Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
50:50


__ADS_3

Dea menceritakan pertemuannya dengan Dinda, justru Lexza menyuruhnya membawah pulang Dinda, Lexza tidak tahu seperti apa Dinda memperlakukan Dea di mall. Jadi seenak jidat aja disuruhnya menyeret Dinda, jangankan Dea, wanita sekeras bu Anjani aja sudah tidak bisa apa lagi anak masih bauh kencur mau menyeret Dinda.


Mendengar pengakuan Dea membuat Lexza makin penasaran dengan kehidupan Dinda saat ini, Lexza juga ingin ketemu langsung dengan Dinda ia mau lihat seperti apa sih penampilan Dinda, baru dengar cerita dari Dea saja paman Gibran dan istrinya serta Lexza sudah syok. Apalagi mendengar cerita dari bu Anjani langsung seperti apa reaksi mereka, kalian pikir enak.


"Masa hanya menyeretnya pulang aja kamu tidak bisa sih Dea, coba tadi kak ada disitu mungkin sudah kak seret dia pulang ke rumah".


"Pukkkkkk..."


Dea melayangkan satu pukulan ke bahu Lexza membuat Lexza kanget.


"Apa-apaan sih kamu Dea, tidak sopan tahu mikulin orang" marah Lexza


"Aku mukul kak biar otak kak sedikit terbuka biar ingat kembali ke masa lalu, kak Lexza lupa kalau Dinda itu dulu ayah masukan ke mana? Dinda itu jago dalam belah diri, nyesal aku waktu itu menolak ikut latihan sekarang baru menyesal tidak ada ginanya. Kak tidak mau mati konyol kan, nah begitu juga aku kak".


"Dan tadi kak bilang apa tidak sopan tangan memukul orang, terus bagaimana dengan kak waktu itu ikut menyiksa Dinda, aku jadi takut deh kalau sampai Dinda tahu tentang video itu dan disebar luaskan, aku juga yakin Dinda pasti akan balas dendam pada kita."


"Loh kamu kenepa sih Dea setelah pulang dari mall, kenapa omongan kamu ngelantur terus kak ingat sih tapi siapa tahu aja dia mau murut sama kamu pulang kesini."


Dari tadi bu Anjani menyaksikan pertengkaran kedua putrynya membuat kepalanya mau pecah, masalah bersama Dinda belum juga kelar sekarang kedua putrynya berdebat didepannya lagi.


"Diam......! Bisa tidak kalian berdua menghargai aku disini, dari tadi kalian berdua ribut terus tidak ada hentinya. Tidak bisa berikan celah untuk orang tua bicara ha...."

__ADS_1


Teriakan bu Anjani sontak membuat mereka semua terkejut.


"Kalian tahu tidak hari ini ibu di permalukan oleh anak sialan itu, ternyata waktu ibu pergi arisan, rupanya dia juga datang sebagai tamu terhormat di grup sosialita ibu, bahkan biasannya ibu yang selalu di sanjung dan dibangga-banggain sekarang ibu justru dicuekin oleh teman-tenan ibu dan anak sial itu di sanjung-sanjung"


Bu Anjani menceritakan pengalaman pertama kali ketemu dengan Dinda, membuat semua orang kembali terkejut, namun diam-diam ada seseorang yang duduk di samping Lexza tersenyum nakal, ia ingin Dinda akan menjadi miliknya padahal, sudah punya istri.


"Apa......jadi hari ini ibu juga ketemu dengan anak itu, ya Tuhan sial apa kita hari ini bu bisa ketemu dengan anak itu." tanya Dea.


"Tunggu dulu kalau dari cerita ibu dan Dea berarti kita bisa menyimpulkan kalau sekarang Dinda bukan memiliki hidup susa, melaikan bergelimang harta kenapa kita tidak cari tahu saja dari mana dia dapat harta sebanyak itu" ujar Lexza.


"Jangan gegaba karena sekarang anak itu tidak seperti dulu lagi, ibu juga tadi hampir sedikit dia menampar ibu dan bukan itu saja dia juga mengancam akan menghancurkan kita semua, pas aku menyingung soal suaminya kerja sebagai ob di perusahasn Andinata grup justru dia mala tertawa."


