
Sore harinya aku bersiap untuk pulang kerumah tapi sebelum itu aku minta ijin sama Dinda agar singgah sebentar kerumah sakit untuk lihat kondisi Andy, kasian juga dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi, jadi biar aku saja yang perhatikannya walaupun tidak satu kali dua puluh empat jam aku menjaganya. Namun aku sudah siapkan pengawal dan suster untuk merawatnya. Seperti biasa aku jalan agak jauh dari kantor baru pak Erik datang.
Setelah aku masuk kedalm mobil aku bilang sama pak Erik kalau kami ke rumah sakit terlebuh dulu.
"Pak Erik kita ke rumah sakit sebentar, aku mau lihat kondisi Andy gimana ada perkembangan tidak setelah operasi. Kasian dia tidak punya siapa-siapa lagi pak" ujarku.
"Baik Tuan muda kita langsung ke rumah sakit saja, oh ya Tuan muda maaf pengajuan proposal dari nona Lexza sudah dikirim Tuan dan saya juga sudah kirim ke gmail Tuan muda. Apa Tuan muda sudah membukanya"?
"Oh makasih pak Erik nanti sampai dirumah saja aku buka soalnya ada sedikit sibuk. Pak Erik aku boleh minta tolong sesuatu lagi"
Karena selama ini aku masih belum puas dengan kematian yang menimpah ayah mertuaku, aku rasa ada permainan didalam kecelakaan itu, bisa saja ayah mertuku belum meninggal tapi dia sengaja melakukan hal itu karena mengetahui rahasia besar istrinya. sehingga ayah mertua sengaja, atau bisa saja benar ayah mertua sudah meninggal tapi yang melakukan itu adalah ibu mertua agar semua harta ayah mertua bisa dikuasai.
"Silakan Tuan muda apa yang ingin Tuan muda bicarakan."
"Jadi begini pak Erik. Pak Erik pasti tahukan Ayah mertua ku belum lama meninggal dengan hal yang tidak wajar, dan pada saat mayatnya datangpun tidak ada satu keluargapun yang membuka dan mengeceknya karena dari pihak rumah sakit melarang katanya kondisi mayat sudah hancur jadi tidak baik jika di publikasihkan, yang paling parahnya lagi. Berita mengenai meninggalnya ayah mertua tidak di siarkan di tv manapun padahal hari itu yang datang kerumah mertua ratusan wartawan"
"Aku curiga ada permainan didalam kematian ayah mertuan bisa saja, ini hanya akal ayah mertua untuk mau membalas bu Anjani karena mungkin ayah mertua mengetahui sesuatu rahasia besar tentang kehidupan bu Anjani. Sehinggah ayah mertua merekayasa kematiannya."
"Aku minta tolong pak Erik untuk menyelidikinya dulu dan satu lagi laki-laki yang ada di sel bawah tanah kita, nanti kita harus interogasi lagi dia."
"Baik Tuan muda saya akan lakukan, tapi ada benarnya juga yang di katakan Tuan bisa jadi ini hanya rekayasa Tuan Evan"
__ADS_1
"Justru itu pak Erik jadi biar kita tidak prasangka buruk lebih baik memang harus cari tahu"
Kenapa aku menyuruh pak Erik untuk menyelidiki soal kematian ayah mertua karena kualitas pak Erik sudah tidak bisa di ragukan lagi. Memang pak Erik orang kepercayaam ayah yang terbaik, kalau memang benar ayah mertua merekayasa kematiannya suatu saat dia pasti akan muncul kembali tapi dengan tujuan tertentu.
Aku dengan pak Erik sepanjang perjalanan menuju ke rumah sakit, aku tanya banyak hal kepada pak Erik. Karena aku ingin berajar semuanya.
Tidak lama kami sampai di rumah sakit aku keluar dari dalam mobil dan aku berjalan bersama pak Erik masuk kedalam rumah sakit, kami berjalan melalu koridor rumah sakit dan sampai di ruangan Andy, disana kami langsung disambut oleh kedua pengawal. Aku langsung bertanya bagaimana kondisi Andy dan kata salah satu pengawal kalau sampai sekarang Andy belum sadar karena baru selesai operasi.
Kami yang lagi berbincang di luar tiba-tiba datang dokter yang menangani Andy dengan suster yang sudah aku sewa untu menjaga Andy.
"Dok bagaimana dengan kondisi teman saya dokter, apa dia baik-baik saja dan kapan siuman dia dokter"
"Syukurlah kalau begitu, berarti kita hanya menunggu teman saya siuman dokter, kira-kira berapa lama dokter kita menungggu."
"Maaf Tuan muda kalau soal itu kita tidak bisa prediksi hanya saja kita tahu kalau secepatnya ia akan siuman".
"Baiklah terimah kasih banyak dokter tolong berikan penanganan yang terbaik untuk teman saya"
Setelah aku tahu kondisi Andy aku juga diijinkan masuk kedalam ruangan Andy, aku baru dari jauh sudah aku lihat wajah pucatnya. Aku berdiri disampingnya baru aku bicara aku tahu dia dengar apa yang aku sampaikan kepadanya.
"Ndy bangun dong kamu gimana sih, katanya kamu harus cari uang yang banyak agar bisa memikat hati cewek cantik, mana janjimu Ndy bangun dong aku sudah siapkan kerja untukmu agar kamu cepat punya banyak uang dan bisa mencari gadis pujaan kamu. Bangun ya aku tunggu loh..."
__ADS_1
"Kamu tahu gak, aku sudah menyiapkan pekerjaan untukmu semoga nanti kamu suka ya dan jangan menolak karena selama ini kamu sudah banyak sekali membantuku selama kita masih tinggal bersama di mes. Jangan buat aku jadi kuwatir ya, aku mau pulang dulu tapi kamu tenang aja kamu aman kok disini banyak penjaga yang menjaga kamu."
Setelah aku selesai bicara seperti orang gila bicara sendiri, akhirnya aku keluar dari dalam ruangan, aku pesan kepada pengawal kalau ada apa-apa tolong hubungi.
Setelah selesai akhirnya aku dan pak Erik pulang ke rumah, karena pasti dimana istriku sudah menungguku dirumah, dan aku tidak mau di kuawatir karena aku belum juga pulang akhirnya aku ambil hp dan aku rencana menghubunginya namun belum sempat aku hubungi. Istriku yang sudah duluan hubungiku.
"Hallo sayang, ada apa"
"Mas sudah dimana, sudah pulang dari rumah sakit belum atau masih dirumah sakit"?
"Ini sudah di jalan sayang pulang ke rumah, kenapa kangen ya sama mas hahaha"
"Aisssss bukan kangen mas tapi kuwatir haha, yaudah hati-hati di jalan ya mas aku tutup telpon dulu,"
Hummm belum sempat ku tanya hari ini ada kegiatan apa aja yang dia lakukan selain ke arisan sudah keburu mati, biar nanti sampai di rumah baru aku tanyakan saja.
Memang kalau pulang jam-jam segini macetnya itu tidak bisa dihindarkan, kenapa banyak sekali ya kendaraan dinegara ini. Banyak orang kaya yang memiliki mobil mewa dengan bermacam merek sehingga membuat jalanan macet hehehe...kadang kalau bicara tidak sadar diri memang begini sudah.
Bicarakan orang banyak mobil tapi dirumah lagi apakabar dengan garasi mobil penuh, merek apa aja ada.
Tidak lama kemudian kami tiba di rumah dengan keadaan selamat aku langsung gegas masuk kedalam rumah ternyata aku mendapati istriku bercengkrama dengan semua keluarga besar di ruang tengah.
__ADS_1