
Setelah selesai acara makan malam, kami semua kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat, aku membawah istriku ke kamar dan sebelum tidur aku tanya, besok Dinda mau kemana.
"Sayang tadi mas dengar katanya besok kamu pergi, maukemana"?
" Iya mas kata ibu besok ada arisan mas, jadi aku harus ikut tidak apa-apakan mas?"
"Oh baiklah tidak Apa-apa dong sayang, justru mas senang istri mas yang cantik ini sudah bisa beraktifitas. Besok pergi aja diantar oleh supir ya sayang, dan nanti akan di temani oleh dua pengawal jangan pergi sendiri."
Aku melarang Dinda untuk pergi sendiri, karena aku takut ada yang mengincarnya.
"Tidak perlu mas, tadi aku sudah bicara dengan ibu kalau besok aku bawah mobil sendiri aja, tidak usa pake supir tapi kalau pengawal tidak masalah asal jangan terlalu dekat."
"Ok baiklah kalau begitu. Yuk kita istirahat, ini sudah larut malam"
Akhirnya kami istirahat karena besok kami harus bekerja.
*****
Keesokan harinya aku bagun pagi-pagi dan pergi jonging karena memang dari dulu aku suka jonging. Aku biarkan istriku tidur dengan pulesnya, aku pergi dengan pak Erik dan dua pengawal setelah selesai sekitar jam tuju kami kembali ke rumah dan bersiap untuk berangkat ke kantor, ternyata pas aku pulang istriku sudah bangun bahkan dia sudah mandi dan juga sudah rapi.
"Sayang masih pagi-pagi kamu mau kemana"? tanyaku
"Memangnya harus kemana dulu baru mandi ya mas? sebentar lagi kita sarapan bersama dengan semua keluarga dibawah. Masa aku turun dengan kondisi berantakan, seharusnya aku yang tanya sama mas, dari mana kok kelihatan kecapean, keringatan begitu?"
Benar juga yang dibilang istriku kamikan mau sarapan bersama dibawah, tidak mungkin turun dengan kondisi berantakan haaha.
"Oh ini sayang tadi mas pergi jonging sama pak Erik soalnya sudah lama tidak jonging, tunggu ya mas mandi dulu."
Akhirnya aku masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan diri, setelah aku keluar ternyata Dinda sudah menyiapkan pakian yang akan aku kenakan ke kantor karena biasanya dari rumah pakek pakian rapi nanti sampai di kantor baru ganti serangam.
__ADS_1
"Mas pakiannya sudah aku siapkan mas cepat ganti biar kita turun kebawah jangan biarkan ibu dan yang lain nungguin kita tidak elok, seharusnya kita sebagai anak yang menunggu bukan orang tua."
Aduh masih pagi-pagi istriku sudah ceramahi aku, ceramahnya sudah melebihi ceramah ustadzah. Tapi tidak apa-apa anggap saja suatu nyanyian yang indah untuk aku dengar.
"Iya sayangqu, ini juga sudah selesai yuk kita turun"
Aku dan Dinda turun kebawah, kami menuruni anak tangga satu persatu. Setelah kami sampai dibawah ternyata benar yang dikatakan oleh istriku semua keluarga besar menunggu dan pandangan mata mereka tertuju kepada kami.
"Maaf bu, ayah semuanya kami baru datang" ujar Dinda lebih dulu, sebelum aku bicara"
"tidak apa-apa sayang, yuk duduk biar kita sarapan" ujar ibu dan bibik sembil tersenyum.
Akhirnya aku dan Dinda ikut duduk dan langsung kami sarapan dalam diam, tidak ada seorang pun yang berani mengeluarkan suara.
Setelah selesai sarapan, aku pamit kepada istriku dan semua keluarga yang ada dirumah termasuk ibu dan ayah tentunya.
"Nak gimana dengan perkembangan perusahaan lancarkan" tanya ayah tiba-tiba.
"Lancar ayah, kan aku baru satu hari kerja ayah, itupun jadi ob gimana sih ayah hahaha" aku candain ayah.
"Haahha ob, bos besar" ujar ayah.
