Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
251


__ADS_3

Kami sedang asyik gobrol sambil melihat pelayan dan pengawal sibuk memangang danging dan ikannya, namun tiba-tiba ada seorang pengawal datang dan membisikan sesuatu di telingaku. Aku langsung bangkit dari dudukku meninggalkan ayah dan yang lain duduk disitu. Sebenarnya bukan kejetun hanya untuk kakak Dea dan Dinda tapi dominan untuk mas Tahir.


Pasti mas Tahir kanget banget dengan kedatangan seseorang yang di anggap sudah meninggal, untung posisi duduk mereka membelakangi ke pintu depan jadi mereka tidak tahu kalau ada orang yang datang, aku pergi bersama pengawal ternyata orang special yang aku undang sudah datang aku langsung memeluknya dan mengajak ke taman aku juga sudah bilang kalau ada Tahir dan kakak Dea.


Tapi ayah mertua tidak keberatan untuk ketemu dengan mas Tahir justru kata ayah ini saat yang tepat untuk bertemu dengan mas Tahir, karena pemilihan sudah selesai jadi ayah mertua mulai menjalankan misinya. Dan keluar dari persembunyiannya.


Jadi saat aku dengar mau bakar-bakar, aku minta ijin sama ayah dan ibu untuk sekalian undang ayah mertua, dan ternyata dengan senang hati ayah dan ibu mengijinkan aku pikir ayah mertua tidak mau karena ada mas Tahir ternyata justru ayah mertua juga setujuh.


Aku langsung membawah ayah mertua ke taman belakang dimana kakak Dea dan Dinda duduk bersama dengan yang lain, karena kebetulan kakak Dea dan Dinda duduk berdekatan jadi ayah mertua mendekati mereka dan langsung memeluk mereka jelas mereka berdua terkejut donf dan teriak bersamaan.


"Ayah......." teriak Dinda dan Kakak Dea sedangkan mas Tahir bekuh di tempat saat melihat ayah tersenyum padanya, mas Tahir pikir salah lihat sampai berulang kali mengucek matanya bahkan karena tidak puas mas Tahir menyuruh Gama menamparnya hahaha kurang ajar Gama kesempatan menampar mas Tahir.


"A....ayah...ayah..masih hidup, ini benaran atau bukan apa aku lagi bermimpi..." ujar mas tahir terbata-bata.


"Gama, apa aku tidak salah lihat atau aku ini lagi mimpi kok ayah Evan ada di depan mata, benarkah ini adalah ayah mertua cobak kamu menamparku Gama tapi jangan kuat ya" ujar mas Tagir


Plakkkkkk!

__ADS_1


"Awuhhhh sakit Gama berarti benar ini ayah, Tahir tidak mimpi kan ini, " ujarnya sambil mengelus pipinya yang sakit. Tapi langsung berlari memeluk ayah mertua, beginilah kalau orang baik semua orang merinduhkannya terlihat jelas di wajah mas Tahir sangat terharu dengan kedatangan ayah. Mas Tahir juga sampai terheran-heran kok ayah bisa ada disini.


"Ayah...bukankah ayah sudah meninggal kok ayah bisa ada disini? Bukankah ini sebuah keajaiban, Kalau ayah masih hidup kenapa tidak pulang ayah. Dan sepertinya Dea dan adik Dinda sudah tahu kalau ayah masih hidup kenapa tidak ada yang beritahu Tahir ayah. Bagaimana kabar ayah, kapan ayah pulang kerumah ayah setelah ayah pergi semuanya hancur berantakan ayah dari perusahaan dan kehidipan dirumah.


Ayah apa yang terjadi, kenapa ayah merekayasa kematian ayah jadi Tahir juga benar-benar percaya kalau ayah benaran sudah meninggal, sampai sekarang Tahir masih belum percaya dengan kenyataan ini berarti selama ini kamu merahasiakan semua ini dari mas sayang? kenapa kamu tidak memberitahu mas kalau ayah masih hidup terus kalau ayah masih hidup terus yang meninggal itu siapa ayah"


"Maaf mas bukannya Dea tidak mau memberitahu mas tapi belum saatnya mas tahu" ujar kakak Dea


Banyak sekali pertanyaan yang terlontar begitu saja dari mulut mas Tahir, padahal ayah mertua juga belum di persilahkan duduk hahah.... ayah dan ibu tertawa melihat reaksi mas Tahir yang begitu terkejut.


