Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
335


__ADS_3

Pov Dinda.


Hari ini adalah hari yang mengharuhkan bagiku dan semua keluarga besar Adinata dan Winata. Bagaimana tidak, selama sembilan bulan aku mengandung kedua baby twins . Hari ini aku bersukacita karena aku berhasil menjadi ibu tangguh dan ibu yang luar biasa, aku tidak ingin melahirkan secara operasi tapi aku ingin merasakan melahirkan secara normal jadi aku berhasil.


Aku tidak ingin melahirkan secara operasi, aku ingin merasaka. Melahirkan secara normal biarpun rasa sakit tapi aku rasa tidak seberapa.


Seketika rasa sakit yang menjalar di sekujur tubuh hilang, saat aku mendengar tangisan bayi bersahutan, saat Usg aku sudah tahu kalau aku mengandung anak kembar tapi aku tidak memberitahu siapapun termasuk mas Dava, hanya saja aku tidak ingi tahu jenis kelamin mereka.


Oweekkkk....owekkkkk....!


Betapa bahagianya aku seketika mataku kembali terang dan hilang sakitku. Aku langsung memeluk kedua buah hatiku dan mencium mereka berdua, aku menangis haru ibu siapa yang tidak bahagia saat berhasil melewati perjuangannya dengan selamat, ternyata sangat tanpan dan cantik. Makasih Tuhan sudah berikan aku kesempatan untuk menjadi seorang ibu yang baik.


Jujur aku menangis terharu,mas Dava setia menemaniku dari tadi dan mengengam erat tanganku sambil memberikan ciuman bertubi-tubi, mas Dava saja terkejut kalau aku melahirkan anak kembar, apalagi kalau ayah dan ibu mendengar. Bahwa anak yang aku lahirkan adalah anak kembar, karena selama ini mereka hanya tahu aku mengandung bukan mengandung anak kembar


"Makasih banyak sayang...makasih banyak kamu sudah memberikan dua orang bayi munggil kepada mas, kenapa selama ini kamu tidak beritahu mas kalau kamu hamil baby twins, tapi sekarang tidak masalah sayang mas sangat bahagia sekali memilikimu. Makasih karena sudah memberikan baby twins yang tanpan dan cantik." Ujar mas Dava.

__ADS_1


Aku langsung di pindahkan ke ruang rawat inap, aku di antar oleh mas Dava dan suster, sedangkan keluarga besar sudah menunggu diluar, setelah aku di pindahkan ke ruang rawat inap semua keluarga masuk kedalam ruangan, ayah Adinata dan ayah Winata. Ibu dan ibu Riska tidak ketinggalan juga kakak Dea dan mas Tahir semua keluarga besar hadir menantikan kelahiran kedua baby twins.


Mas Rafa dan Ririn juga turut hadir mereka semua bahagia karena kelahiran baby Twins, bahkan mereka semua berdebat mencari nama untuk kedua bayi munggilku.


"Selamat ya sayang, ibu bahagia sekali karena kamu sudah memberikan cucu yang cantik dan tanpan untuk ibu dan ayah kamu, makasih ya putry ibu kamu wanita yang hebat, Dava beruntung punya istri yang hebat seperti kamu" ujar ibu Riska dan ibu Adinata semua itu tersenyum. Ibu mengelus kepala dan memberikan kecupan tulus kepadaku.


Jujur aku bahagia karena lahir di tengah-tengah keluarga yang sangat baik dan perhatian, mereka sangat menyayangiku, semenjak meninggal Emelia aku merasa tenang karena tidak ada ngangguan sama sekalih, sampai hari ini aku melahirkan dengan selamat kedua anak ku sehat dan tidak kurang apa pun.


Itu yang membuat aku bersyukur kepada Allah, karena Allah telah memberikan aku anungrah dari Tuhan dan Tuhan Juga melancarkan persalinanku, sehingga aku bersalin dengan lancar dan tidak ada kendala apapun.


