
Aku dan kakak Erik saling berpelukan untung tidak ada yang lihat kalau tidak sudah berpikir macam-macam. Apalagi Gama yang lihat adik ku itu tidak perna berubah sudah punya anak tapi sikapnya masih kayak bocah. Aku sangat terharu dengan setiap perkataan
"Baiklah kakak, Dava akan kabulkan permintaan kakak, Dava harap kakak juga menepati janji jangan perna memanggil Dava dengan sebutan Tuan muda lagi, sebenarnya ini yang Dava harapkan dari dulu, tapi kakak tidak perna mau, nanti besok kita akan rapat Direksi untuk menaikan posisi kakak sebagai orang kepercayaan sekalian di rektur di perusahaan, kakak mau kan membantu Dava untuk mengurus semua bisnis tolong bantu Dava kakak, kadang Dava lelah.
Tanyata punya banyak uang juga harus kerja ekestra sudah kerja di kantor kadang tidak selesai harus lanjut lagi di rumah, Dava tidak nau kerja juga siapa yang mengurus semua bisnis ini, ayah sibuk ngurus anak cabang perusahaan, Dinda suibuk urus perusahaannya jadi setiap orang sudah punya kerjaan sekarang tinggal Grey dan Gretta tapi aku rasa mereka berdua belum pantas mereka harus belajar, tapi karena kakak tidak mau menjadi direktur di perusahaan sehingga terpaksa Grey yang harus belajar. " ujarkku.
"Dik apa kamu tidak takut kakak nanti jadi seorang penghianat seperti Tuan Admaja dulu? apa kamu tidak trauma dengan masalah itu dik? sampai kita kehilangan Hawari. Sebenarnya kalau kakak benaran menjadi kakak kamu, posisi kakak sama kamu sama parsis seperti posisi Tuan Admaja dan Tuan Adinata dulu....apa kamu tidak takut hal itu akan terulang lagi?.
Jangan sembarangan mempercayakan sesuatu yang berharga kepada orang lain, karena itu tidak tahu seperti apa sikap orang tersebut, sekarang banyak orang datang pura-pura jadi teman atau saudara yanh baik, tapi kita tidak menyadari jika orang itu hanya modus saja ingat rambut sama hitam tapi kita tidak tahu hati seseorang, dan kamu dik tidak tahu hati kakak. " Ujar kakak Erik.
"Hahaha....kakak, Dava bukan orang yang bodoh. Dava tahu mana orang yang tulus dan mana yang hanya pura-pura, Dava rasa itu tidak mungkin terjadi karena kalau kakak mau melakukan itu tidak mungkin kakak menolak bukan jadi direktur di perusahaan anak cabang? dan kalau kakak orang jahat mungkin sudah dari dulu kakak menguasai semua harta yang ada saat ini. Karena kakak berperan penting juga di perusahaan, bahkan semua rahasia perusahaan kakak tahu.
Jadi kalau seandainya kakak mau mungkin dari dulu kakak masih mudah, bisa berjaya tapi sekarang umur kita sudah begini apalagi yang mau kita cari kakak, kita hanya cari kedamaian karena benar kata kakak, harta itu tidak membawah mati memang Dava akui hal itu, jadi Dava sangat percaya sama kakak, mau ya jadi direktur di perusahaan. Dava sangat percaya sana kakak bahkan ayah dan ibu saja perna bilang kalau mereka sangat percays sama kakak apalagi yang kakak takutkan?" Ujarku memohon.
"Adikku...maaf kakak tidak bisa...lagian tanpa jadi direktur juga kakak selalu bantu kamu selama ini jadi tidak perlu menjabat sebagai di rektur, apapun yang kamu butuhkan kakak akan kabulkan dan kakak akan bantu. Makasih banyak karena sudah mau menganggap aku sebagai kakak kamu dik, jika ingat kembali masa lalu aku bukan siapa-siapa disini tapi aku bersyukur bisa di besarkan dan di sekolahkan oleh orang-orang terbaik yang perna aku temui, makasih banyak atas semuanya.
Aku ingin hidup tenang dik, aku sudah tua jadi tidak ingin membuat hidupku tidak tenang karena serakah, kakak dapat gaji yang sudah di berikan saja sudah lebih dari pada cukup, jadi kakak tidak perlu menyandang status direktur tanpa kakak jadi direktur juga kakak pasti bantu kamu dik, makasih karena sudah mempercayai kakak, tapi maaf kakak tidak bisa" ujar kakak Erik
Setelah aku dengan kakak Erik selesai bicara aku kembali ke kamar ternyata istriku lagi santai sambil main hp, saat Dinda melihatku Dinda bangun dari tidurnya dan dusuk disampingku.
"Mas...tadi ngapain di ruangan mas kok lama sekali,"? Tanya Dinda.
__ADS_1
"Sayang ada yang ingin mas ceritakan kekamu terserah selepas dari apa yang mas ceritakan entah kamu mau atau tidaknya mas serahkan keputusan sama kamu sayang, tapi sebelum mas cerita mas harap sayang tenang mendengarnya dengan baik jika menurut sayang baik, berarti ambil keputusan yang sesuai dengan penilaian sayang" ujarku.
"Apa itu mas sepertinya sangat serius deh...Dinda jadi penasaran ceritalah pasti Dinda mendengar mas" ujar Dind.
