
Akhirnya semua polimik masalah selesai, sekarang Elsa sudah dalam perjalanan menuju ke rumah sakit di antar Oleh ayahnya dan Gama sedangkan yang lain langsung pulang ke rumah Tuan Adinata susul ke rumah sakit karena kasian dengan adiknya sendirian.
"Nak....bawah putry ayah pulang ya, ini bukan saatnya kita bicara tungguh nanti sampai di rumah saja baru kita selesaikan semua. Kita belum tahu kondisi Elsa bagaimana, jadi kalau sudah sampai dirumah minta tolong sama dokter Riski untuk mengobati semua luka kalian. Oh, ya. Semua sudah adakan disini tidak ada yang hilangkan? Tanya Tuan Adinata memastikan sebelum meninggalkan tempat itu, Tuan Adinata harus tahu kalau pengawalnya semua lengkap dan setelah mereka hitung ternyata tidak ada yang hilang.
"Semua lengkap Tuan" ujar pak Erik.
"Baiklah kalau begitu pulanglah keruman tapi ada yang terluka parah tidak" tanya Tuan Adinata lagi, ternyata ada tiga pengawal yang di tempatkan di hutan terluka lumayan parah. Akhirnya Tuan Adinata memutuskan untuk membawah ketiga pengawal itu ke rumah sakit untuk dirawat.
"Pak Erik ikut saya ke rumah sakit sekalian tiga pengawal yang terluka parah itu, untuk dirawat kalau yang lain pulanglah biar di obati oleh dokter Riski"
"Baik Tuan" ujar pak Erik.
Akhirnya Tuan Adinata pergi ke rumah sakit menyusul paman dan Elsa, sedangkan Dava dan yang lain termasuk Rafa dan asisten Arfan pulang ke rumah.
Pasti semua orang yang ada di rumah terkejut karena melihat para pengawal terluka, termasuk Dava dan Tuan Adinata juga hanya saja tidak separah yang lain.
"Sayang boleh jelaskan pada mas, kenapa sayang bisa ada di sana, dari mana sayang tahu tempat itu sedangkan waktu kita bicara di ruangan ayah tidak ada yang memberitahu tentang tempat dimana Elsa di sekap..dan waktu sayang datang orang rumah ada yang tahu tidak"? Tanya Dava
Dinda memandang Dava dan tersenyum bukannya jawab justru Didan semakin manja dengan Dava, Dinda menengelamkan kepalanya kedalam dada bidang Dava dan tidur...Dava melihat tingkah istrinya hanya mengelengkan kepala.
__ADS_1
"Tuan..biar bagaiman pun kita harus bangga dan bersyukur karena kalau bukan nona muda mungkin diatara kita ada yang pulang tinggal nama, nona muda datang tepat waktu jujur saya sangat terkejut mendengar bunyi tembakan langsung disusul dengan bunyi orang jatuh. Saya pikir itu Tuan besar sudah kena tembak saat saya buka mata ternyata Tuan besar sudah di peluk oleh nona Dinda"
"Ya, kamu benar Fan, kalau bukan istriku mungkin ayah orang yang pertama jadi korban bajingan itu baru aku, makasih ya istriku kamu wonder woman datang tepat waktu dan menyelamatkan hidup kami semua."
Namun semua yang di bicarakan Arfan dan Dava tidak didengar lagi oleh Dinda, karena Dinda sudah tertidur pulas mungkin karena sudah capek melawan pengawal Admaja sehingga langsung tidur nyenyak. Lagian mobil Dava juga bisa tidur didalam.
Akhinya mereka sampai di rumah dan semua pengawal langsung di tangani oleh dokter Riski, Sedangkan Dava tidak tega membangunkan Dinda sehingga Dava langsung mengendong sang istri kedalam kamar dan menidurkannya.
"Aduh..Mau bangunin juga tidak tega, tapi masa Dinda tidur dengan pakian yang masih berdarah begini walaupun sudah kering tapi seram."
setelah menidurkan Dinda, Dava kembali turun ke bawah dan mengobati lukanya bersama dengan yang lain, kepulangan mereka di buat heboh apa lagi nyonya Adinata sampai histeris melihat putranya juga terluka dan nyonya Adinata juga menanyakan keberadaan Dinda namun kata Dava Dinda Istirahat, Dava tidak tahu kalau Dinda sudah bangun dan langsung mandi karena tadi kena percikan darah Admaja.
