Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
74:74


__ADS_3

Saat mendengar perkataan Dinda Lexza dan Kenedy terkejut mereka berdua membulatkan mata mereka dan berusaha kembali bangkit berdiri, Lexza dan Kenedy benar-benar tidak menyangka jika Dinda sudah sangat beruba. Kenedy panik dan menatap wartawan yang ada di dekat kami dari tadi dan sontak Kenedy dan Lexza berteriak sambil mengusir para wartawan. Pengen ngakak pas lihat kepanikan mereka berdua tapi bisa aku tahan aja .


"Hey.....kurang ajar siapa yang berani mengijinkan kalian meliput berita disini cepat pergi dari sini atau kalian tahu akibatnya kalian tahu siapa saya kan? saya hanya angkat satu jari saja kalian kehilangan pekerjaan, sekarang saya minta kalian pergi dari sini"


"Dan kamu perempuan sialan apa urusan kamu di rumah sakit ini, berani sekali kamu menendang aku, aku tahu kamu sakit hati karena kamu tidak di anggap di keluarga Winata dan kamu juga di usirkan dari rumah sehingga kamu tidak terimah dan sengaja datang kesini untuk membuat keonaran lebih baik kalian orang miskin ini pulang ke gubuk kalian dan diam-diam disana sampai saya menyuruh relawanku antarkan kalian sembako untuk menyambung hidup kalian."


Karena aku sudah tidak tahan lagi dengan perkataan sih manusia kaparat ini jadi aku maju sampai kami berdua berhadapan, kalau aku tidak mungkin memukulnya karena dia bukan lawanku aku juga tidak mau mengotori tanganku yang bersih ini. Apalagi banyak wartawan disini jadi aku gak mau nanti gara-gara aku memukul manusia tidak tahu malu ini jadi masalah besa.


"Hay Kenedy maaf jika aku hanya menyebut nama kamu dan tidak memanggil kamu dengan sebutan kak ipar karena memang kita tidak punya hubungan apa-apa lagi dan kamu juga tidak pantas di hargai, kamu jangan panik begitu dong kalau menghadapi seorang perempuan yang kamu anggap lemah selama ini, kamu sampai tersungkur kelantai karena tendangannya apalagi aku sebagai suaminya satu kali tendang aja mungkik tulang kecil kamu patah"


"Ingat Kenedy rahasia terbesar keluarga Winata ada di tangan aku dan Dinda, hanya sekali aku petikan jari ini karir kamu hancur, ingat diatas langit masih ada langit dan dibawah bumi masih ada bumi jadi jangan perna kamu merasa diri kamu paling hebat karena kamu itu hanya seekor semut yang sekali injak saja langsung mati. Berani sekali kamu meneriaki istri saya mau kamu apa ha...aku dan istriku kesini dengan cara baik-baik tapi istri kamu yang status sebagai anak haram itu berani sekali mengatai istri ku" bentak aku ikut emosi juga


"Wartawa sini semua tolong viralkan semua yang mereka ini lakukan tadi terhadap istri aku kalau kalian tidak berani biar aku aja yang viralkan aku mau lihat cecunut ini sehebat apa sampai dia bisa berkata seperti ini terhadap istriku, kamu gak malu numpang di rumah mertua dan kamu harus tahu satu hal istri aku tidak di usir dari rumah itu tapi dia yang pergi dengan sendirinya dari rumah, dan sewaktu-waktu bisa jadi kalian yang akan angkat kaki dari rumah itu."

__ADS_1


Aku berkata seperti itu dengan nada meninggi karena memang aku sudah sangat emosi kalau aku gak memikirkan dia masih ipar dan juga lebih tua dariku mungkin aku sudah menghajarnya sampai babak belur. Hanya saja aku tidak bisa melakukan itu karena salah satu faktor adalah ini di rumah sakit yang kedua aku juga gak mau buat keributan biar istriku yang menangani aku yang akan bertindak jika mereka macam-macam dengan istri ku.


Kali ini aku tidak akan membiarkan siapa pun yang berani merendahkan harga diri istriku, mereka tidak tahu kalau rumah sakit yang saat ini mereka bangga-banggakan adalah rumah sakit milik aku, sebenarnya aku pengen mereka cepat tahu siapa aku tapi kalau sekarang terbongkar identitasku, permainan tidak seru karena aku yakin mereka akan beruba menjadi munafik.


