
Sudah dua minggu kami di kanada berlibur sekalian ngurus si kembar dan ternyata pengurusan yang ada disini sudah selesai, qku pikir sanpai sata bulan ternyata tidak, karena satu bulan lagi baru si kembar masuk kulia akhirnya mereka berdua ikut memilih pulang dulu ke tanah air.
Mereka tidak mau tinggal di kanada karena katanya mereka mau menghabiskan waktu di tanah air nanti satu minggu sebelum mereka masuk kampus baru kembali ke kanada, aku justru senang karena untuk apa kedua anak ku di kanada kalau mereka saja belum masuk kulia, jadi aku memutuskan untuk hanya dua minggu di kanada saja lagian kami juga sudah puas jalan-jalan, jadi kami pulang saja sebenarnya dua hari lagi ulang tahun pernikahan aku dan Dinda sehingga aku rencana merayakan saja di kanada tapi Dinda justru tidak mau, Dinda ingin mengenang masa indah masa pacaran bersama ku, jadi Dinda mau harus merayakan di tanah air saja.
Aku tidak bisa menolak ke inginan istriku sekarang kami barus saja mendarat dengan sempurna di bandara internasional Soekarno Hatta. Ya jadi perjalanan kami sudah dari semalam makanya sampai jam segini.
Akhirny masa libur pun selesai kami keluarga besar kembali ke tanah air dengan keadaan sehat tidak kurang suatu apapun. Aku langsung minta tolong asisten Arfan dan asisten Mawar untuk menyiapkan acara Anniversary untuk aku dan Dinda, aku tidak mau minta tolong sama kakak Erik karena kasian banyak sekali pekerjaan yang harus dia kerjakan jadi biar saja kedua asisten yang menyiapkan semua karena aacaranya besok jadi harus siapkan sekarang.
"Asisten Mawar dan asisten Arfan tolong siapkan tempat yang sangat romantis untuk acara anniversary untuk aku dan istriku ya" ujarku.
" Siap Tuan muda" ujar mereka berdua hampir kompak.
Kami langsung saja pulang ke rumah karena kami sampai sudah jam satu siang kebetulan tadi sudah makan di atas pesawat jadi tidak perlu pergi cari makanan lagi tapi langsung pulang untuk istirahat.
Sesampainya di rumah aku dan Dinda langsung masuk kedalam kamar, tidak tunggu lama lagi pengen istirahat, soalnya sore mai ngejim sama Dinda.
"Sayang kita istirahat yuk mas capek banget, nanti sore kita ngejim lagi" ujarku.
"Iya mas Dinda bersihkan wajah Dinda dulu baru istirahat soalnya kalau wajah Dinda tidak bersih rasanya tidak nyaman saat istirahat." ujar Dinda gegas ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya, sedangkan aku membuang diri di atas ranjang jadi aku tidak tahu sejak kapan Dinda tidur di sampingku.
Tapi saat aku bangun dari tidurku ternyata istriku sudah pules kali tidur sambil memeluk ku, aku meraih hp yang ada di nakas dan melihat sudah jam berapa ternyata baru jam empat syukurlah tidak terlambat karena rencana jam lima ngejim, aku berusaha memindahkan tangan Dinda karena aku mau ke kamar mandi namum bukannya lepas justru Dinda mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
"Astaga sayang mas mau ke kamar mandi dulu, mau cuci muka dan ganti pakian baru ke ruang ngejim" ujarku tapi aku juga tidak tahu Dinda mendengar tidak ya jelas tidak mendengar orang lagi pules banget.
Tidak lama mata Dinda perlahan terbuka itu tandanya Dinda sudah bangun tidur.
"Mas udah bangun? Sudah jam berapa mas"? Tanya Dinda
"Mas sudah bangun dari tadi sayang tapi kamu tidak mau melepaskan mas makanya mas tetap disini, ini sudah jam empat tadi mau pengen cuci muka dulu terus ganti baju setelah itu baru ke ruang ngejim" ujarku.
