
Aku diam dan menyimak semua penjelasan ayah, sepertinya pak Erik sudah tahu semua tentang karyawan yang satu ini, tapi pak Erik tidak memberitahuku. Tapi tidak masalah kalau ayah sudah tahu itu lebih baik juga. Aku pikir masalah sudah selesai setelah aku menghabisi Lexza dan yang lain ternyata aku salah justru masalah semakin tambah, tapi aku harus tenang soal karyawan ini masalah kecil.
"Maaf Tuan muda, sebenarnya saya sudah tahu dan rencana saya akan beritahu Tuan muda hanya saja tidak sempat sehingga saya beritahu Tuan besar saja dan karyawan itu sebenarnya kiriman Tuan Angga, jadi masalah itu bisa saya selesaikan maafkan saya Tuan muda kemarin waktu membuka lowongan baru bukan saya yang menangani mereka tapi HRD." ujar pak Erik aku juga tidak menyalakan pak Erik karena pak Erik juga banya sekali kerjaan.
"Baik, pak Erik tidak masalah tapi tolong segera pecat dia jangan biarkan dia tetap disini. Aku tidak mau manusia seperti dia merusak perusahaan ini apalagi semua rahasia perusahaan sampai bocor ketangannya, ini privasi kita jadi tidak boleh rahasia perusahaan jatuh ketangan mereka lagian om Angga juga sudah ada di tangan kita jadi kecoak kecil itu bisa kita singkirkan" ujarku
Hummm sibuk urus membasmi kejahatan di luar jadi tidak menyadari ternyata kejahatan sudah masuk kedalam perusahaan kurang ajar ini memang pria tua itu dia menghalalkan segalah cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Pak Erik kita semua sudah berkumpul di sini jadi lebih baiknya panggilkan aja karyawan itu biar kita selesaikan masalah ini sekarang juga sebelum kita pergi, tidak perlu di tunda lagi kalau nanti saat kita tanya dia masih berbelit-belit angkut dia lempar dia ruang bawah tanah dan siksa dia ikut orang suruhannya, sekarang jangan main-main dengan seorang penghianat kalau kita berikan kesempatan kita bakal di injak dan di permainkan." ujarku.
Kami memang rencana setelah dari perusahaan langsung ke ruang bawah tanah untuk menemui manusia penghianat itu.
__ADS_1
"Nah saya setujuh dengan Tuan muda, lebih baik memang sekarang selesaikan saja masalah ini kalau kita sudah tahu pelakunya kenapa harus tunda sampai besok lagi, apalagi kita semua sudah di sini termasuk Tuan besar karena besok kita harus memikirkan masalah lain lagi" sambung asisten Arfan.
"Baiklah kalau begitu silahkan Erik telpon HRD untuk datang kesini sekalian dengan karyawan itu, benar kata Arfan untuk apalagi di tunda kalau kita semua sudah disini."
Pak Erik langsung menelpon HRD dan tak berselang lama datang HRD bersama dengan seorang karyawan perempuan kalau di lihat dari wajahnya tidak begitu cantik, tapi cara pakiannya aku begitu tidak suka kancing baju atasnya di buka dan roknya agak begitu seksi sampai di paha atas sejak kapan di perusahaan ini punya aturan sendiri berpakain tidak sopan begini.
Aku langsung bertanya pada HRD kenapa dengan pakian karyawan, siapa yang mengeluarkan aturan membiarkan karyawan perempuan berpakian seperti ini. Disini bukan temoat bihubaran tapi di perusahaan adalah tempat dimana bekerja, jadi setiap karyawan harus patuh kepada peraturan perusahaan bukan semena-mena.
"Maaf pak, siapa yang memberikan peraturan untuk karyawan yang bekerja di perusahaan Adinata grup berpakain tidak sopan seperti ini? bukankah sudah ada aturan bahwa kalau pakaian celana harus celana kain dan juga kalau pakai rok harus di bawah lutut dan bajunya harus rapi bukan seperti ini, maaf kayak perempuan tidak benar, siapa nama kamu, siapa yang mengijinkan kamu berpenampilan seperti ini"? Tanyaku, namum justru aku dapat tatapan tajam dari karyawan ini mungkin dia tidak menerima nasihatku sehingga dia menatap aku dengan tajam, atau bisa jadi dia sudah tahu kalau kedoknya sudah ketahuan makanya dia marah.
