Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
168


__ADS_3

Dasar keluarga toxic tidak tahu malu saat Dava dirumah mereka memperlakukanya kayak pembantu bahkan Dinda putrynya sendiri saja tidak di akuinya katanya Dinda adalah pelayan dirumah. Sekarang setelah tahu Dava anak orang kaya baru mau cari muka. Berhayal jadi besan.


"Bu apakah Dea tahu soal ini, gak mungkin Dea gak tahu apalagi selama ini Dea selalu membelah Dinda jadi aku yakin bu Dinda pasti undang Dea"?


"Lexza memangnya kamu tidak melihat anak kurang ajar itu bersama suaminya ada didalam video utu bahkan mereka duduk depan bersama pengantin mengantikan ibu dan ayah kamu?...mereka berdua hadir bahkan mereka duduk di depan mengantikan posisi aku sebagai seorang ibu sangat keterlaluan anak itu. Dan bisa-bisanya Tuan Adinata dan nyonya Adinata tidak memberitahu kita apalagi ibu sebagai ibu kandung Dinda yang sudah melahirkan dan membesarkan menatunya. Mereka tidak menghargai aku sama sekali sebagai besan kamu tahu gak mereka itu nginap di mana? Di hotel bintang lima gila"


"Mewah benaran acara pernikahan Dinda ibu, lihat banyak sekali tamu undangan, astaga pesta nya kayak pesta kerajaan gaun Dinda saja mewah sekali, kalau tadi malam aku disitu mungkin sangat bangga. Lagian ya bu bagaimana Tuan Adinata mengundang ibu sebagai besan selama ini tidak ada yang tahu kalau Dinda adalah putry bungsu dari ibu dan Ayah, walaupun nanti Dinda pake marga Winata memangnya ibu pikir marga Winata itu hanya satu? Banyak bu."


Bu Anjani langsung berpikir benar juga kata Lexza selama ini gak ada yang tahu kalau Dinda itu adalah putry bungsu bu Anjani, jadi kalau Dava dan Dinda gak kasih tahu yang jelas Tuan Adinata dan nyonya Adinata gak tahu...tapi tunggu dulu Dea dan Tahir kan hadir disana berati mereka tahu tapi sengaja tidak mengundangnya.


"Tadi kamu bilang apa mereka tidak tahu terus kenapa Dea dan Tahir ada disana dan ternyata hampir tiga hari ini mereka tidak pulang kerumah karena mereka nginap di hotel dan mengikuti semua rangkaian acara."


"Kenedy...tahu bu kenapa kita tidak di undang bahkan ibu sendiri tidak dapat undang, salah satunya mungkin Dinda sudah tidak mengakui ibu adalah ibu kandungnya. Karena takutnya pada saat ibu datang justru mengacaukan acara resepsi mereka, dan kedua bisa jadi Dava yang tidak mau mengundang ibu karena sudah benci dengan perlakukan ibu bahkan kita selama ini.


Buktinya hanya Dea dan Tahir yang datang dan ke tiga, karena ayah sudah tidak ada jadi dari keluarga Adinata sudah tidak menghargai ibu lagi, sepertinya Dinda sudah dapat kasih sayang sepenuhnya dari mertunya kelihatan nyonya Adinata sangat menyayangi Dinda, apalagi nyonya dan Tuan Adinata tidak punya anak Cewek jadi pasti Dinda sangat bahagia pantas saja Dinda pakai mobil harga miliyaran dan berlian gak kehitung harganya ternyata mertua sangat kaya."

__ADS_1


"Kalau memang benar begitu Dinda, memang anak durhaka dan kurang ajar yang tidak tahu balas budi. Anak kandung kok kelakuannya begitu sama irang tua sendiri."


Bu Anjani yang mendengar perkataan Kenedy mukanya langsung pias karena memang benar apa yang di katakan kenedy, selama ini mana perna bu Anjani berlaku baik pada Dinda jadi ini balasan untuk bu Anjani tapi dasar manusia tidak punya malu jadi dia belum sadar juga.


"Lexza merasa apa yang di katakan mas Kenedy ada benarnya juga bu apalagi ayah sudah tidak ada dan paling parah lagi sekarang perusahaan dalam masalah besar. Lexza merasa kalau semua ini adalah permainan Dava karena Dava tidak mau menolong ibu untuk menunyuntik Dana ke perusahaan. Kalau itu benar berarti ibu siap-siapa karena perusahaan pasti diakuisisi oleh perusahaan Dava apalagi sekarang Dava yang menjadi pemimpin di perusahaan pusat."


