Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
231


__ADS_3

Tak lama kemudian kami sampai di tempat tujuan restoran yang sudah kami jinjan dengan kakak Dea. Aku dan istriku keluar dari mobil dan hendak masuk kedalam restoran, namun betapa terkejutnya aku tiba-tiba dapat pelukan dari belakang oleh seseorang aku langsung membekuh di tempat saat melihat wajah istriku sudah tidak bersahabat. Aku memutar badan dan terkejut bukan kepalang saat tahu yang memeluk ku adalah Emelia kenapa perempuan Sinting ini kayak jelengkung muncul dimana-mana.


Aku dengan susa paya melepaskan tanganya dari tubuhku, aku melihat Dinda sudah emosi melihat perempuan itu Gama datang dengan kasar melepaskan Emelia dari ku.


Plak....Bunkkkkk satu tamparan dan satu kali tendangan mengenai di pipi Emelia, membuat Emelia jatuh tersungkur di lantai karena dia belum siap sehingga tidak bisa menjanga keseimbangannya.


"Kurang ajar ****** kamu berani-beraninya kamu memukulku, Dava lihat deh istri kamu menamparku sakit " teriak Emelia.


"Hey...tutup mulut busukmu, siapa yang kamu sebut ******, aku atau kamu? tahu kamu pria yang kamu peluk tadi adalah suami sah aku kamu tidak malu di lihat banyak orang, hallo semuanya videokan dan viralkan dia ini pelakor yang ingin merebut suami saya, memang seperti ini ya sifat pelakor rendah sekali, asal peluk suami orang. Kamu kegatelan mau di belai oleh pria kalau kamu mau pergu cari pria yang tidak punya istri kasih gratis saja harga diri kamu itu karena perempuan seperti kamu ini banyak di jalanan."


Semua pengunjung mengeluarkan hp mereka dan mulai mengambil video. Sedangkan Emelia berusaha bangkit berdiri.


"He..siapa yang menyuruh kalian mengambil video sembarang, dengarkan baik-baik ya pria ini sebenarnya calon suami saya tapi ****** ini yang merebutnya dariku."


Aku tidak akan tinggal diam begini saja kalau istriku dihina oleh perempuan ****** ini. Aku mencengkram tangannya dengan kuat baru aku bicara.


"Apa kamu bilang tunangan? sejak kapan woy.....aku jadi calon kamu, jangankan calon kenal saja hanya sekedar jadi jaga ucapan kamu kalau kamu tidak mau gigi kamu yang sudah rapi itu tercabut semua, sejak kapan saya ada hubungan sama kamu mau cari mati kamu ya, aku ini sudah menikah dan ini istriku lebih dlcantik dari kamu paham."


"Dav, apa yang sudah di lakukan oleh perempuan ini sama kamu sehingga kamu melupakan aku, bukankah dari dulu kita saling kenal dan saling mencintai. Maafkan aku karena dulu aku pergi ke luar negeri jadi itu yang membuat kamu sakit hati sehingga kamu terpaksa menikahi perempuan yang tidak kamu cintai. Karena kamu sengaja membuat aku cemburu dan sakit hatikan, tinggalkan saja Dav dia bukan istri yang baik." ujar perempuan sinting ini.

__ADS_1


"Terus menurutmu, kamu cocok jadi istriku ya, biar aku kasih tahu kamu ya, kamu dengan istriku seperti langit dan bumi kamu itu tidak ada apa-apanya jadi kamu jangan mimpi ketinggian karena aku sangat mencintai istriku. Kalau sekali lagi kamu ngatain istriku kamu tahu akibatnya. Sekarang aku masih memberikan kesempatan untuk kamu bernafas, jadi jangan coba-coba mengundang emosi ku dan satu lagi aku paling jijik disentuh oleh perempuan yang tidak bersih aku takut kena virus jadi tolong singkirkan tangan kotormu".


"Hahaha...Dav kamu bercandakan aku ini lebih baik dari perempuan ini"


Emelia hendak mendekat untuk memelukku lagi namun langsung di hadang oleh Dinda, Dinda langsung mendorong Emelia hampir terjatuh.


