Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
204


__ADS_3

Pov Dinda.


Hati dan perasa'an bahagia yang aku rasakan saat ini tidaj bisa di ungkapkan hanya dengan kata-kata saja karena memang tidak bisa di ungkapkan. Aku adalah perempuam yang paling bahagia didunia ini karena hari ini adalah hari paling bersejarah bagiku, bagaimana tidak selama aku hidup baru kali pertama aku injakan kaki di paris aku sudah pesan kepada suami agar selama kami di paris.


Kami harus banyak mengunjungi tempat wisata jadi ada beberapa tempat parawisata yang aku kunjungi hari rencana ada dua tempat yang akan kami kunjugi sekarang kami dalam perjalan menuju ke museum louvre....aku sudah memiliki keinginan dari dulu kalau suatu saat aku berkesempatan untuk berkunjung ke paris tempat yang pertama kali aku kunjungi adalah museu louvre dan pont Alexsandre lll. Jadi hari ini aku mengunjungi tempat itu bersama suamiku dikawal oleh banyak pengawal.


Ternyata museum itu sangat indah aku benar-benar takjud Tuhan maha baik masih memberikan waktu berharga untukku.


"Mas....ternyata museumnya jangankan dari dalam, dari luar kita lihat saja sangat indah mas makasih ya mas sudah mengabulkan permintaan Dinda kesini."


Sebenarnya yang minta honeymoon kesini itu aku ....mas Dava tanya mau kemana kalau honeymoon jadi aku minta kesini ternyata suami terbaik langsung di kabulkan olehnya. Pokoknya aku sangat bahagia karena suamiku selalu menuruti apa yang aku mau, ini adalah kebahagia,an yang sesunggunya seandainya aku tidak keguguran mungkin sebentar lagi aku dan mas Dava sudah punya anak dan aku masih mengandung anak kami saat ini...


Aku ingin menebus kesalahanku pada mas Dava karena tidak bisa menjaga kandunganku sehingga keguguran, aku ingin cepat hamil lagi makanya kalau mas Dava meminta haknya aku tidak perna menolak justru aku sengaja mengodahnya karena aku tahu mas Dava juga pengen cepat punya anak. Saat ini pas masa suburku aku selelu berdoa dalam hati agar aku diberikan malaikat kecil.


Sekarang kami mau keliling kota paris dulu. Sudah setengah hari kami didalam museum louvre karena sudah puas keliling didalam akhirnya kami memutuskan untuk makan.


"Mas sudah jam makan siang kita makan dulu yuk.. pengawal juga butuh makan mas, kalau tidak makan nanti mereka pingsan bagaimana mas yang mau bertanggung jawab...Atau mas mau puasa." Ujarku

__ADS_1


"Jangan dong sayang mas bisa pingsan nanti memangnya sayang mau tanggung jawab kalau mas sakit, palingan sayang juga cape ngurusin mas yagak lagian mas juga sudah selesai puasa"


"Heheheh Dinda kira mas mau puasa , biar Dinda ngajak yang lain saja yang makan kalau mas tidak usa." aku sengaja jailin suamiku karena dia suami yang paling baik dia tidak perna marah...apalagi sekarang aku sudah lapar banget pengen makan.


Asisten Arfan datang dan menyampaikan kalau tempat makannya sudah tersedia jadi kami gegas masuk kedalam restoran. jujur saja badan ini agak sedikit lemas aku tidak tahu kenapa aku paksakan semoga tidak terjadi apa-apa aku belum puas jalan-jalan.


"Tuan muda, nona muda silahkan masuk kedalam ke tempat makan yang sudah tersedia...karena Tuan muda dan nona muda sudah melewati jam makan siang" jujur aku suka dari asisten Arfan ini dia melakukan sesuatu itu tersusun dengan sangat rapi apa-apa harus tepat waktu tidak boleh lewat kalau lewat sedikit saja langsung di beritahu. Asisten mas Dava yang kompeten dalam pekerjaan.