"Tapi ane juga ya waktu ibu datang ke perusahaan ibu melihat anak ibu pakai pakian ob, kenapa tiba-tiba jadi putra Tuan Adinata masa sih Dava menyamar"


"Filing Kenedy Dava itu menyamar bu karena Tuan Adinata sudah tahu semua perlakukan ibu ke putranya, makanya Dava hanya menyamar agar Tuan Adinata melihat seperti apa sikap ibu sesunggunya."


"Bicara apa sih masih pagi- pagi sudah hebo kayak ada yang sudah mati sekarang" ujar paman Gibran karena paman Gibran belum tahu soal pernikahan Dinda dan Dava.


"Suka-suka saya mau ribut atau mau apa itu urusan saya, makanya lihat berita biar tahu apa yang terjadi jangan kurung saja di kamar numpang hidup disini."


Karena paman Gibran dan bibi Lya penasaran akhirnya mereka cari berita yang lagi viral, betapa terkejutnya mereka berdua saat melihat berita itu. Paman Gibran dan bibi Lya syok melihat berita mengenai pernikahan Dava dan Dinda di gelar di hotel berbintang Lima, nuansa outdoor.

__ADS_1


"Astaga mewah banget resepsi pernikahan Dinda dan Dava dan jujur aku tidak menyangkah ternyata menantu yang selama ini kakak ipar hina dan merendahkannya adalah Tuan muda...hahaha....kasian sekali kakak ipar bisa-bisanya Tuan dan nyonya Adinata tidak menghargai kakak ipar sebagai ibu dari Dinda. Sehingga gak di undang bagaimana ya sakitnya? kakak ipar di pandang rendah seperti kakak ipar tidak ada harga dimata mereka. Atau jangan-jangan Dinda sudah mengangap kalau kakak ipar sudah mati, buktinya Dea dan Tahir yang datang kesana bahkan Tahir ganti posisi mas Evan dan Dea ganti posisi kakak ipar.


Ya, itu karma sih sebenarnya karena seorang ibu kandung tidak ada hati nurani sama anak kandungnya sendiri sekarang gigit jari dong gak di undang panas ya kakak ipar?"


Astaga paman Gibran tidak takut sama sekali melihat kemurkahan bu Anjani wajahnya sudah merah merona karena menahan amarah.


"Kurang ajar kau Gibran berani sekali kamu menjelekan aku, apa bedahnya kamu adalah paman kandungnya saja gak di undang"


"Tidak masalah bagi saya kalau Dinda tidak mengundang saya, karena memang saya juga menyadari saya sudah banyak salah terhadapnya jadi mungkin Dinda dengan Dava masih benci sama saya wajar saja, saya tidak merasa sakit hati karena memang saya sebagai penganti mas Evan saya tidak bisa menjaga anak-anak saya Dinda dan Dea dengan baik.


Tapi justru aku melukai hati mereka jadi aku tidak mempersoalkan hal itu tapi kalau kakak ipar tidak di undang bagaimana rasanya. Hati sakit seperti tertusuk ribuan belati ini yang dinamakan luka tak berdarah, ternyata benar kata pepata mengatakan karma itu instan, saya menyesal dulu mengikuti hasutan kamu kakak ipar."


Makin menjadi-jadi bu Anjani mendengar semua perkataan jelek keluar dari mulut paman Gibran.


"Humm....siapa suruh kamu dan istrimu bodoh mau juga dihasut makanya jadi orang tuh jangan mau numpang doang disini tapi kerja biar pikiran di otak kamu itu berjalan agar jangan mau di perdaya orang...lihat saja nanti aku punya banyak cara untuk membawah kedua anak itu kembali kesini aku akan menguasai semua harta milik Tuan Adinata, aku tahu Dinda itu muda sekali di hasut kalau sudah diperlakukan dengan baik dia langsung lulu hatinya, lihat saja nanti."

__ADS_1


Ternyata tanpa mereka sadari Maya dari tadi diam-diam videokan semua percakapan mereka dan langsung kirim ke pak Erik.


__ADS_2