"Jangan sentuh suamiku ******, kamu tuli ya tidak mendengar kalau suamiku jijik dengan perempuan seperti mu hanya aku yang pantas menjadi istrinya. Jadi pergi jauh-jauh dari sini kalau kamu tidak mau mengalami nasib buruk. Tapi kalau kamu mau hidup kamu yang baik ini di ganti menjadi buruk silahkan tetap disini biar aku ajarkan kamu bagaiman menjadi seorang perempuan yang memiliki harga diri"


"Kamu......berani sekali bicara begitu, kamu mau mati ha, jangan sentuh aku lepaskan tangan kotor kamu itu dari tanganku atau kamu mau aku hajar." ujar Emelia.


"Hajar....? Hahaah silakan saja kalau kamu berani aku ingatkan kamu saja kalau kamu masih sayang tangan kamu lebih baik kamu jangan sembarangan menyentuh orang kalau tidak aku patahkan."


Emelia yang tidak terimah di katain seperti itu langsung menyerang Dinda, namum hanya dengan satu tangan Dinda memengang tangan Amelian dan memelintirkan sampai Emelia mengaduhkan sakit bahkan sampai mengumpeti Dinda.


Dinda dengan kasar mendorong Emelia sampai terjatuh hingga pelipisnya berdarah karena kena lantai, pertengkaran Amelia dan Dinda jadi tontonan pengunjung bahkan tidak sedikit yang menghujat sikap Emelia yang.


"Astaga pelakor tidak tahu diri, lihat dong istri sahnya itu cantik sekali, apalagi ini Tuan muda Adinata loh jelas cari istri itu punya adab dan punya attitude yang baik lah masa cari istri bar-bar dan pelakor rendahan seperti ini."


"Hussss......pelakor merajalela hati-hati loh sekarang ini perempuan rendahan yang tidak punya harga diri banyak, tidak masalah bagi mereka untuk merebut suami orang miris banget sih."

__ADS_1


Emelia berusaha bangkit berdiri tapi belum sempat Dinda mendekatinya, dan mencengkram dagunya dengan kuat membuat perempuan itu meringis kesakitan.


"Kita sudah beberap kali ketemu tapi aku masih memberikan kesempatan untuk kamu bernafas dan intropeksi diri agar tidak suka menganggu suami orang, tapi ternyata justru kamu tidak tahu diri dan makin menjadi, biar aku beritahu kamu Aku Dinda Andinita Adinata paling benci, dengan perempuan rendahan seperti kamu karena aku sudah banyak bertemu dengan perempuam sepertimu di pasaran.


"Aku tidak suka main kekerasan atau kasar sama orang jika dia tidak menyengolku duluan, tapi kalau orang tersebut dengan tidak tahu malunya menyengol aku apalagi dia ingin merebuat milikku, aku tidak segan melenyapkan dari muka bumi ini, semoga kamu paham maksudku dan aku tidak mau melihat muka mu lagi disini dan jangan sampai kamu tidak mengindahkan perkataanku kita akan ketemu di lain waktu tapi waktu itu datang itu adalah kesempatan terakhir untukmu."


"Kamu masih beruntung tadi kamu telpon bukan aku yang angkat jadi aku tidak dengar apa yang kamu bicarakan kalau tidak hari ini aku habisi kamu, kamu masih punya mental juga ya berani menghubungi aku tahu dari mana nomor ha..Ingat aku benci perempuan rendahan jadi aku tidak mau melihat mukamu lagi.


Plakkkkkk!


Satu kali tamparan lagi Dinda layangkan di pipi Emelia.


Setelah Dinda selesai bicara demikian Dinda langsung merik tanganku dan kami masuk kedalam restoran. Aku hanya menurut saja ikuti istriku.


Kami tinggalkan Emelia disitu aku juga tidak peduli dia mau ngapain bodoh amat.


"Kurang ajar kamu perempuan sial aku kan membalasmu lihat saja nanti, siapa yang akan menjadi pemenang aku atau kamu" teriak Emelia.


Aku tahu perempuan itu geram sekali dengan melihat istriku tapi bodoh amat siapa suruh dia tidak ada hentinya mengodahku, kalau nanti dia masih mau berani mengodah ku lagi aku yang akan membuat dia malu, jadi perempuan kok tidak punya harga diri sekali buang-buang waktu kami saja, untung kakak Dea belum datang. Kalau tidak pasti kakak Dea juga ikut marah dengan kelakuan perempuan sinting itu.

__ADS_1


Semoga ancaman Dinda di indahkan oleh perempuan itu dan tidak mau mendekatiku lagi. Tapi aku rasa dia tidak akan berhenti sampai disitu sebelum dia mendapatkan karma.


__ADS_2