Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
379


__ADS_3

Dinda berpikir Rara adalah perempuan pengodah sehingga Dinda menatap Rara dengan tatapan nyalang, sehingga aku merasa lucu namun belum selesai aku menjawab pertanyaan Dinda, kami sudah ternganggu dengan suara cempreng dari tua bangka itu. Mungkin dia pikir ayah datang untuk membebaskannya padahal ayah datang untuk memberikan pelajaran kepadanya agar jadi manusia jangan serakah.


"Tuan Adinata untung anda datang, tolong berikan pelajaran kepada menantu sialan anda yang tidak punya attitude sama sekali, hampir sedikit dia membunuh saya, istri dan putry saya. Dasar perempuan rendahan ternyata seperti ini ahklak seorang menantu idaman Tuan Adinata lebih berkelas putry saya, tolong ajarin dia agar tidak semena-mena memperlakukan orang yang lebih tua darinya". Ujar om Angga.


" Jaga mulut anda ya om, jangan sembarang ngatain istri ku karena putry anda tidak ada apa-apanya di bandingkan istriku, Istriku wanita yang berkelas dan dia melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang penjahat itu perbuat kepadanya oh, ya om aku punya kejutan untuk om semoga om tidak jantungan, mungkin dengan om melihat orang ini om sudah tahu maksud aku." Ujarku


Aku langsung menyuruh pak Erik menarik keluar Rara dari belakang pak Erik, seketika membuat om Angga terkejut dengan kedatangan Rara, om Angga tidak percaya jika Rara turut ikut bersama kami semua.


"He...karyawan rendahan untuk apa kamu disini? Oh, saya tahu kamu pasti ingin jual diri lagi bukan? mau menjadi perempuan pengodah lagi. Untuk apa Tuan muda membawah karyawan rendahan ini kesini saya muak lihatnya tolong usir dia dari sini Tuan muda. Karena dia ini perempuam licik dan suka mengodah suami orang." Ujar om Angga sudah mulai ketakutan.


" He.. pak Angga, punya hak apa pak Angga mengusir karyawan saya, Rara datang kesini karena atas ijin saya dan satu lagi pak Angga sudah tidak punya wewenang lagi untuk berbicara kasar dengan karyawan saya, oh oya lupa memangnya pak Angga kenal karyawan saya? Sejak kapan kenalnya pak Angga atau perna punya hubungan khusus apa ya dengan karyawan saya? sepertinya pak Angga kelihatan sangat ketakutan saat melihat nona Rara." Ujar ayah.


"Hay Tuan Angga saya harap anda hati-hati dalam bertutur kata ya, karena takutnya perkataan Tuan menjadi bomerang untuk Tuan Angga sendiri, dan saya juga terkejut melihat seorang pria kejam yang sekarang ada di hadapanku dengan kondisi yang sangat prihatin sekali.


Tapi saya rasa hukuman ini belum seberapa dengan apa yang sudah anda lakukan kepada semua gadis termasuk saya salah satu karyawan yang mendapatkan pelecehan dari anda, dan tidak sampai disitu anda memanfaatkan kelemahanku, sehingga anda mengancam akan membunuh saya dan ibu saya jika saya tidak mengikuti perintah anda, anda menyuruh saya untuk bekerja di perusahaan Andinata grup untuk mencuri semua data perusahaan bukan? Dengan pembayaran empat miliyar dan satu miliyar sudah anda transfer" Ujar Rara.

__ADS_1


"Hahaha dasar perempuan licik, berani-beraninya kamu membalikan fakta, saya tidak perna melecehkan siapapun apalagi kamu perempuan murahan, saya sudah punya istri apa kamu punya bukti bahwa saya perna melakukan pelecehan terhadap karyawan termasuk perempuan murahan seperti kamu, saya juga tidak pernah menyuruh kamu perempuan busuk untuk mencuri data perusahaan Adinata, masa saya jahat kepada sahabat baik saya, Tuan Adinata jangan nendengar perkataan perempuan gila itu dia bohong kalau memang benar seperti itu. Mana buktinya coba saya ingin melihatnya, jangan hanya omong kosong aja" ujar om Angga.


Tapi benar juga tadi saya juga lupa minta bukti sekarang ini segalah sesuatu yang terjadi harus dengan adanya bukti, bisa jadi orang tersebut hanya Alibi untung om Angga mengingatkan sehingga aku juga ingat.