"Astag bu....anak itu benar-benar deh...memangnya suaminya benaran kerja sebagai ob di perusahaan Adinata bu"? Tanya Lexza


"Aku rencana mau bayar seserorang yang sangat berprofesional dalam bekerja agar bisa mencari tahu siapa sebenarnya sih anak miskin itu, karena ibu yakin mereka menyembunyikan sesuatu yang penting dari kita, karena orang suruhan aku yang pertama sampai sekarang belum bisa di hubungi "


Kasian kalian semua, hidup dalam tekanan dan ketakutan, makanya jangan jadi orang jahat lihatlah setelah ini apa yang harus kalian dapatkan. Dinda sudah terlanjur membeci kalian jadi tidak ada kata baik untuk menghadapi manusia jahat seperti kalian semua. Ibu yang susah payah melahirkan saja kayak dajal, berani menyiksa anak kandungnya sendiri sekarang terimah akibatnya.


Dava dan pak Erik akan berusaha merebut perusahaan Winata grup untuk Dinda dan semua aset yang ada pasti sebagian turut di ambil, memang bu Anjani dikenal dengan wanita yang sangat gesit dalam kerja dan paling teliti tapi itu berlaku bagi orang lain sekarang lawan bu Anjani bukan anak ingusan tapi orang berkelas satu.


Saat ini tinggal tunggu kehancuran bu Anjani karena dulu dia juga dari keluarga miskin hingga hidup melarat, tapi karena ia menikah dengan Tuan Evan sehingga ia menjadi kaya karena menikmati harta warisan. Namun sayangnya hal itu membuat bu Anjani menjadi serakah sehingga ia lupa dengab kehidupan masa lalunya yang dulu dia seperti apa.

__ADS_1


Sekarang bu Anjani sudah gelap mata, bahkan kedua anak dan menantunya yang akan turut merasakan apa yang yang sudah mereka perbuat, ternyata bisa juga hanya karena demi harta kejahatan bisa menutupi hati nurani yang baik, buktinya seperti bu Anjani.


"Bu bagaimana, apa yang harus kita lakukan, aku penasaran dengan anak itu semoga aku ketemu dengannya dan seret dia pulang kerumah. Kalau memang benar dia sudah kaya bukankan ini suatu keuntungan besar untuk kita bu, kita harus membawah dia kembali tinggal bersama kita agar kita bisa memanfaatkannya." tutur Lexza.


"Kalau aku sih terserah kalian deh....sekarang ini anak itu kelihat sangat menakutkan, aku takut kayak cerita-cerita pada novel yang mereka pikir menantunnya miskin padahal dia seorang kaya raya, siapa tahu sih Dava seperti itu dia di depan kita seoalah dia miskin padahal miliyarder" ujar Dea seketika mengundang tawa semua orang yang ada di ruang tengah.


"Hahaha...kamu memang benar lagi eror ya Dea, mana ada miliyarder, kamu lupa waktu itu Dinda masuk rumah sakit, anak sialan itu datang dan memohon minta pinjam uang ke ibu, kalau dia benaran kaya mana mungkin dia sampai bersujud seprtir itu"


"Kalian berdua dari tadi tidak ada habisnya ya berdebat, bisa tidak berikan ruang untuk ku berpikir, kamu lagi Gibran, memang kamu tidak ada gunanya sama istrimu dirumah ini kerjanya bangun tidur makan aja."


Perkataan bu Anjani sontak membuat paman Gibran emosi.


Brakkkkkkkk!


paman Gibran mengebrak meja sampai semua orang terperajat.


"Kak ipar...apa untungnya kekayaan orang tua saya banyak kalau saya tidak bisa menikmatinya, ingat baik-baik dulu seperti apa gembel kak datang ke kehidupan keluarga saya. Jadi kak ipar tidak usa sok pahlawan disini. Karena semua harta yang ada saat ini adalah harta keturunan dari orang tua saya, masih beruntung waktu itu anda diterimah di keluarga saya, kak ipar pikir selama ini saya tidak tahu apa tujan kak ipar menikah mas Evan saya tahu siapa Lexza!"


Mendengar nama Lexza disebutkan membuat bu Anjani pucat pasi, ia langsung tidak berkutik karena dia tahu maksud dan tujuan paman Gibran. Tapi bu Anjani heran dan terkejut dari mana paman Gibran tahu soal Lexza.


Lexza yang kebetulan namanya disebut langsung menoleh ke arah paman Gibran, meminta jawaban tapi sayangnya paman Gibran tidak menangapinya. justru ia cuek aja.

__ADS_1


"Maksud paman apa ya, menyebut nama Lexza." ujar Lexza namun sayangnya Paman Gibran diam saja.


__ADS_2