"Makasih besan sudah mau mengundang saya datang kesini ini adalah suatu kehormatan buat saya.." ujar ayah mertua sopan.


Akhirnya kami semua duduk kembali sedangkan pak Reno dan pengawal yang lain ikut bergabung jadi mereka sibuk mengurus makanan. Kepala penjaga makanan di pimpin oleh pak Erik dan asisten Arfan hehe.


" Ayah kok tahu hari ini kita ada bakar-bakar siapa yang beritahu ayah?" tanya kakak Dea.


"Ayah, di telpon oleh nak Dava disuruhnya ayah datang kesini ayah pikir kalian tahu kalau ayah mau kesini, karena nak Dava bilang tidak perlu hubungi kalian makanya ayah juga menurut saja heheh" Dinda dan kakak Dea memutar bolah matannya mereka menatap ke arahku.

__ADS_1


"Hmmm pantas saja tadi pagi mas Dava turun kebawah, ternyata selain bicara dengan ibu dan ayah, mas juga hubungi ayah Evan untuk kesini makasih ya mas sudah kasih kejutan istimewa untuk Dinda dan kakak Dea."


Kami semua ngobrol seru di taman sambil menikmati udara sejuk dibawah pohon-pohon yang ditanam ditaman di bawah sinar lampuh kami menikmati kebahagiaan disini.


Ini momen langkah bagi kami karena kalau sudah sibuk kerja kadang kami semua tidak punya waktu, hanya sekedar ngobrol karena pulang kerja sudah capek jadi jika selesai makan langsung istirahat jadi memanfaatkan waktu untuk berkumpul dengan keluarga, apalagi dengan kedatangan ayah mertua membuat suasana makin seru.


"Nak Tahir, karena kamu sudah tahu kalau ayah masih hidup jadi tidak masalah tapi ayah hanya pesan saja sama kamu kalau sebentar lagi rumah yang kalian tinggal itu akan di ambil alih oleh pemiliknya, dan perusahaan juga akan disita oleh bank. Dan satu lagi agar kedepannya kamu tidak terkejut alasan kenapa ayah tidak pulang kerumah karena ada penjahat yang mengincar nyawa ayah di rumah itu.


Saat kamu pergi dari sini tidak perlu kamu bicara apapun di rumah, anggap saja kamu tidak tahu apa-apa tentang semua ini, karena ayah nanti dengan sendirinya akan datang kerumah untuk memperlihatkan diri. Alasan kenapa ayah melarang Dea untuk menceritakan semua sama kamu karena ayah merasa belum waktunya apalagi kamu masih menurut dengan semua perkataan perempuan iblis itu" ujar ayah mertua.


"Maksuda ayah siapa perempuan iblis, tidak ada perempuan lain dirumah selain ibu, Lexza dan bibi Lya, jadi maksud ayah siapa"? Tanya mas Tahir tidak paham.


"Siapa yang kalau bukan Anjani nak, dia yang merencanakan kecelakaan terjadi terhadap ayah, itu yang dia merencanakan semuanya dengan selingkuhannya, ayah yakin kamu pasti tidak percaya tapi memang itu adalah faktanya nak...sudah banyak bukti yang ayah miliki."


Mas Tahir tercengang dengan penuturan ayah mertua, mas Tahir tidak percaya dengan apa yang didengarnya sampai mas Tahir menelan salivanya dengan susa paya, karena ternyata ibu mertua yang dia pikir baik ternyata seorang perempuan yang keji dan pembunuh.


Sampai mas Tahir tidak percaya" apa ayah tidak salah ya tidak mungkun ibu melakukan hal sekeji itu ayah secarakan ayah suaminya masa dengsn tega mau membunuh ayah, tapi kalau soal selingkuh sih memang benar Tahir juga baru tahu setelah videonya viral ayah."

__ADS_1


__ADS_2