Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
359


__ADS_3

Aku dan Dinda lagsung menunjukan nomor ke arah tamu undangan, namun belum ada yang bergerak aku pikir nomor itu masih tertinggal di kursi belum ada yang mendapatkan, namun tiba-tiba seorang gadis mengangkat nomor yang ada di kupon itu sekalian nomor meja, aku terkejut dong ternyata yang dapat adalah gadis yang bernama Rosa dia duduk di meja nomor 19. Ternyata doaku terkabul karena tadi aku mendengar keluhannya semoga hadia ini menjadi berkat baginya.


"Mantap undian pertama yang dapat sepasang suami istri, undian yang kedua yang dapat pasangan kekasih yang akan segerah menikan dan sekarang undian ketiga yaitu hadia utama sebuah apertemen yang dapat seorang gadis single parent. Luar biasa hadia-hadia yang sudah di siapkan jatuh kepada orang-orang tepat ." Ujar mc antusias begitu juga para tamu undangan bersorak. Saat Rosa mengangkat tangan semua mata memandamg Rosa mereka tidak percaya kalai ternyata Rosa yang memang mendapatkan hadia itu.


"Ha.!..serius lo Ros! Nomor lo keluar? Padahal tadi gua yang pengen dapat hadia kenapa jadi nomor lo sih yang keluar, tukaran yuk biar gua yang kedepan. Mana Tuan muda dan nona muda yang nyerahin langsung hadianya, beruntung banget sih lo Ros kasih ke gua aja napa? Bukannya tadi kata lo dapat apa nggak nya itu nggak penting juga, kenapa lo yang mendapatkan sih...seharusnya gua lo yang dapat" Pinta teman Rosa yang bernama Sisil.


"He! Sil...lo nggak punya hati nurani ya, bukannya tadi lo udah dengar sendiri curahan hati Ros, kok lo gitu sih sama teman sendiri? seharusnya lo senang dong melihat teman lo bahagia, ini justru lo mala iri nuntut di berikan apa yang menjadi hak Rosa ane deh, sana Ros nggak usa dengarin dia, punya teman kok gini amat irian gila namanya manusia itu punya rejeki masing-masing jadi mungkin malam ini rejeki nya Rosa, kok jadi lo yang emosi dan marah?" ujar teman Rosa dia kesal dengan tingkah Sisil yang menurutnya keterlaluan.


"Oalah, kok jadi lo yang sewot sih, gua nggak minta mah lo! kali gua minta mah Ros, lagian dari tadi juga Ros nggak menolak pas gua minta kenapa jadi lo yang marah atau jangan-jangan sebenaranya lo juga mengiginkan tapi takut bilangin ke Rosa, ngaku aja nggak perlu jadi pahlawan." Ujar Sisil membalas perkataan teman Rosa tadi.


Karena Rosa di panggil oleh mc jadi Rosa bangkit dari duduknya dan hendak menuju ke depan tapi karena sendiri, jadi Rosa menjadi minder tanpa menoleh ke belakang lagi Rosa asal menarik tangan, Rosa pikir itu tangan temannya jadi Rosa ingin temannya menemaninya ke depan karena agak sedikit grogi tapi ternyata Rosa salah menarik itu tangan orang lain.

__ADS_1


Aku yang melihat tangan pria itu di tarik begitu saja, bukannya menolak justrus menurut saja dari belakang membuat mata semua orang tertujuh kepada mereka berdua. Astaga romantis sekali. Yang membuat aku tidak kuasa menahan tawa adalah siapa pria yang di tarik oleh Rosa.


Setelah sampai di depan dan saat Rosa kembali menoleh ke samping baru ia terkejut melihat pria tanpan berdiri di sampingnya dengan wajah datar, tidak ada senyum sedikit pun di wajahnya membuat Rosa seketika takut. Dan mundur dua langkah jauh dari Gama, jadi Rosa tidak sadar kalau tangan yang di tarik itu adalah tangan Gama, yang membuat kami semua menahan tawa justru Gama hanya diam aja dan nurut saat di tarik, aku membuang pandang ke ayah dan bibi justru mereka senyum. Humm dapat lampu hujo dari orang tua.


"Eh...anda siapa Tuan kok ada disini? tadi bukannya saya kesini sama sahabatku, kenapa jadi anda yang datang Tuan? Mana sahabat ku Tuan?" tanya Rosa bingung.


"Tidak perlu pura-pura, bukannya dari tadi anda nona sengaja menarik tanganku untuk mengikuti anda kesini nona, kenapa anda bertanya begitu atau anda sengaja menarik tanganku untuk memperkenalkan saya ke semua orang diseini sebagai pacara atau calon suami anda nona boleh juga tuh" ujar Gama membuat Rosa terkejut dengan perkataan Gama.


Aku benar-benar tidak kuasa menahan tawa menyaksikan perdebatan antara Gama dan Rosa, aku membuang pandang ke arah belakang ternyata aku melohat Ririn dan Elsai menatap ke depan sambil mengangkat jempolnya. Aku membisikan sesuatu ke telinga Gama membuatnyanya tersenyum.


"Baiklah...ternyata yang menerimah hadia utama pada malam hari ini adalah nona Rosa, keberuntungan berpihak kepada nona Rosa malam ini sekarang saya mohon Tuan muda dan nona muda serahkan kunci apertemen kepada nona Rosa dan pasangannya Tuan muda Gama" ujar mc.

__ADS_1


Mau tidak mau Rosa menurut saja karena mungkin Rosa juga merasa malu karena sudah salah menarik orang, jadi Gama dan Rosa yang menerimah kunci apertemen setelah itu mereka langsung turun kebawah dan kembali kemenja, entah apa yang mereka berdua bicarakan aku masih melihat setelah sampai di meja makan saja mereka masih bertengkar, lucu kedua orang itu kaya Tom dan Jerry.


Setelah selesai acara puncak sekarang tinggal acara bebas, pasti anak muda yang akan berdansa sekarang Gama dengan Rosa sudah mulai akrab semoga kedepan mereka menjadi pasangan itu harapanku.


Aku dan Dinda turun dari panggung baru saja melangkah datang seorang pengawal dan katanya ada kebaran di pavlilun, kurang ajar siapa yang bisa menyusup masuk kedalam mereka pasti menyamar menjadi tamu undangan, setelah aku mendengar aku langsung teringat dengan kedua kembar jadi aku membawah Dinda di temani Ririn dan yang lain di rumah sedangkan beberapa pengawal aku utus ke pavilliun.


Yang membuat kuatir adalah ada beberapa tamu dari luar kota nginap di pavilliun, setelah aku antar Dinda aku kembali dan mencari om Angga dan Aisya ternyata mereka sudah menghilang, aku jadi curiga dengan mereka, jangan sampai di rumah bwsar ada masuk penyusup aku yakin ini pasti ulah kedua manusia jahat itu, aku menyesal tadi tidak langsung usir saja.


Sepertinya kebakaran di pavilliun itu hanya unpan atau jebakan aja terus nanti saat semua asyik kesana baru mereka mulai menyelinap masuk ke rumah besar, karena kebakaran itu sudah lumayan besar jadi tamu undamgan sudah mulai pulang mereka takut kenapa-kenapa.


Aku, Gama, Rafa dan asisten Arfan sudah menjaga keamanan di area acara jangan sampai terjadi sesuati, sedangkan kedua ayah mertua dan ayah Adinata beserta pak Erik, mas Tahir dan yang lain menuju pavilliun.

__ADS_1


__ADS_2