Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
108


__ADS_3

Dea yang sudah tahu semua kebusukan sang ibu merasa sakit dan kecewa yang luar biasa tidak bisa di ungkapkan dengan sebuah kata-kata, Dea sampai gemetaran tahu semua kenyataan pahit tentang keluarganya teruntuk sang ibu yang memang memiliki hati iblis bisa melakukan apapun demi memenuhi keinginannya.


Dea juga masih memeriksa galeri sang ibu keterkejutan tadi saja belum selesai Dea kembali di kejutkan dengan beberapa foto mungil yang disimpan oleh bu Anjani dengan seorang laki-laki tanpa busana. Mereka berpose di atas ranjang terlihat jelas dalam foto itu bu Anjani bersandar di dada bidang laki-laki itu, nampak sekali ada raut bahagia terpancar di wajah bu Anjani ada juga video panas bu Anjani dan Laki-laki yang menurut Dea itu adalah sih Ogen yang barusan telpon.


Dea langsung menutup mulutnya dengan tangannya dan mundur berapa langkah..Dea benar-benar di buat syok oleh dan merasa jijik dengan apa yang di lakukan oleh ibu nya. Tubuh Dea gemetaran Dea gak percaya kalau bu Anjani ternyata selama ini diam-diam menghianati ayahnya.


"Hehehe..aku memang dilahirkan dari rahimmu dan aku mendapatkan kasih sayang dari padamu sehingga aku menghormatimu sebagai ibu yang hebat, ibu yang sempurna tapi setelah aku melihat semua ini aku sangat menyesal dilahirkan dari rahim seorang ibu yang menjijikan seperti mu apa kurangnya ayah selama ini sama kamu."


" Ayah suami yang baik ia berikan apa yang kamu mau tapi ternyata benar kata orang jika dasarnya murahan dari masih gadis sampai berumah tanggah bahkan sudah punya anak dan mau punya cucu juga tetap murahan. Tabiat itu tidak akan hilang dari diri seorang perempuan murahan"


"Maafkan aku karena mulai sekarang kamu bukan perempuan yang perlu aku hormati tapi perempuan menjijikan tidak ada hormat lagi dariku untukmu, tenyata benar filingku kalau kamu dalang dari kematian ayah jadi terbukti. Rasa sakit yang saat ini aku rasakan tidak sebanding dengan apa yang ayah rasakan, aku tahu pasti ayah juga sudah mengetahui semua kebusukan mu aku yang akan membalas semua perbuatanmu perempuan jahat menjijikan"


"Secepatnya aku harus ketemuan dengan Dava dan Dinda mereka harus bantu aku untuk membalas semua perbuatan perempuan ini, lebih baik aku jangan keluar dulu dari rumah ini aku punya rencana menjebak perempuan ini biar dia ketakutan sekarang semua bukti sudah beres aku harus turun karena aku sudah lama disini jadi nanti mereka curiga."


Sedangkan di bawah bu Anjani tidak tenang sepertinya dia merasa gelisa karena Dea tidak kunjung turun, bu Anjani takut kalau nanti Dea membuka hpnya dan mengetahui semua isi hpnya bisa gawat.


"Aduh kenapa sih Dea lama sekali datangnya apa dia belum menemukan hp, jangan sampai deh si Dea membuka hpku dan tahu semua isinya bisa hancur semua rencanaku. Semoga sih Ogen tidak hubungi aku kalau gak takutnya Dea lihat semuanya aduh kenapa bukan aku saja sih yang naik tadi keatas sekalian istirahat aja bisa gawat ini." gumam bu Anjani dalam hati.


Karena bu Anjani tidak sabar lagi menunggu Dea karena lama sekali hanya cari hp akhirnya bu Anjani memangil seorang pelayan di rumah itu. Untuk menyuruhnya menyusul Dea keatas karena bu Anjani sudah takut.


"Pelayan....Maya sini kamu....". Teriak bu Anjani tidak lama Maya tergopo-gopo datang.

__ADS_1


"Iya, Nya...."


"Kemarin siapa yang membersihakan kamar saya dan kalian menyimpan hp saya dimana, sana ke kamar saya tunjukan tempatnya kepada nona Dea soalnya dari tadi naik keatas gak kunjung turun"


"B, baik Nya..." pelayan itu gegas pergi dan naik kelantai atas namun baru saja sampai di depan pintu Dea keluar dari kamar, dea yang melihat pelayan sudah mendunga kalau itu adalah suruhan bu Anjani.


"Ada apa Maya"? Tanya Dea pura-pura tidak mengerti.


"Itu nona...nyonya menyuruh saya kesini untuk membantu nona mencari hp apakah hp sudah nona temukan"? Tanya Maya


"Iya sudah ini yuk kita turun dari tadi saya cari-cari ternyata ada didalam laci." ujar Dea tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa


Dea dan pelayan turun kebawah dari tatapan mata bu Anjani sepertinya ada ketakutan terpancar di wajahnya Dea tersenyum tapi hatinya ingin sekali membunuh bu Anjani. Dea melangkah mendekati bu Anjani dan langsung menyodorkan hpnya ke bu Anjani.