"Ya sudah mas kalau begitu Dinda juga mau ganti pakian dulu" ujar Dinda
Aku gegas ke kamar mandi sedangkan Dinda langsung ganti pakian sambil menungguku, setrlah selesai dari kamar mandi aku langsung ganti pakian dan kami ke ruang ngejim.
Aku dan Dinda turun ke bawah dan duduk di ruang tengah, ternyata di ruang tengah ada ibu,ayah dan kakak Erik.
"Kakak...bagaimana dengan perusahaan semua lancar bukan?" tanyaku.
"Iya semuanya lancar hanya saja besok kamu harus masuk kantor dik karena banyak sekali pekerjaan yang harus kamu kerjakan, ada beberapa dokumen yang membutuhkan tanda tangan kamu dik"
"Loh! Kenapa bukan kakak saja yang tanda tangan, angga saja itu Dava yang melakukannya" ujarku.
"Dik....kamu itu yang CEO di perusahaan, jadi tidak ada hak kakak untuk mencuri tanda tangan kamu apapun itu atas persetujuan dan tanda tangan kamu, kakak tidak bisa melakukan itu, jadi kamu harus melakukannya nanti malam kamu periksa dulu dokumen itu baru kamu tanda tangan, dari pada besok baru kamu kerjakan tuh kakak ada bawah dokumennya jadi kamu bisa periksa nanti" ujar kakak Erik.
__ADS_1
"Nak kenapa kamu tidak mau menjadi di rektur di peeusahaan, kalau kamu tidak mau di perusahaam pusat bagaimana kalau kamu di perusahaan anak cabang aja. Atau kalau kamu tidak mau juga biar ayah membantu kamu bangun perusahaam baru lagi." ujar ayah.
"Makasih banyak ayah atas semua kebaikan ayah, Adik dan semuanya tapi maaf Erik tidak bisa menerimah semua itu, hidup Erik begini saja sudah lebih dari culup untuk apa semuanya itu yah, pada akhirnya Erik meninggal juga tidak bawah semuanya. Yang Erik miliki saat ini rencana mau alihkan semua aset atas nama Grey dan Gretta dab sisanya kasih ke panti asuhan, jadi Erik tidak butuh itu semua lagi ayah, Erik mau bantu adik aja sudah cukup." ujar kakak Erik.
Kami semua tersenyum mendengar penjelasannya, ayah menepuk pundaknya.
Tidak lama kemudia si kembar dan yang lain datang akhirnya kami menujuh ke ruang makan untuk makam malam bersama.
Kami semua makan dengan lahap tanpa ada suara kami menikmati makan dengan tenang.
Setelah selesai makan kami kembali ke ruang tengah dan bercengkrama di situ, jam sembilan malam aku dan Dinda masuk kedalam kamar dan alu ingat dengan perkataan kakak Erik untuk memeriksa dokumen penting.
"Sayang maaf ya kamu duluan istirahat lah, soalnya mas masih ada pekerjaan yang harus mas selesaikan malam ini, mas mau ke ruang kerja dulu." ujarku.
"Mas Dinda juga belum bisa tidur karena Dinda juga harus menyelesaikan berkas yang di kirim oleh sekretaris tadi Dinda harus memeriksa semua itu karena besok harus di kirim jadi mas pergilah Dinda juga mau menyelesaikan pekerjaan Dinda dulu" ujar Dinda.
Sebenarnya aku yang lupa karena waktu di ruang ngejim Dinda sudah beritahu ku kalau malam ini sepertinya dia lembur, karena masih banyak kerjaan yamg harus dia selesaikan malam ini juga karena besok berkas itu harus di kirim. Mungkin karena faktor umur sehingga cepat sekali aku lupa.
Aku tidak banyak ngomong lagi saat aku melihat Dinda mulai mengeluarkan leptopnya dan menghidupkanya, aku gegas ke ruang kerja dan langsung menghidupkan leptopku.
Aku tertengun melihat banyak sekali file masuk, buset deh...ini sekretaris Dani mulai kambuh lagi gilanya banyak sekali file yang dia kirim tapi aku tidak peduli sejarang fokusku di file yang kakak Erik kirim ke aku.
__ADS_1