Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
285


__ADS_3

Hari ini adalah hari weekend jadi kami sekeluarga tidak kemana-mana kami hanya berkumpul di rumah untuk makan bersama, karena rencanan kakak Dea dan mas Tahir juga datang kerumah, setelah kami selesai sarapan pagi kami sekeluarga berkumpul di ruang tengah seperti biasa karena kemarin kami sudah menonton live dari sebua cenal mengenai bu Anjani sudah di usir dari kediamana Winata.


Dan ayah mertua juga sudah menelpon menyampaikan kalau rumah itu sudah kosong, jadi besok ayah mertua akan kembali ke perusahaan untuk menghendle kembalidan semua sertifikat sudah di ganti atas nama Dinda dan kakak Dea. Setidaknya aku sedikit bernapas lega tapi aku belum yakin kalau hidup kami aman bagaimana tidak bu Anjani masih berkeliaran di luar sana perempuan itu sangat licik jadi dia punya banyak cara untuk menjatuhkan seseorang.


Saat kami semua asyik berbincang mengenai masalah keluarga Winata, tiba-tiba ada seorang pengawal datang dan menyampaikan kalau ada seorang ibu bersama putri nya memaksa masuk kedalam rumah tapi masih di tahan oleh pengawal sehingga mereka tidak membuka pintu gerbangnya.


"Maaf Tuan jika saya lancang ada dua orang perempuan ada di luar gerbang sambil teriak-teriak memaksa masuk Tuan, katanya mereka mau ketemu dengan Tuan dan nyonya karena ada perlu penting. Jadi bagaimana Tuan apakah saya membuka pintu untuk mereka"? Ujar pengawal.


Tiba-tiba datang asisten Arfan dan menyampaikan kalau yang datang adalah bu Anjani dan Lexza, akhirnya mereka datang juga aku sudah tahu tujuan mereka datang kesini karena mereka sudah di usir jadi mereka datang kalau tidak meminta rumah pasti mereka meminta uang hanya dua itu.


"Maaf Tuan saya menyelah, setelah saya cek ternyata yang datang adalah nona Lexza dengan nyonya Winata Tuan, mereka memaksa masuk kedalam sambil berteriak bahkan gerbang di dorong gitu " ujar asisten Arfab.


"Aku sudah mendunga hal ini akan terjadi, kalau mereka pasti akan datang kesini karena mereka yakin jika apa yang mereka minta pasti ayah dan ibu kabulkan, ayah tahu apa tujuan mereka kesini, asisten Arfan tolong bukain pintu untuk mereka dan antar mereka kesini kami akan menunggu dari pada mereka ribut di luar sana." Ujar ayah.


"Baik Tuan" asisten Arfan langsung berlalu pergi.


"Ayah tidak sebaiknya usir aja mereka tidak perlu membiarkan mereka masuk kesini Dinda muak melihat wajah munafik mereka, manusia bermuka dua itu ngapain kesini Dinda yakin mereka meminta sesuatu dari ayah dan ibu, karena perempuan ular itu perna datang ke kantor meminta bantuan mas Dava tapi mas Dava tidak mengindahkan permintaan mereka. Makanya mereka sengaja kesini untuk minta bantuan ayah dan ibu" ujar Dinda.


Ayah dan ibu paham dengan perasaan Dinda sehingga ibu mengelus kepala Dinda sambil tersenyum.

__ADS_1


"Sayang, kamu tenang saja ya selama ini ibu dan ayah hanya mendengar tapi belum melihat langsung seperti apa sikap nyonya Winata sesunggunya, jadi ibu ingin lihat langsung sikap seperti apa yang nyonya Winata miliki. Biarkan mereka masuk kita lihat sendiri nanti seperti apa drama yang mereka perankan, meskipun ibu masih penasaran mereka tahu alamat rumah dari siapa tapi ya sudah itu tidak penting." ujar ibu


Dinda hanya diam dan tetap duduk di tempat tidak ada seorangpun yang beranjak dari tempat duduknya. Tidak lama kemudian asisten Arfan kembali dengan bu Anjani dan Lexza, tidak ada sopan sama sekali mereka main masuk saja tidak ada ucapan salam dari mulut mereka, justru mereka memandang menyelusuri didalam rumah itu mau bilang kampungan juga dia orang kaya tinggal di kota.


