
Hari bersejarah katanya, penakut juga bilang hari bersejarah...lihat wajah tua bangka ini aku pengen menunjunya kaya ninju bola saja.
Aku menatapnya dengan tatapan Sinis sembari berkata" siapa yang anda maksud anak disini? bapak saya itu hanya satu jadi tidak ada bapak lain paham, lepaskan Elsa bukankah semua yang kamu minta sudah kami berikan terus apalagi yang mau anda harapkan lagi.
"Dasar keturunan bajingan tidak ada sopan santun kamu ya sama sekali bicara sama orang tua."
"Hey bajingan, jaga mulut kamu itu jangan katain putra saya, kamu itu tidak pantas bicara begitu kepada putra saya" sambung ayah.
"Hahaha....orang tua anak sama saja sama-sana serahka. Sudah balasan tahun aku pergi dari kehidupan kalian dan sekarang aku kembali untuk membalaskan sakit hatiku terhadap keluarga bajingan seperti kalian.."
"Memangnya apa yang sudah kami perbuat dengan kamu, sehingga kamu berkata begitu berarti kamu juga yang membunuh Hawari ya"?
"Hahaha....iya aku yang melakukan itu...aku yang perkosanya dan setelah itu aku juga yang membunuhnya, aku lakukan itu lantaran sakit hatiku terhadap kamu...seharusnya perusahaan itu aku yang menjadi pemimpin dan memengang kendali bukan kamu. Seharusnya restoran bintang lima itu punya aku bukan kamu tapi kamu merebut semuanya...kamu hanya berikan aku restoran kecil, dan kamu juga hanya memberikan jabatan sebagai pembantu di rektur seharusnya aku jadi di rektur utama dan kamu yang memjadi pembantunya tapi kamu mengambil semua dariku...jadi aku yang merencanakan semua.
Aku tidak bisa terimah kamu yang menguasai seluruh harta milik ayah, aku juga anak ayah kenapa aku di perlakukan seperti itu aku tidak bisa menerima semua itu...makanya aku sengaja membunuh putrymu..sebenarnya aku juga rencana membunuh kamu juga dan putra kamu tapi aku tidak kuat.
" Sudah aku duga dari awal kalau kamu memang dalang di balik ini semua itu, tapi tidak masalah karena putryku sudah tenang di sorga namun sebelum kepala kamu aku penggal..aku mau bilang sesuatu sama kamu, karena mungkin kamu belum mengenal siapa keluarga Adinata...aku Edy Adinata tidak akan takut dengan kecoak kecil seperti kamu hanya berani dengan anak kecil bahkan perempuan lagi...
Seharusnya kamu ngaca diri siapa kamu...semua harta itu milik keluarga Adinata kamu itu hanya dapat di punggut di jalan jangan kamu lupa akan itu , dangan kehidupan kamu dulu kalau bukan karena ayahku mungkin kamu jadi gembel di luaran sana, tapi ternyata kasih sayang ayah terhadap kamu justru kamu balas dengan cara hina seperti ini. Kenapa kamu tidak langsung bicara sama aku waktu itu lagian aku tidak meminta tapi ayah tahu mana anak berlian dan mana anak kotoran...
Jadi kamu jangan merasa memiliki karena itu adalah harta warisan bukan harta kamu perusahaan yang jaya itu usaha keras aku dan istriku bajingan. Aku akan membalas penderitaan putryku.
__ADS_1
Bukkkkkk.....!
Ayah yang mendangar perkataan bajingan itu langsung menginjak kaki pengawal dan menikunya tepat dadanya, sampai pengawal yang mememang pistol jatuh.
Ayah langsung menyerah bajingan itu....akhirnya kami kambali bertarung aku mihat Elsa gemetaran kasian adikku dia ketakutan sepertinya dia di tampar sampai wajahnya membiru.
