
Aku tidak peduli mau mereka tertawa, mau mereka lakukan apapun itu urusan mereka, lagian tadi aku juga tidak sempat menyapah om Angga karena aku sibuk melerai perdebatan Gama dan Ririn, jadi aku tidak sempat bicara dengan om Angga hanya saja om Angga sudah melihat aku.
Setelah om Angga naik ke atas panggung baru memanggil istrinya dan ikut naik ke atas panggung. Om Angga mulai bicara semua tamu undangan mematap serius kedepan. Termasuk aku salah satu tapi tatapan Dinda tidak bersahabat sepertinya Dinda sudah membacah situasi yang tidak baik.
"Assalamualaikum! Para tamu hadirin yang saya hormati Tuan Adinata dan nyonya Adinata, Tuan Winata dan nyonya Riska serta Tuan muda Dava dan semua keluarga yang hadir serta parah undang lainnya terimah kasih atas kehadiran pada malam hari ini. Saya mengucapkan limpah terimah kasih banyak.
Karena bukan hanya acara ulang tahun perusahaan melainkan ada acara special yang ingin saya sampaikan kepada kita semua, mungkin sudah banyak yang mengenal putry saya, Aisya. Sekarang putry saya baru pulang dari luar negeri karena harus menyelesaikan kulia S2 nya dan sekarang putry saya sudah ada bersama dengan kita semua disini"
" Namum bukan itu yang ingin saya sampaikan, yang ingin saya sampaikan adalah dulu sebelum putry saya pergi ke luar negeri dan masih di bangkut pendidikan saya dan Tuan Adinata perna menjodohkan putra dan putry kami, tapi waktu itu tidak bisa lantaran kedua anak kami masih dalam jenjang pendidikan, jadi tidak ada yang menerimah perjodohan itu, tapi sekarang mereka berdua sudah kembali jadi saya ingin perjodohan itu kembali di lanjutkan, karena putry saya Aisya sudah menerimah Tuan muda Dava sebagai calon suaminya.
"Saya sengaja mengundang Tuan muda Dava beserta keluarga besar karena, saya ingin menyampaikan perihal perjodohan ini, maafkan saya Tuan dan Nyonya Adinata atas kelancangam saya, yang tidak memberitahu terlebih dulu karena menurut saya tidak perlu beritahu, lantaran kedua anak kita masih menyandang status sendiri-sendiri saya ingin membuat kejutan untuk Tuan Adinata dan Tuan muda. Ujar om Angga.
"Loh....kenapa Tuan Angga bicara begitu apakah Tuan Angga belum tahu kalau Tuan muda sudah punya istri yang cantik, aduh Tuan Angga ingin mencari masalah dengan Tuan muda." ujar seorang tamu undangan.
"Iya benar saya juga menghandiri acara resepsi Tuan muda, apakah waktu itu Tuan Angga tidak dapat undangan sehingga dia tidak tahu" sambung yang lain.
__ADS_1
Betapa terkejutnya aku mendengar penuturan om Angga, jadi ini yang membuat mereka tersenyum, dan ini juga yang membuat Aisya langsung pergi dan mengancam kalau dia akan melakukan apa pun untuk mendapatkan aku kembali.
Kurang ajar om Angga, apakah dia tidak melihat kalau tadi aku datang gandeng istriku, dan apakah dia tidak mendengar beritah tentang pernikahanku, biarpun aku tidak mengundangnya karena masih diluar negeri, aku tidak yakin kalau om Angga tidak tahu kalau aku sudah menikah atau om Angga merencanakan sesuatu untuk menjatuhkan ayah, sehingga om Angga dengan sengaja melakukan ini semua.
Ayah dan ibu juga tidak kalah terkejut, kalau Dinda justru santai, entah kenapa aku melihat Dinda santai tapi bukan santai biasa ada sesuatu yang tersembunyi.
Ayah langsung berdiri tidak pakek tunggu di panggil, ayah langsung naik ke atas panggung dan mendekati om Angga. Dan ayah langsung membantah perkataan om Angga.