"Hallo besan apa kabar? Wah rumahnya luas banget kayak istana ya besan pantas aja putry kesayangan saya sangat betah disini, makasih loh besan sudah menjadi mertua yang baik untuk Dinda karena jujur putry bungsu saya ini tidak bisa di kasarin, karena waktu dia masih di rumah dia mendapatkan kasih sayang penuh dari saya dan ayahnya" ujar ibu Anjani membuat Ibu nahan tawa, semua orang yang ada di ruang tengah menatap mereka berdua dengan sinis.


"Nyonya boleh dong saya tinggal disini juga kan kita keluarga, Dinda kan adik saya jadi ini rumah saya juga" ujar Lexza.


"Hussss.. Manusia tidak punya malu" Ririn kesal sampai nfatain mereka


Sedangkan ayah dan ibu masih menangapi mereka dengan senyuman manis, aku tahu ibu sudah tidak tahan lagi dengan perkataan bu Anjani tapi ibu masih tenang.


Yang tidak pantas itu adalah ibu kandung rasa ibu tiri jahat yang berani menyiksa anak kandung sendiri karena keserakahan harta dunia. Dan satu lagi perkataan tidak sesuai dengan kelakuan"


Bu Anjani menaham malu dari mimik wajahnya sudah merah merona karena perkataan ibu.


"Ya begitulah besan memang aku sangat perhatian dengan putry saya tapi dia lebih dekat dengan ayahnya, dan lebih manja dengan ayahnya sehingga setelah ayahnya meninggal putry ku beruba total. Dia sering marah dan menuduh kalau aku yang menyebabkan ayahnya meninggal padahal aku saja tidak tahu apa-apa besan, aku juga sangat hancur dengan kejadian itu tapi kita sebagai manusia harus menerima takdir.


Waktu itu nak Dava di rumah jadi pasti tahu lah seperti apa aku memperlakukam mereka dengan baik, dan menerima nak Dava sebagai menantu yang baik di rumah, Sampai ayahnya meninggal barulah Dinda dan Dava keluar dari rumah tanpa minta ijin padahal selama mereka dirumah kurang baik apa aku sama mereka berdua aku menyayangi mereka berdua."

__ADS_1


"Wah...yang benar nyonya, awas loh berdusta itu dosa, tapi kok Ririn rasa gerakan mulut nyonya dengan gerakan tubuh nyonya bedah ya tidak sesuai dengan apa yang nyonya ucapkan." ujar Ririn.


"He...kamu dari tadi nyolot banget ya orang tua lagi bicara main sambung aja" bentak Lexza


Jujur aku benar-benar muak dengan sandiwara persmpuan sinting ini. Aku tahu ibu juga lagi menahan amarah.


"Sayang itu datang ibu kamu apa kamu tidak mau menyapahnya dulu" ujar ibu sengaja.


"Hahaha ogah bu menyapah orang munafik bermuka dua, bu, Dinda sudah bilang kalau ibunya Dinda hanya satu yaitu ibu Adinata selain dari pada itu tidak ada lagi, jadi Dinda tidak perlu menyapah orang munafik bu." Ujar Dinda seketika wajah bu Anjani dan Lexza berubah.


"Begini besan saya langsung saja dengan kedatangan saya dan putry saya kesini karena saya lihat putry bungsu says setelah dia menikah dengan Dava dia sombong dan sangat berubah dia lupa dengan ibu dan kakaknya sendiri"


"Apa itu besan boleh saya tahu" tanya ibu.


"Jadi begini besan sebenarnya saya malu untuk membuka aib keluarga Winata, saya wanita terhormat jadi tidak pengen bicarakan hal pribadi ke besan tapi saya lakukan secara terpaksa, saya kesini mau minta tolong sama besan untuk memberikan tempat tinggal untuk saya dan putry saya sebagai kompesasi.


Karena Dinda sudah menikah dengan Dava karena mas Evan meninggal ternyata meninggalkan hutang lumayan besar di bank jadi kemarin dari pihak bank datang menyitah rumah saya, saya sebenarnya masih punya banyak aset sih yang saya miliki ada juga hotel dan apertemen tapi saya sengaja untuk datang kesini karena selama Dava menikah dengan Dinda besan belum kasih apa-apa ke saya sebagai maharnya Dinda bahkan waktu resepsi juga besan tidak menghargai saya sebagia ibunya Dinda sama selakali."


Dasar perempuan tidak punya malu awas aja tunggu sebentar lagi apa yang akan kamu dapatkan nanti

__ADS_1


__ADS_2