutkan dengan cerita kelam dari suamiku yang menceritakan kalau suamiku ternyata bukan anak tunggal melainkan ada dua saudara tapi sayangnya ada seorang penghianat yang membunuh mbak Hawari dengan cara yang sadis.


Aku yang mendengar merasa merinding dan juga emosi. Belum selesai keterkejutan dengan masalah itu aku dapat kabar kalau perempuan yang melahirkanku tapi juga menorehkan luka di hatiku masuk rumah sakit karena di tembak oleh orang yang tidak dikenal, saat aku mendengar bukannya aku sedih tapi aku justru bahagia, anak kurang ajarkan namanya? masa ibunya sakit bukannya sedih tapi mala senang.


Tidak ada niatanku sama sekali untuk pergi ke rumah sakit untuk menjenguknya namun entah kenapa suami dan mertuaku memintaku untuk datang ke rumah sakit, awalnya aku tidak mau aku juga tidak ingin di bilang menantu pembangkang akhirnya aku menurut saja padahal aku sudah tahu kalau akan ada drama di rumah sakit.


Dan singkat cerita aku dan suamiku pergi saat kami sampai di rumah sakit justru kami berdua mendapatkam perlakuan yang tidak menyenangkan dari Lexza, awalnya aku pikir kakak Dea juga turut adil untuk memaki ku tapi diluar dugaanku yang membuat aku terkejut kakak Dea ternyata beruba drastis dia justru membelah aku dan mas Dava sampai di tampar oleh Lexza.


Hari itu banyak sekali kejadian dan ketegangan yang terjadi bahkan sampai di viralkan oleh wartawan setelah hampir tiga jam kami di rumah sakit akhirnya aku dan mas Dava pulang, dan ingin mengisi perut di restoran keluarga suami karena memang kami sudah kelaparan setelah kami dan pengawal selesai kami isi perut dan sudah memiliki tenaga yang ekstra akhirnya kami pulang. Namun ternyata perjalanan kami tidak mulus karena saat kami masuk di jalan yang sempit mobil kami di hadang oleh dua mobil.


Aku sudah memiliki firasat waktu di restoran saat kami lagi makan tapi aku lebih memilih diam dan benar saja kami langsung di serang tanpa henti dengan kejadian itu tidak segaja aku membunuh lima orang dan satu jadi tawanan.

__ADS_1


Kalau aku tidak ada saat itu aku tidak tahu suamiku pulang sampai di rumah dengan kondisi seperti apa karena aku tahu target mereka adalah suamiku.


Singkat cerita sudah satu minggu berlalu, aku tidak berhubungan dengan kakak Dea. Namun kemarin aku dapat telpon dari Kakak Dea, karena semenjak hari itu hubungan aku dengan kakak Dea makin membaik sedangkan hubungan aku dan kakak Dea dengan Lexza makin memburuk setelah semua terbongkar.


Kakak Dea menghubungi kalau dia mengetahui siapa pelaku pembunuhan ayah jelas aku terkejut dong karena selama ini hidupku bebas jadi aku pikir ayah hanya kecelakaan biasa saja bukan karena orang yang sengaja melakukan itu.


Karena aku penasaran akhirnya aku dan mas Dava janjian dengan kakak Dea untuk ketemuan cari tahu siapa pelaku itu, dan hari ini kami ketemu di restoran mas Dava yang membuat aku syok dan tidak percaya adalah pelaku itu tidak lain adalah ibu yang sudah melahirkan aku dan kakak Dea istri dari ayahku sendiri. Kira-kira kasih julukan apa yang cocok untuk manusia purba seperti itu.


Aku sudah bertekad untuk pergi hari ini juga untuk cari keberadaannya dan membunuhnya karena aku kemana-mana tidak perna jalan dengan tangan kosong, jujur senjataku ada didalam tas dengan pisau juga.


Tapi aku langsung di cegah olrh kakak Dea dan mas Dava setelah kami bicara panjang lebar akhirnya kami memutuskan untuk cari cara agar membalaskan dendam kami dengan cara yang cantik, tiba-tiba kakak Dea pamit pulang ya sudah biarlah kakak Dea pulang biar mengurus apa yang mau dia ambil. Kami bertiga keluar dari restoran tapi mata ku ini tidak sengaja menangkap seseorang yang memakai pakian hitam duduk tidak jauh dari kami berdiri aku jadi curiga. Hanya saja aku tidak bicara apapun dengan mas Dava dan kakak Dea.


Aku langsung di antar oleh mas Dava ke mall setelah aku menelpon Ririn dan katanya sudah menuju ke mall. Karena mas Dava ada keperluan mendadak jadi mas Dava tidak bisa menemani aku belanja makanya aku berpikir biar sama Ririn saja.


Saat kami sampai di mall ternyata benar Ririn sudah menunggu di loby, aku langsung turun dan menenui Ririn dan masuk kedalam mall sedangkan mas Dava juga sudah berlalu pergi setelah pamitan.

__ADS_1


Namun perasaanku tidak enak aku merasakan kalau ada seseorang yang dari tadi mengikuti langkah aku dan Ririn, aku sesekali sengaja berhenti dan mamandang samping kiri kanan tapi namanya juga banyak pengunjung mana kita tahu penjahat yang mana dan pengunjung benaran yang mana.


Ririn selalu perhatikan aku sampai dia bertanya kenapa aku beberapa kali berhenti.


"Kakak ipar mencari siapa kok Ririn perhatikan kakak ipar selalu berhenti dan mamandang samping kiri-kanan? Kakak ipar pikir kakak Dava ada disini bukannya tadi kakak ipar Lihat sendiri kalau kakak Dava langaung pergi. Yuk kita belanja Ririn mau belanja pakek uang yang dk kasih kakak Dava haha"


Astaga anak ini mamang dia tidak merasakan apa-apa sepertinya deh...buktinya dia santai saja...apapun yang terjadi aku harus melindungi Ririn karena aku tidak tahu Ririn bisa belah diri atau gak.


"Yuk kita belanja kamu mau belanja apa dulu, tas kamu bilangkan tadi ya sudah kita ke butik tas dulu setelah itu baru kita belih yang lain", namun saat kami hendak mau masuk kedalam butik mataku tidak sengaja menangkap seseorang yang lagi berdiri belakang beberapa pengunjung yang lagi berdesakan memcari pakian.


Aku langsung menyeruh Ririn masuk kedalam butik dan gegas aku berlari ke arah orang-orang itu tapi sayangnya gak ada orang, sial gak mungkin aku salah lihat aku yakin itu orang yang sama waktu di restoram.


Oh jadi kamu mau main-main sama aku baiklah kita akan bermain. Aku kembali ke butik mendatangi Ririn ternyata dia lagi sibuk memilih tas untung dia tidakbtanya aku dari mana kalau gak aku tidak tahu mau jawab apa.


"Kakak ini bagus gak kalau menurut penilaian kakak ini ada dua sama-sama cantik sih tapi aku mau satu saja" tanya Ririn minta pendapatku untuk memilih tas untuknya

__ADS_1


"Kalau menurut kakak warna maron yang cantik karena terlihat mewah kalah yang ini warna pucat."


"Wah pilihan kakak mantap banget kakak, aku juga suka." ujar Ririn semangat.


__ADS_2