"Malam semuanya saya Edy Adinata, saya secara pribadi minta maaf dengan kesalah pahaman ini, saya mau memperjelas perkataan Tuan Angga tadi kalau sebenarnya.....!"
"Maaf....Maksud Tuan Adinata kenapa harus sampaikan disini, seharusnya kami keluarga kembali berkumpul dulu biar sekalian acara tunangan agar lebih waow....begitu? tapi Tuan Adinata tidak perlu kuatir saya sudah sediakan semua jadi tinggal dilancarkan saja acaranya.
Ayah mertua yang sementara duduk didepan juga hendak bangkit berdiri, tapi untung di tahan oleh tante Riska sehingga ayah mertua kembali duduk aku lihat mata ayah mertua sudah merah menahan emosi.
Bukan hanya ayah mertua ibu juga sudah marah, karena ayah sudah tidak tahan akhirnya ayah kembali menyelah pembicaraan om Angga.
__ADS_1
"Tuan Angga tolong jangan menyelah perkataan saya, biar saya memperjelas kalau soal perjodohan itu sudah lama balasan tahu yang lalu anak-anak masih sekolah dan putry Tuan Angga sendiri yang tidak mau lantaran putry Tuan Angga sudah punya pasangan .
Jadi sekarang saya mohon maaf sebesar-sebarnya bagi para tamu undangan soal kesalah pahaman ini karena putra saya Dava Adinata sudah punya istri dan bahkan sebentar lagi saya sudah memiliki cucu jadi untuk apa menjodohkan mereka lagi. Perjodohan itu dulu sekerang biarkan mereka cari jodoh masing-masing, dan perjodohan itu kan dulu sekarang ya sekarang, ini tidak baik Tuan Angga bicara begini di depan umum." ujar Ayah.
Wajah om Angga berubah seketika, dari tadi senyum manis sekarang tersenyum kecut saat mendengar perkataan ayah, aku juga agak sedikit bernapas lega karena ayah sudah menjelaskannya.
Namun om Angga tidak percaya kalau aku memang sudah menikah, sehingga om Angga meminta ayaj agar tidak bercanda karena om Angga serius. Dan jangan mempermalukan om Angga di depan banyak tamu sehingga om Angga tuntut aku harus bertanggung jawab untuk bertunangan dengan Aisya malam ini juga.
Gila om ini, siapa yang mau tunangan dengan putrynya biar kalau dia memaksa aku menyuruh Gama yang maju kalau tidak asisten Arfan, mereka berdua tidak kalah tanpan.
"Loh tidak bisa begitu Tuan Adinata, bukankah kita sudah sepakat untuk menjodohkan mereka kenapa Tuan Adinata menikahkan Tuan muda dengan perempuan lain, ini tidak adil dan saya tidak bisa menerimah kalau putry saya di perlakukan seperti ini, pokoknya saya tidak mau tahu malam ini juga Aisya dan Dava tunangan di saksikan oleh semua tamu undangan. Ujar om Angga sehingga sudah mulai kasat-kusut dari tamu undangan pro dan kontra, banyak yang menyayangkan sikap egois om Angga yang memaksa aku harus tunangan dengan Aisya putrynya.
"Aneh tahu tidak seorang pengusaha sukses tapi pikiran masih anak-anak, sudah tahu Tuan muda Dava sudah menikah dan bahkan sebentar lagi sudah punya anak tapi bisa-bisanya Tuan Angga ingin menjodohkan putry nya dengan Tuan muda Dava, lihat saja nanti saya yakin Tuan muda Dava tidak akan mau, nona mudah sangat cantik seperti bidadari walaupun nona mudah lagi hamil tapi justru kecantikannya makin terpancar.
Kalau di bandingkan dengan putry dari Tuan Angga mah jauh sekalih levelnya, itu artinya Tuan muda Dava pintar memilih istri buktinya dapat istri angun dan sangat cantik." Ujar seorang tamu undangan.
__ADS_1
"Kalau aku di posisi Tuan muda, sudah aku permalukan manusia seperti Tuan Angga ini, hanya karena cari pujian sehingga dia bisa menghalalkan segalah cara sangat miris" ujar seorang tamu.