Aku menatapnya, aku bilang kamu sabar karena kita semua dalam kondisi terdesak pak Erik dan Rafa lawan lima orang, sedangkan Gama dan paman melawan empat juga sedangkan yang sisa aku dan ketiga pengawal melawan mereka....ya Tuhan lepaskan kami dari sini tanpa ada yang terlukan....
Bukkkk....!
Gama kena tendang pas di perutnya sampai dia mundur kebelakang dan hampir saja jatuh, kebawah untung paman dengan sigap menarik tangannya.
Hal itu menarik perhatianku aku fokus ke arah Gama sampai aku juga kena goresan belati di tangan, keluar darah segar aku tidak peduli asal kami semua keluar dari sini dengan selamat.
"Lihat saja nanti aku yang mati atau kamu lagian kalau aku mati kamu pikir kamu selamat aku yakin kamu tidak akan selamat. Jadi tidak masalah aku mati menyusul putry ku, sedangkan kamu mati masuk neraka karena perbuatan jahat kamu selama ini aku yakin kamu tidak di terimah di surga"
"Sialan....." teriak bajingan itu tidak terimah ayah katain dia begitu.
ternyata lama juga kami bertarung akhirnya tumbang semua tapi sayangnya bajingan itu menendang perut ayah, dan dengan cepat kembali membekap ayah dengan sekuat tenanga aku langsung keluarkan pistol ku dan menembak mengenai tangannya sahingannya. Begitu juga pak Erik menembak kena dada seorang pengawalnya seketika mati di tempat karena hendak menembak aku.
Dorrrrrrr....dorrrrrrrr!.
__ADS_1
"Dava... Berhenti kalau kamu tidak mau ayah mati nak " ujar ayah..
"Kakak jangan tembak lagi paman dalam bahaya" ujar Gama
" Bajingan kau anak sialan, berani juga kamu ya tapi tidak masalah hanya tergores sedikit kok, sekarang kamu saksikan ayah kamu mati di depan kamu, atau kamu serahkan semua berkas itu kenapa kalian mengambil kembali"
"Sreeeetttt sreeeett..."
Bajingan itu menyayat belati di tangan ayah sampai keluar darah segar....melihat itu Rafa hendak maju tapi kalau Rafa maju nyawah ayah dalam bahaya.
"Sekarang aku minta turunkan semua senjata kalian di lantai dan menyerah lah atau kalau mau Tuan kalian ini mati di depan kalian...cepat....." bentak bajingan itu posisi mereka sekarang bajingan itu dengan semua anak buahnya berdiri tidak jauh dari tangga belakang. Sedangkan kami berdiri di tangga depan ayah dan Elsa masih jadi sandera mereka semua pengawal belum ada yang kembali.
Dalam hatiku sudah ketakutan...kalau kami gagal bagaimana dengan nasib ibu dan Dinda, apalagi Dinda hamil kasian ibu dan Dinda aku berdoa dalam hati semoga ada jalan keluar. Karena senjata kami semua sudah di bawah lantai dan posisi kami tidak bisa melawan pake senjata palingan tangan kosong.
"Angkat tangan kalian semua dan jangan bergerak kalau ada tangan bergerak langsung di tembak" walau bajingan itu bicara begitu tapi belum ada satu orang pun menurut sama dia, kami semua masih diam dalam hatiku cari celah untuk bisa mengalahkan mereka sekarang anak buahnya masih sisa delapan jadi kalau kami bertarung berarti sangat seimbang.
Bajingan itu menyuruh ayah berlutut di lantai dan kami semua di hajar oleh anak buahnya, ya kami sudah pasra sedangkan pistol di kepala ayah
"Sekarang silahkan tinggalkan pesan terakhir untuk istrimu adik ku sayang, dan juga anak ku sayang berikan pesan terakhir untuk mereka" aku menutup mata saat aku melihat bajingan itu mulai menekan pistolnya aku menangis dalam hati jangan sampai ayah kenapa-kenapa biarpun kami semua saat ini dalam kondisi terdesak.
Dorr.......dorrrr......!
__ADS_1
Bunkkkkkkk.....bukkkkkk!
"Ayah......."?