"Baik Asisten Arfan" ujar suami dan kami langsung masuk kedalam ikuti langkah asisten Arfan ketempat yang sudah disiapkan untuk kami makan siang, kali ini aku sengaja meminta asisten Arfan untuk tidak memisahkan meja makan kami dengan meja makan mereka kami gabung jadi satu karena pikirku kami ini satu tim jadi makan juga harus saru meja.


"Sayang nanti kita makan satu meja aja ya dengan semua pengawal dan yang lain, kita ini satu rombongan biarpun mereka itu hanya sebatas pengawal tapi kalau bukan mereka kita juga tidak bisa melakukan apa-apa mereka juga garda terdepan bagi kita"


Kami memilih makan di dalam restorant museum karena ternyata didalam museum ada tempat makan. Kami di sambut dengan ramah oleh para staf restoran.


"Selamat Tuan muda dan nona muda beserta rombongannya." kami langsung dipersilahkan duduk di salah satu meja tidak terlalu besar dan tidak juga kecil tapi aku langsung menolak.


"Asisten Arfan....meja kalian itu gabung kesini saja biar kita semua makan satu meja kita satu rombongan tidak ada pengawal tidak ada tuan muda disini kita sama", ujarku membuat asisten Arfan menaikan kedua alisnya.

__ADS_1


"Tapi nona muda tidak patut kami makan satu meja dengan Tuan dan nona muda. Kami tidak pantas makan satu meja dengan Tuan dan nona muda karena kami hanya pengawai rendahan."


"Kata siapa kalian rendahan cepat satukan mejanya jangan banyak membantah" ujarku


"Asisten Arfan ikut saja apa kata istriku, biar kita cepat makan saya sudah lapar" akhirnya kami semua makan satu meja dengan lahap jujur aku sudah sangat lapar sekali dari tadi hanya berdebet dengan asisten Arfan.


Hari ini aku menghabiskan waktu didalam museum dengan berfoto sama suami aku ingin posting ke media sosialku, oh ya aku lupa buka postingan kemarin kira-kira ada yang sudah lihat belum ya tapi nanti saja deh baru aku lihat.


Tiga puluh menit kami makan dan setelah itu kami hendak bangun untuk gegas pergi, namun tiba-tiba ada yang memanggil namaku seketika membuat langkah kami semua terhenti termasuk pengawal sudah siap menyerang siapa saja yang ingin mendekati.


"Hey....bestie Dinda...."aku terkejut karena biasa yang memanggil dengan sebutan kata itu hanya dua orang kalau bukan Sabrina berarti Tasya.


Aku langsung menoleh dan mencari sumber suaranya ya Tuhan, betapa terkejutnya aku milihat siapa yang berdiri tidak jauh dari kami sahabat terbaik yang aku rindukan selama ini sekarang ada di depan mataku.


"Sabrina...."seruku kencang membuat yang lain terkejut aku tidak bisa menundah waktu lagi aku langsung berlari dan berhambur memeluknya begitu juga Sabrina, kami sudah lama tidak bertemu dan ini kali pertama kami ketemu aku tidak menyangkah bisa ketemu dengan Sabrina disini.


"Bestie kamu tahu tidak aku sangat merinduhkanmu....sebelum aku kesini aku pernah cerita ke suamiku kalau aku punya dua sahabat terbaik tapi sekarang tidak tahu mereka di mana dan tidak sengaja kita ketemu."

__ADS_1


"Iya besti aku juga sama merindukan kalian berdua, jujur tadi aku benar-benar sulit mengenalmu karena kamu berubah banget banyak pengawal kamu jadi aku takut saat aku tengur ternyata bukan kamu, tapi setelah aku perhatikan lagi ternyata benaran kamu ya ampun' dulu kamu itu penampilan biasa saja dan tidak ada pengawal tapi sekarang kamu sangat beruntung punya suami tuan muda tanpa aku terkejut nonton berita kalian mendunia saat resepsi kamu tidak mengundangku aku sangat sedih."


Benar kata Sabrina aku sangat berubah.


__ADS_2