"Selamat ya dik atas kelahiran kamu, kamu sudah berikan ponakan yang cantik dan tanpan untuk kakak, kakak sangat bahagia jaga kesehatan kamu ya dik, cepat sembuh ya. Kakak tidak mau lihat kamu kesakitan kasian ponakan kalau kamu sakit dik." Ujar kakak Rafa.


"Kakak ipar, selamat ya sudah memberikan ponakan cantik dan tanpan, sekarang kakak Dava sudah menjadi ayah, Ririn sangat bahagia dan Ririn terkejut karena selama ini Ririn pikir kakak ipar melahirkan bukan baby twins." ujar Ririn


Satu persatu keluarga datang mengucapkan selamat kepadaku dan mas Dava termasuk paman Gibran dan Bibi Lya juga turut hadir, sekarang tidak ada perselisihan antara kami dan keluarga yang lain, sekarang hidup kami dalam damai tapi aku tidak tahu kedepannya karena Lexza masih hidup jadi aku percaya pasti dia memiliki rencana dibalim semua ini.

__ADS_1


Aku sebenarnya ingin kembali melihat kedua bayiku tapi tidak di ijinkan karena badanku masih lemah, jadi kata ayah dan ibu aku harus istirahat, banyak pengawal menjaga diluar pintu begitu juga di ruangan baby twins karena ayah takut nanti ada seseorang yang ingin merencanakan kejahatan terhadap aku dan baby twins.


"Mas, Dinda ingin ketemu dengan kedua bayi kita mas. Oh ya. Mas nanti kita berikan nama untuk baby twins ya" ujar ku.


"Sayang kamu baru saja mengendong mereka, jadi biarkam mereka tidur dulu, begitu juga kamu harus istirahata sayang jangan pikirkan baby twins karena mereka baik-baik saja. Sekarang kondisi kamu harus pulih sayang biar kamu bisa mengendong kedua buah hati kita, tapi kalau sayang masih sakit bagaimana sayang bisa menjaga kedua bayi kita"? Ujar mas Dava.


Benar juga kata mas Dava aku harus istirahat karena kondisiku saat ini memang masih sangat lemah, aku sudah mengeluarkan semua tenangaku untuk melahirkan kedua anakku jadi sekarang kondisiku sangat lemah tidak berdaya.


"Nak, lebih baik kamu dengarkan perkataan suamimu dan istirahatlah karena kondisi kamu masih lemah jangan paksakan diri, ayah tidal mau nanti kamu drop, kamu tidak kasian dengan keduan bayi munggil kamu sayang." ujar ayah Winata. Sambil mengelus kepalaku aku meluhat senyum ayah aku jadi teringat dengan ibu Anjani yang saat ini masih terkurung di penjarah.


Ternyata sesakit ini ibu Anjani melahirkan aku, tapi kenapa ibu bisa sekejam itu terhadap anak kandung sendiri padahal dengan susa paya ibu Anjani melahirkan aku. Aku mengingat kembali semua kenangan dulu tidak terasa air mataku mengalir begitu saja, seandainya bu Anjani tidak melakukan kejahatan mungkin saat ini bu Anjani juga ikut merasakan kebahagiaan.


Biarkapun bu Anjani begitu kejam terhadap aku, tapi aku bersyukur dia sudah melahirkan aku kedunia ini, aku janji akan datang untuk menjenguknya membawah kedua bayi kembarku, mungkin dengan adanya dia melihat bayi mungilku dia sadar dan kembali menjadi orang yang takut akan Allah.


Ayah yang melihat aku menangis, ayah panik karena ayah pikir mungkin aku merasakan kesakitan sehingga aku menangis.

__ADS_1


"Nak apa yang sakit kenapa kamu menangis," ujar ayah. Aku hanya mengelengkan kepala tanda tidak ada yang sakit aku ingin menyampaikan kepada ayah kalau aku ingat ibu Anjani tapi aku takut ayah marah.


__ADS_2