"Kamu hanya cari hp saja lama banget sih Dea kayak cari harta karung saja membuat ibu kuwatir takut kamu kenapa-kenapa di atas.


"Ah masa sih, bu takut aku kenapa-kenapa? makanya bu jangan jadi nyonya hanya duduk di tempat coba bangun dan bergerak aku rasa ibu bukan mencemaskan aku tapi ibu justru mencemaskan hp ibu benarkan bu? dari wajah ibu saja aku bisa membacah memang ada apa sih bu didalan hp itu sampai ibu ketakutan begitu takut aku lihat, aku lama dikamar karena aku tidak tahu hp dimana jadi aku cari di laci satu persatu makanya lama."


"Baru saja ketemu hp terus Dea mau turun ternyata Maya sudah berdiri di depan pintu kayak ketangkap basah orang baru selesai berzina." ujar Dea.


"Deg....aduh kenapa sih Dea bicara begitu sih kayak menyindir aku aja, ah bodoh amat lagian mereka tidak ada yang tahu kok kalau aku sudah hampir dua tahu aku menjalin hubungan dengan Ogen." gumam bu Anjani dalam hati.

__ADS_1


"Kamu bicara apa sih Dea gak sopan tahu bicara begitu sama orang tua, ibu ini perempuan yang terhormat mana ada ibu selingkuh walaupun ayah kalian sudah meninggal tapi ibu masih sangat mencintainya makanya ibu belum memikirkan untuk mencari yang lain."


"Aduh dasar perempuan licik memang licin sekali lidahnya kalau berputar sampai tidak menyadari atas kesalahannya padahal tadi aku tidak menyebut namanya kalau ia berselingkuh ini namanya kena jebakan."


"Loh kok ibu bisa berpukir begitu memangnya tadi siapa yang bilang ibu selingkuh kan gak ada? aku tadi bilang Maya datang membuat aku terkejut jadi kayak ketangkap basa aku itu berzina bukanya bilang ibu, atau jangan-jangan memang ibu yang melakakukan itu, dan tadi ibu bilang sangat mencintai ayah makanya belum mau cari yang baru yang benar saja bu"


"Aku rada-rada tidak percaya sebenarnya ibu mencintai ayah atau hanya mencintai harta soalnya jujur ya bu aku kurang yakin dengan kata-kata ibu, karena dari tadi aku bahas lain ibu nyambung ke lain bahkan ibu merasa kalau aku membicarakan ibu, iya sih ibu memang perempuan yang terhormat sehingga tidak mungkin pergi berduaan di hotel dengan pria yang bukan suami kita begituh kah ibu? Tapi asal ibu tahu banyak loh perempuan yang sok terhormat dan memiliki harga diri tapi ternyata hanya perempuam murahan."


Bu Anjani susa paya menelan salivanya bu Anjani terkejut dengan setiap perkataan dari Dea, tapi bodohnya bu Anjani sama sekali tidak curiga dengan Dea.


Karena bu Anjani sudah capek dan malas meladeni Dea lebih baik ia diam dan gegas pergi ke kamar cobak dari tadi bu Anjani masuk kekamar dan ambil hpnya sendiri mungkin rahasianya tidak terbongkar tapi apa lagi yang harus di perbuat semua sudah terlanjur.


"Dasar anak kurang ajar berani-beraninya dia berkata seperti itu untung dia gak tahu kalau selama ini aku selingkuh kalau gak bisa hancur reputasiku, aku harus periksa hpku untuk melihat ada pesan dari Ogen gak selama aku di rumah sakit tidak sekalipun dia datang menjenguk aku benar-benar deh".


Sedangkan dibawah Lexza tidak terimah dengan perkataan Dea terhadap sang ibu emosi namun Dea langsung di belah oleh paman Gibran dan Tahir.


"Kamu ya memang anak kurang ajar banget sudah tahu orang tua lagi sakit bukannya kasihan justru kamu ngatain ibu seperti itu, memang sih aku gak heran sikap kamu seperti itu karena darah itu mengalir kental jadi adik kakak sama saja sama-sama tidak tahu diri kayak adik kamu yang miskin itu"


"Hey......plakkkkk"


"Siapa kamu ha...berani sekali kamu berkata begitu terhadap adik aku, yang sudah tidak tinggal disini lagi biarpun kamu kakak tapi jangan coba-coba menghina adik aku, dulu aku sangat menghormatimu tapi sekarang gak ada itu. Apa bedahnya sama kamu, he...ingat kamu disini hanya anak punggut gak tahu asal usul ayahmu dari mana." ujar Dea emosi.

__ADS_1


"Hahah memang ya kalau dasarnya orang miskin dan anak punggut pikirannya itu dangkal gak malu kamu ngatain Dea begitu, Dea dan Dinda itu pemilik sah rumah ini paham kamu" ujar Paman Gibran emosi.


__ADS_2