"Jadi begini sayang tadi mas ketemu dengan kakak Erik di ruangan, karena mas mau kakak Erik yang akan menghadle kedua proyek itu sehingga kakak Erik minta sesuatu" Aku mulai ceritakan semua kepada Dinda dari kakak Erik meminta untuk Grey dan Gretta memanggilnya paman...pokonya aku cerita semua tidak lupa sedikit pun, sampai membuat mata Dinda berkca-kaca karena kasian mendengar permintaan kakak Erik.
Aku takut Dinda tidak setujuh dengan syarat yang di minta oleh kakak Erik namun tidak terduga dengzn reaksi Dinda, yang membuat aku senang. Sehingga aku mengakhiri ceritanya dan aku kembali bertanya kepada Dinda apa tanggapannya dan keputusannya Dinda mau tidak mengabulkan permintaan kakak Erik.
"Jadi begitu ceritanya sayang bagaimana tangapan kamu, sekarang mas serakan keputusan sams kamu jika kamu tidak setujuh juga tidak masalah tapi jika kamu setujuh itu lebih menyenangkan dan mas rasa ada kebahagiaan terpancar di kehidipan kakak Erik."
"Kalau memang itu syaratnya Dinda sangat setujuh mas, kenapa bukan Dinda saja yang jadi adik perempuannya semakin banyak kakak laki-laki Dinda semakin banyak juga yang menjaga Dinda. Kalau Dinda sih setujuh saja mas apalagi dari cerita mas ayah dan ibu juga sudah pengen adopsi pak Erik sebagai anaknya. Ya sudah malam makan bersama saja untuk mengumumkan kalau pak Erik adalah paman si kembar, tapi sebelum itu mas harus bicara dengan ayah dan ibu dulu."
Kami aku mengandeng tangan Dinda dan turun ke bawah ternyata semua sudah menunggu di ruang tengah termasuk kakak Erik juga sudah datang dan si kembar juga sudah duduk disitu.
Aku dan istri tidak banyak bicara langsung duduk saja biar ayah saja yang bicara. Ada juga pengawal berdiri tidak jauh dari kami jadi mereka juga mendengar.
"Jadi begini kenapa saya mengumpulkan kalian semua disini karena ada hal penting yang harus kalian semua tahu khususnya kedua cucu kakek, selama ini Grey dan Gretta tahu jika pak Erik adalah orang kepercayaan papi kalian di perusahaan bukan? Sebenarnyabukan hanya itu karena pak Erik ini adalah paman kalia, dia yang menjaga kalian selama ini pak Erik adalah kakak angkat papi kalian"
Si kembar terkejut begitu juga semua orang yang ada di rumah itu, tidak di samgakah Gretta anak gadisku bangkit dari duduknya dan memeluk kakak Erik di ikuti Grey, karena jika bukan kakak Erik yang menolong mereka mungkin mereka sudah di lindas mobil hampir sedikit ketbrak....
"Pamam.....!" teriak Getta anak ku ini memiliki hati mengasih lembut sama seperti ibunya tidak salah sifat ibunya nurut ke mereka berdua.
__ADS_1
Kakak Erik langsung memeluk mereka berdua setelah itu dia memeluk ayah dan ibu namun, setelah giliran Dinda kakak Erik cangung untuk memeluknya hal itu membuat Dinda yang duluan memeluk kakak Erik.
"Hmmm mulai sekarang Dinda tambah pengawal pribadi, selamat datang kesekian kalinya memang setiap hari disini tapi dengan status yang berbedah dan sekarang kembali lagi dengan status sebagsi anak hahaha" ujar Dinda memeluk kakak Erik.
"Makasih bu, yah dan semuanya sudah mau menerimah aku sebagai keluarga disini" ujar kakak Erik dengan mata berkaca-kaca.
Setelah selesai kami langsung menuju meja makan untuk makan malam.
*******
Saat ini kami sudah salam perjalanan menujuh ke bandara, kami melakukan perjalanan panjang hari ini karena harus antar kedua anak kami, ke kanada semua keluarga besar mobil kami beriringan lewat jalan tolong hampir sepuluh mobil, karena sudah lama kami buat skejul ini untuk perjalanan jauh, masing-masing dengan keluarganya anak, istri dan suami setelah kami sampai di bandara kata Asisten Arfan kalau lesawatnya sudah siap jadi kami langsung masuk kedalam pesawat karena sebentar lahi pesawat akan lepas landas.
Kami semua masuk kedalam pesawat, perjalanan kali ini kakak Erik tidak ikut tapi kakak Erik janji kalau dia berusaha dalam dua hari ini dia akan selesaikan semua masalah proyek dan nyusul hanya untuk ikut merayakan ulang tahun si kembar baru balik lagi nanti.
"Nak titip rumah dan peeusahaan ya, nanti ksmu nyusul bukan"? Ujar ibu.
"Iya bu."
Setelah kami masuk ada dua orang pramugari di dalam jet itu, dia mempersiapkan semuanya kami aja hampir lima puluh orang.
Sejauh ini aku bersyukur karena Tuhan masih memberikan kehidupan yang baik kepada aku dan keluargaku. Pesawat sudah lepas landas dan kami akan terbang ke kanada.
__ADS_1