Aku memandang istriku yang lagi emosi begitu juga aku melihat Lexza tidak terimah dengan perkataanku dan menatap aku dengan tajam seperti singa yang siap menerkam mangsanya.


Aku mau lihat sampai sejauh mana kehebatan manusia toxic ini. Lama Kenedy diam aku pikir dia tidak akan bicara lagi ternyata dia masih belum puas memang aku harus biarkan Dinda untuk memberinya pelajaran.


Dari tadi bukan hanya kami yang ada disini tapi paman Gibran dan bibik Lya terus Tahir tapi mereka bertiga sampai sekarang ketiga orang ini masih bungkam belum ada yang bicara hanya Kenedy dan Lexza yang dominan dan Dea lagi tapi langsung di marahin oleh Lexza.


Mamang Lexza dan Kenedy sangat keras kepala aku dan Dinda sudah peringatkan mereka tapi gak mau mendengar mamang ya kalau orang egois dan merasa paling benar gak akan mau kalah.


Lexza menatap Dinda dengan tatapan nyalang tapi Dinda masih tetap diam saja tidak melakukan apapun sebelum Lexza yang duluan.

__ADS_1


"Memang ya kalau dasarnya sudah miskin harta berarti miskin otak juga, sudah berapa kali aku jelaskan sama kamu tapi kamu tetap tidak mendengar, dan kamu" Lexza menatap aku dengan tatapan intimidasi lalu berkata dengan lirih" tadi kamu bilang apa aku anak haram. Hahaha...hello laki-laki miskin kamu tahu apa tentang kehidupanku, aku ini anak kandung dari ayah Evan dan bu Anjani jadi jangan sembarang bicara."


Aku yang mendengar pengakuan Lexza membuatku tertawa karena memang lucu, beginilah kalau manusia seperti Lexza tidak tahu apa-apa kali ini bukan aku yang bicara tapi Dinda yang menyambung perkataanku.


"Oh ya....kalau memang kamu yakin kamu anak kandung ayah Evan coba dong tes DNA, aku pengen lihat deh hasilnya seperti apa. Aku hanya takut saja kalau nanti kamu tahu kebenarannya kamu akan bunuh diri karena tidak bisa menerima kenyataannya dan satu lagi kamu bilang apa tadi miskin otak hallo...apa bedahnya sama kamu miskin ahklak dan miskin segalanya".


"Kamu tidak usa kepedean deh dan dengan bangganya kamu berkata kalau kamu anak kandung, kamu gak malu kalau nanti kenyataan tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Bisa gila nanti kamu, berani gak kamu kalau kamu tidak punya uang untuk bayar tes DNA nya biar aku yang bayar masih sanggup aku, jangan kamu pikir aku tidak mampu melakukan itu beli rumah sakit ini aja aku sanggup banyak uang suamiku. "


Lexsa membulatkan matanya dengan sempurna mendengar penuturan Dinda. Tapi memang benar adanya biarkan perempuan sombong ini tes DNA biar dia tahu kalau memang dia bukan anak kandung ayah Evan tapi anak dari hubungan gelap bu Anjani dan pacarnya dulu.


Dea yang melihat pertengkarang Lexza dan Dinda yang tidak ada henti nya ia ingin melerai karena Dea tidak mau ada keributan lagi di rumah sakit karena sangat memalukan apalagi banyak wartawan.


"Kakak Lexza sudah, ini di rumah sakit loh kalian gak malu di tonton sama orang dan juga kakak tahu gak wibawah dan harga diri kakak nanti direndahkan oleh banyak orang karena mereka berpikir kalau kakak tidak punya etika. Ingat kakak disini banyak wartawan kakak tidak takut nanti semua yang kakak katakan tadi viral di media sosial"

__ADS_1


Aku perhatikan semua perkataan Dea agak sedikit perubahan di dalam diri Dea semoga Dea benar-benar beruba karena mau bagaimanapun Dea kakak kandungnya Dinda. Kalau Lexza dia hanya kakak tiri yang dibawah oleh bu Anjani jadi tidak perlu di hiraukan yang penting Dea yang sudah mulai beruba, dea melangkah mendekati Dinda entah apa yang mau dia lakukan aku tidak tahu asal dia bersikap sopan dan baik sama istiku saja.


__ADS_2