
Jujur aku makin benci dengan perempuan satu ini, perkataannya membuat emosiku memuncak bisa-bisanya dia berkata begitu terhadap kedua anak ku. perempuan kurang ajar boleh kamu menghina aku atau Dinda tapi jangam coba-coba menghina kedua bayiku kalau tidak mau aku menghabisinya. Aku paling benci manusia mulut kotor dan lancang seperti perempuan ini.
Aku layangkan satu tamparan tepat di pipinya sehingga membuat pipinya merah merona seperti kepiting rebus, bahkan aku menamparnya sangat keras sampai tersungkur dan pelipisnya berdarah. Tapi perempuan gila ini justru mengangkat wajahnya dan dengan kasar mengelap darah segar itu dan menatap aku dengan tatapan ngejek. Padahal aku tahu dia merasakan sakit yang luar biasa bukan hanya itu banyak pengunjung rumah sakit lalu lalang menonton kami aku tidak peduli.
"Dav aku mengenal kamu lebih dari pada perempuan itu, apa kelebihan dari perempuan itu sehingga kamu memperlakukan aku seperti ini. Kamu tahu Dav, aku sangat mencintaimu. Jujur aku menyesal menolak kamu waktu itu aku pikir pria yang aku pilih adalah pria yang baik ternyata pria pengecut, dia hanya memeras aku saja tapi setelah itu dia justru pergi dengan selingkuhannya, itu yang membuat ku mencarimu selama ini Dav aku tidak mau menikah dengan pria lain selain kamu, jujur aku terkejut saat kamu mengatakan jika kamu sudah menikah malam itu aku benar-benar syok tapi aku tidak akan menyerah Dav sampai kamu mau menerima keberadaanku.
Dulu kamu pria yang lembut dan penyayang tapi kenapa sekarang justru kamu begitu kasar, apakah setelah kamu menikah dengan perempuan itu jadi kamu berubah dari baik menjadi jahat? Hahaha luar biasa perempuan yang kamu nikahi itu bukankah mencari seorang istri itu bukan hanya tahu melahirkan saja tapi harus membawah dampak yang baik untuk suaminya, kenapa setelah kamu menikah kamu jadi kasar karena istri kamu membawah dampak yang buruk Dav"? Ujar Aisya.
"Hahaha....aku merasa lucu melihat kamu nona Aisya...aku tidak peduli kamu di khianati atau kamu di tinggal oleh calon kamu itu apa hubungannya denganku, tidak ada hubungan apa pun jadi jangan bahas hal tidak penting itu karena aku tidak peduli dan asal kamu tahu aku tidak perna berubah, bahkan perubahanku dari buruk menjadi lebih baik setelah aku menikah dengan istriku, jadi kalau kamu di bandingkan dengan istriku otomatis istriku jauh lebih baik dan sempurna dari pada kamu yang hanya ingin mendekati suami orang.
__ADS_1
Aku kasar karena mengikuti sifat dan perilaku kamu, aku pikir kamu itu perempuan berkelas tapi ternyata aku salah kamu adalah perempuan rendahan yang datang hanya untuk menganggu kehidupanku, apakah kamu tidak punya urat malu masih belum cukupkah malam itu aku mempermalukan kamu, itu belum seberapa nona Aisya jika kamu ingin lebih aku akan lakukan untuk mu tapi jangan sampai kamu menyesal, lebih baik aku minta kamu pergi dari sini sebelum aku lebih lagi menyeret kamu pergi dari sini. Dan jangan perna menghina putra- putryku kalau tidak aku menghancurkan bibir kecil kamu itu jaga mulutmu" ujarku emosi.
Untung Dinda masih sakit dan cara jalannya masih kesulitan kalau berani Dinda sudah sembuh aku tidak akan memcengah jika Aisya bernasip sama seperti Emelia, kasus Emelia langsung di tutup sampai sekarang keluarga besarnya tidak tahu kalau Emelia sudah di habisi oleh Dinda jangan sampai Aisya juga bernasib sama seperti Emelia. Padahal Emelia juga bukan orang sembarangan Emelia juga orang berada toh sampai sekarang kasus itu sudah ditutup apalagi Aisya.
"Aku tidak akan pergi dari sini Dav karena aku tahu didalam hati kecil kamu itu sebenarnya kamu menyimpan rasa cinta mu padaku, tapi kamu takut dengan istrimu bukan? Kamu bisa meninggalkan dia kapan saja Dav aku menunggumu asal kamu berikan kepastian kepadaku. Jangan berbohong Dav karena aku tahu kamu juga masih mencintaiku sama seperti aku Dav, sekarang hatiku hanya untukmu. Kamu yakin Dav kalau anak yang di lahirkan oleh istri kamu itu benar-benar anak kamu, kamu tidak takut kalau istri kamu selingkuh jadi anak itu adalah anak pria lain" ujar Aisya.
"Cukup Aisya...tutup mulut busuk mu jangan perna menjelek-jelekan istriku karena Dinda tidak seperti yang kamu katakan, atau jangan-jangan kamu yang seperti itu gonta-ganti pasangan sehingga kamu samakan dirimu dengan diri istriku, ingat Aisya aku juga bisa melakukan apapun yang aku mau jangan sampai aku habisimu dengan tanganku sendiri jangan uji kesabaranku.
"He...Dav jaga ucapan kamu ya, aku bukan perempuan murahan seperti yang kamu pikirkan, aku ini perempuan baik-baik, aku mendekati kamu karena dulu kita perna di jodohkan dan memang aku juga mencintai kamu lagian seorang pria bisa nikah lebih dari satu istri kok " ujar Aisya.
__ADS_1
"Dengar baik-baik ya nona Aisya yang terhormat, aku sangat mencintai istriku jadi sampai kapanpun aku tidak akan menduakannya, apalagi perempuan itu kamu ogah kasih gratis juga aku tidak sudih jadi lebih baik jangan berharap berlebihan" ujarku.
Karena aku sudah malas berdebat dengan perempuan sinting ini jadi aku menyuruh pengawal untuk menyeretnya pergi, cape berdebat dengannya lebih baik usir dia saja dari pada biarkan tetap disini dan membuat kekacauan.
"Pengawal seret dia, jangan biarkan dia bikin keributan disini" teriakku karena pengawal masih berdiri di tempat.
"Tidak...aku tidak mau pergi dari sini Dav, aku masih mau menemani kamu jadi jangan usir aku Dav kamu kok tega sekali sih, aku tahu kamu kesepian makanya aku datang kesini aku tahu kamu di rumah sakit dari ayah, ayah yang mengatakan jika kamu di rumah sakit aku tidak tahu dari mana ayah dapat berita itu tapi aku senang karena ternyata aku datang kamu memang disini. Jadi jangan harap aku pergi aku tidak akan pergi dari sini Ujar Aisya.
Saat pengawal menyeret Aisya tiba-tiba ayah dan ibu datang, mampus sudah ayah pasti marah besar melihat Aisya datang kesini apalagi ibu, pasti ibu juga marah besar saat melihat Aisya. Karena ibu dan ayah sudah tidak suka dengan cara om Angga bahkan kami juga sudah memutuskan kontrak kerja sama dengan perusahaan om Angga jadi perusahaan om Angga saat ini dalam masalah.
__ADS_1
"Ada apa ini"? Tanya ayah saat melihat pengawal menyeret Aisya keluar tapi justru Aisya menolak dan memberontak.