Lancang sekali karyawan ini berani sekali dia melawan saat HRD menyuruh aku untuk pecat dia.
__ADS_1
"Ha.... pecat? Mana bisa begitu, saya juga berhak bekerja disini selama ini saya juga mengikuti semua aturan disini hanya saja saya memang suka cara berpakaian begeni apakah tidak bisa. Bukankah karyawan juga memliki hak dan kebebasan untuk melakukan sesuatu. Masa hanya karena penampilan saya di pecat, Tuan muda dan Tuan besar seseorang yang terpandang jadi tidak mungkin asal pecat karyawan begitu saja, lagian kalau saya di pecat saya harus dapat gadi double dan pesangan. Saya juga sebagai karyawan teladan disini mana bisa saya di pecat begitu saja."
"Diam kamu Rara...hak apa kamu berbicara begitu terhadap Tuan muda dan Tuan besar, kamu pikir kami tidak tahu bahwa kamu masuk bekerja disini karena punya maksud dan tujuan, jadi jangan kamu mengajari kami, Tuan muda mau pecat kamu itu haknya dan ingat kamu karyawan baru disini jadi kamu tidak berhak meminta pesangon, justru jika sekarang kamu di pecat jangankan pesangon gaji pun kamu tidak bakal dapat paham kamu?.
Kamu pikir cara berpakian kamu itu sudah memenuhi aturan disini? Cobak kamu perhatikan karyawan senior dan karyawan baru lainnya apa ada yang berpenampilan begini selain kamu, kalau ada hari ini kalian akan sama-sama di pecat. Sebelum kamu masuk kesini yang jelas kamu sudah caba semua syarat di perusahaan ini bukan dan kamu juga memenuhi persyaratan itu, jadi tidak seenak jidat kamu mengatur atasan kamu, sekarang saya mau tanya sama kamu siapa yang menyuruh kamu masuk kesini dan apa tujuan kamu.
Kalau kamu jawab jujur dan tidak bohong saya yakin Tuan muda dan Tuan besar akan membebaskan kamu, tapi kalau kamu bohong dan berbelit-belit sekarang juga kamu di pecat dan saya akan seret kamu ke penjara sekarang jamu pilih mau keluar dari sini dengan baik-baik atau di pecat dan di seret ke kantor polisi." ujar pak Erik.
Rara membulatkan matanya dengan sempurna saat mendengar perkataan pak Erik mungkin dia tidak percaya kalau pak Etik bisa bicara begitu, tapi aku sependapat dengan pak Erik kalau Rara jujur aku akan melepaskannya dan tidak menghukumnya nanum kalau dia bohong aku tidak segan menghukumnya juga.
"Loh...ke..kenapa saya di penjara pak, saya kan tidak melakukan kesalahan jangan asal nuduh ya pak saya kerja disini karena saya butuh uang kok bukan karena punya maksud pak" ujar Rara gugup kelihatan sekali dia sudah mulai ketakutan dia tidak landai berbohong.
__ADS_1
"Nona Rara, kali ini aku bertanya sama kamu ini pertanyaan pertama dan terakhir, jadi kesempatan untuk kamu hanya satu kali kalau kamu tidak menyayangi dirimu silahkan berbohong tapi jika kamu menyayangi dirimu dan keluarga kamu maka jujurlah aku janji akan melepaskan kamu pergi, sekarang kamu jawab dengan jujur siapa yang menyuruh kamu masuk ke perusahaan ini dan apa tujuan kamu nona Rara, kamu harus tahu siapa lawan kamu sekarang, semua data tentang kamu dan keluarga kamu sudah di tangan ku" ujar ku.
Rara masjh diam tapi shdah gemetaran, aku sampat terkejut tiba-tiba dia bangkit dari duduknya dan bersujub di bawah memohon ampun.