"Ya betul nona Rara apa yang di katakan Tuan Angga, apakah nona Rara punya bukti untuk memperkuat perkataan anda nona karena kalau tidal ada bukti yang valit bisa jadi nona Rara yang masuk penjarah nanti karena itu sebuah fitnah" sambung pak Erik


"Tuan-Tuan...tidak perlu risau dengan semua bukti yang di katakan oleh tua bangka ini l, karena bukti itu sudah saya simpang semua disini dari percakapan saya dengan dia saat dia mengancam saya untuk membunuh saya dan ibu saya, bahkan video saat tua bangka ini melecehkan saya dan teman karyawan yang lain, waktu itu saya diam-diam masuk ke ruang komputer jadi saya mengambil cctv, terus tuang bangka ini juga tidak menyadari kalau selama ini saya memasang kamera tersembunyi di ruangannya.


Sehingga semua aktifitasnya di dalam ruangan semua terekam disini, jadi jangan takut Tuan sekarang Tusn boleh lihat saja di hp saya karena apa yang saya katakan semuanya benar, oh ya Tuan besar boleh kah saya bermain dengannya, selama ini saya tidak melawannya bukan karena saya tidak berani melainkan saya taku ancamannya dia itu betul dan mencelakai ibu saya" ujar Rara.


Rara langsung menyodorkan hpnya dan pak Erik langsung membuka video yang ada didalam, betapa menjijikan om Angga saat dia memaksa bercumbuh dengan seorang gadis, kalau aku lihat gadis itu sangat ketakutan sampai badannya gemetaran, hanya karena gadis itu menolak dan berteriak om Angga menyiksanya sampai tersungkur di lantai.


"Silahkan nona Rara lakukan sesuai kemampuanmu, sekarang giliran nona Rara lagi putri ku sudah cukup bukan"? Tanya ayah saat menatap Dinda, Dinda langsung mengangguk.


Rara mendekati tua bangka itu dan tanpa aba-aba langsung di berikan sebuah tinju dengan kekuatan super sehingga om Angga mengeram kesakitan.

__ADS_1


"Arghhh..."


Rara kembali mengambil kabel yang di pake oleh Dinda dan menyetrom mereka bertiaga, setelah Rara bermain saatnya aku karena memang hari ini kami berencana menyiksa mereka sampai tinggal napasnya saja, dan ini pelajaran berharga untuk om Angga karena setelah ini aku yakin dia pasti emosinya tak terbendung, saat menyaksikan istri dan putrynya bercinta dengan para pengawalnya.


"Dava tolong jangan siksa aku lagi lepaskan aku Dav aku sangat mencintaimu masa kamu tidak punya hati nurani sama sekali melihat calon istri kamu tersiksa begini, aku tahu kamu sengaja pura-pura kuat bukan di depan ayah dan istri kamu padahal dalam hati kamu terluka dan ingin membebaskan ku"


Ya Tuhan perempuan ini sangat menjijikan dan tidak punya malu sama sekali dia pikir dia siapa, sehingga aku terluka melihatnya menderita justru aku ingin dia lebih menderita lagi.


"Asisten Arfan, pak Erik tolong bersama pengawal keluarkan keempat pengawal yang terkurung di dalam itu keluar dan, tua bangak ini masukan kedalam sel itu biar dia langsung menyaksikan disini" aku menyuruh pak Erik untuk mengeluarkan keempat pengawal om Angga, aku ingin ikuti cara menyiksa ayah mertua sepertinya bagus juga untuk manusia seperti Aisya.


Dari tadi dia ngoce tidak jelas tapi aku tidak menghiraukannya sama sekali biarkan sampai dia bosan baru dia diam.


"Mas, apa yang ingin mas lakukan terhadap mereka bukankah kata mas jangan membunuh mereks dulu? Kenapa sekarang mas lakukan itu"?


"Kamu tenang aja sayang, mas tidak akan membunuh mereka justru mas ingin menyiksa om Angga dengan cara membiarkan keempat pengawalnya bermain bebas dengan istri dan putry nya di depannya matanya, atas pembalasan dia sudah menodai banyak gadis ini hukum karma untuk pria jahat seperti om Angga sayang. Karena penyiksaan ini belum selesai sampai disini jadi lihat saja saya"

__ADS_1


Tak berselang lama keempat pengawal itu di keluarkan dari dalam kurungan sedangkan om Angga kembali di kurung. Sampai dia teriak-teriak padahal dari tadi sudah di siksa tapi masih punya banyak kekuatan juga om Angga.


"Tuan Adinata anda sangak kejam kenapa anda diam saja saat putra dan menantu anda menyiksa sahabat karib anda sendiri. Katanya sahabat tapi ternyata Anda kejam Tuan Adinata." teriak om Angga.


__ADS_2