Sedangkan di rumah sakit, saat ini Elsa sudah diperiksa oleh dokter dan dokter mengatakan kalu Elsa tidak kenapa-kenapa tidak ada luka yang serius di tubuh Elsa. Mendengar itu Tuan Adinata dan pamas Eros bernafas legah setidaknya mereka semua selamat termasuk Elsa dan ketiga pengawal itu juga masuk rumah sakit harus rawat inap.
Makasih ya, mas. Kalau bukan mas saya tidak tahu mau buat apalagi, tapi saya salut sama Dinda mas memang Dinda menantu idaman banget, kalau bukan Dinda mungkin mas sudah jadi korban pertama bukan hanya mas tapi kita semua.
"Sama-sama Er, Elsa itu anak mas juga, kalau soal Dinda memang menantu mas itu tidak bisa di ragukan lagi, dengan kekuatan bela dirinya Er.. Dia sangat hebat makanya mas sangat bersyukur Dava bisa menikah dengan perempuan sebaik dia ."
"Bagaimana dengan tangan mas masih sakit tidak"? Tanya pama Eros.
__ADS_1
"Ini tidak seberapa Er dibanding penderitaan Hawari, tapi mas sudah bisa tenang karena sudah membalaskan semua penderitaan yang dia alami sekarang dia sudah tenang di surga"
"Lebih baik setelah ini mas pulang dengan Erik saja..soal Elsa tidak perlu mas cemaskan biar saya yang menjaganya karena besok mas kerja, semua pengawal sudah kewalahan mas jadi biarkan mereka istirahat, biarkan yang tidak ikut tadi mereka saja yang menjaga dulu besok baru gantian"
Untung Elsa tidak apa-apa jadi paman Eros dan Tuan Adinata mereka merasa lega, setelah Tuan Adinata meresa sudah aman akhirnya Tuan Adinata pulang tinggalkan paman Eros di rumah sakit, dengan kedua pengawal yang ikut sedangkan ketiga pengawal yang lain mereka masih di rawat.
Kembali ke rumah..setelah Dinda selesai mandi bukannya makan malam justru Dinda tidur karena meresa ngantuk sekalih.
"Ah...mas Dava pasti masih di bawah mengobati lukanya biarlah ada dokter disana aku ngantuk banget lebih baik tidur saja deh. Lagian aku juga tidak lapar ini sudah jam sembilan nanti kalau lapar baru bangun"
Akhirnya Dinda kembali tidur, tidak lama kemudian Dava naik keatas mendapati istrinya sudah tidur, bahkan sudah mandi dan menganti pakiannya, Dava hanya tersenyum awalnya Dava mau menyentuh Dinda tapi Dava sadar kalau dirinya belum mandi apalagi badannya kena percikan darah.
Dari tadi nyonya Adinata dan yang lain bertanya soal Elsa tapi belun ada yang menjelaskan, mereka hanya bilang Elsa dirumah sakit dan nanti saja baru bicara lagi karena mereka semua lelah.
Dava langsung mandi karena merasa badannya terasa berat. Pakian yang di pakek tadi langsung dibuang tidak perlu di pakek lagi karena pakian itu sudah kena darah orang pikirnya. Sama juga dengan pakian yang di pakek oleh Dinda.
Dava merendam dirinya didalam bathtub hampir setegah jam untuk menetralkan pikirannya, karena tadi sudah menguras emosi dan tenanga. Setelah selesai mandi Dava keluar dari kamar mandi dan langsung menganti pakian.
Dava sama seperti Dinda tidak makan malam karena sudah merasa sangat lelah, Dava naik ke atas ranjang dan berbaring disamping Dinda langsung memberikan satu kecupan di kening Dinda.
__ADS_1
Dava membuka hpnya mengecek apakah ada pesan atau file yang di kirm. Setelah Cek ternyata tidak ada akhirnya Dava menyimpan hpnya di nakas dan langsung memeluk Dinda akhirnya Dava juga ikut tertidur karena lelah