"Haahha ayah bisa aja, yang bos besar itu ayah bukan aku, karena sekarang ayah masih pengang kendali. Tunggu Dava mahir dulu semuanya."
"Iya nak, ayah hanya ingatkan saja soal kerja sama dengan perusahaan Winata grup, ingat boleh kerja sama tapi hanya kontrak jangan sampai kamu menyetujui kerjasama permanen, karena perempuam itu licik jadi ayah yakin pasti dia akan ngajuin kerja sama permanen bukan kontrak."
"Baik ayah Dava tahu, jadi ayah tenang aja ya, kalau nanti Dava sudah tidak sanggup lagi baru ayah bantu, Dava punya ayah yang sangat hebat"
"Iya nak, kamu juga sangat hebat, sekarang pergilah sana Erik pasti sudah menunggu bos ob di luar hahahah"
__ADS_1
Haha astaga ayah bisa juga tertawa renyah gitu.
Akhirnya aku keluar dari rumah dan benar saja pak Erik dan dua orang pengawal sudah menunggu diluar.
Aku gegas menghampiri pak Erik, dan langsung masuk kedalam mobil.
"Pak Erik sebelum kita kekantor, kita mampir dulu kesuatu tempat" ujarku
Kemarin aku sudah janji akan datang menjumpai Andy, jadi hari ini aku rencana mendatanginya di tempat bagunan dimana kami bekerja.
"Maaf Tuan muda, kita mampir kemana, ada yang ingin Tuan muda lakukan"?
"Iya benar sekali pak Erik, pak Erik masih ingat tidak waktu ibu pertama kali masuk rumah sakit, terus teman laki-laki yang ikut sama kita ke rumah sakit, aku rencana mau kasih dia kerjaan di kantor pak Erik sekarang posisi apa yang masih kosong."
"Oh itu Tuan muda, ya saya ingat kalau tidak salah namanya andy, kalau soal kerjaan sekarang posisi yang kosong tinggal di bagian marketing Tuan muda, kalau yang lain semua sudah terisi."
"Itu boleh juga sementara waktu dia disitu aja dulu, kita juga lihat kinerjanya. Biarpun dia temanku tapi ini soal pekerjaan aturan di perusahaan tetap berjalanan."
Aku dan pak Erik menuju ke lokasih dimana Andy bekerja, semoga dia menerima tawaranku karena aku takut dia justru mala tidak mau, temanku kadang ada eror-erornya hehehe.... Tidak lama kemudia kami sampai di proyek dimana Andi bekerja.
Aku turun dari mobil disusul oleh pak Erik baru diikuti kedua pengawal dari belakang, aku langsung menyapa bos mandor, waktu aku masih kerja di proyek, mandornya juga baik. Jadi aku senang dengan mereka.
"Hallo pak apa kabar, sudah lama kita tidak ketemu maaf waktu itu aku pergi tanpa pamit karena aku benar-benar panik ibu sakit waktu itu." ujarku meminta maaf pada mandor, biarpun aku sudah tidak kerja disana bukan dalam arti aku tidak menghormati mereka, justru dulu aku bertahan hidup karena bekerja sebagai kuli.
"Tidak apa-apa Tuan Dava" ujar pak Herman membuat ku tersentak kanget kenap pak Herman memanggil aku Tuan, humm pasti ini kerjaan Andy.
"Ah pak Herman santai aja panggilnya, oh ya Andy mana ya pak Herman kok dari tadi tidak kelihatan, Andy tidak kerja hari ini" Tanyaku binggung karena dari tadi Andy tidak kelihatan"
"Maaf Tuan memang Andy sudah beberapa hari ini tidak masuk kerja dikarenakan.....dikarenakan sakit dia Tuan, kasian mau di bawah pergi berobat juga tidak ada uang"
__ADS_1
"Ya Tuhan pak kenapa dari tadi bapak tidak bilang kalau Andy sakit, dimana dia sekarang? bawah ke rumah sakit"
Aku gegas masuk kedalam mes untuk melihat kondisi Andy dia teman baikku aku harus menolongnya.