
Paman Gibran dan bibi Lya terkejut kala mendengar kalau bu Anjani di sidang.
"Mas, Gibran butuh penjelasan apa yang terjadi sebenarnya, apa yang terjadi dengan mas sehingga mas tidak pulang tapi mas dengan santainya merekayasa kematian mas, mas pikir selama ini Gibran tidak hancur dengan beritah tentang mas, memang Gibran diam mas tapi hati Gibran hancur. Hanya kita berdua mas, ayah, ibu dan adik perempuan kita sudah pergi duluan ke sorga dan tinggal kita berdua dan tiba-tiba dapat beritah mengerikan itu mas pikir Gibran senang begitu tidak mas, apalagi setelah mas tidak ada istri mas berlaku semena-mena di rumah sampai perusahaan bangkrut dan semua aset disita."
Paman Gibran marahin ayah mertua kayak ayah marahin anak, tapi aku paham juga dengan kemarahan paman Gibran. Ayam mertua justru tersenyum menerima kemarahan itu mungkin ayah mertua sangat mengerti perasaan adiknya.
"Sudah selesai marahnya ya adik, mas mengaku salah seharusnya mas beritahu kalian tapi mas kuatir kalian tidak bisa menjaga rahasia waktu itu, jadi mas juga tidak beritahu Dinda dan Dea hanya dua orang yang tahu kehidupan mas selama mas menghilang, yaitu nak Dava dan besan Adinata. Mas yang tidak mau Dava cerita kekalian karena mas masih menunggu waktunya.
Dan soal perusahaan bangkrut itu mas yang melakukan itu begitu juga penyitaan semua aset dari bank itu mas yang lakukan supaya perempuan itu dan anaknya di usir dari rumah, dengan semua aset yang ada termasuk mobil dan semua atm mereka juga mas yang blokir. Jadi semua yang terjadi akal-akalan mas, dibantu oleh nak Dava dan besan kalau tidak mas kamu benar-brnar tidak selamat dalam kecelakaan itu.
Bibi Lya dan paman Gibran syok mendengarnya mereka berdua tidak percaya selicik itu bu Anjani.
"Terus bagaimana mas bisa tahu semua kelicikan mbak Anjani mas? sampai bisa di tangkap begitu, berarti selingkuhannya yang Ogen itu"? Tanya paman Gibran.
"Bukan hanya Ogen Gib, tapi ada juga pengawal budy"
Ayah mertua kembali menjelaskan kronologi dari awal sampai akhir, bagaimana bu Anjani di siksa dan di kurung bersama dengan Ogen, tidak ada yang tidak di ceritakan oleh ayah mertua sa di masukan ke penjarah.
__ADS_1
Paman Gibran dan bibi Lya hanya mengelengkan kepala mendengar penjelasan dari ayah mertua. Paman dan bibi Lya juga mereka minta maaf kepada aku dan Dinda karena mereka sudah melakukan kesalahan terhadap kami berdua sewaktu masih tinggal di rumah.
"Dav, Din maafin paman dan bibi ya, paman dan bibi bukan orang tua yang baik buat kalian berdua paman benar-benar minta maaf, sebelum acara resepsi kalian itu berlangsung paman sudah bilang ke Dea karena paman tahu kalian sudah semakin dekat jadi paman bilang kalau paman mau minta maaf, tapi mungkin Dea tahu waktu itu kalian sibuk mempersiapkan acara resepsi kalian makanya kata Dea nanti aja cari waktu yang tepat ternyata kalian yang datang kesini paman dan bibi jadi malu."ujar paman Gibran
"Paman, sebelum paman dan bibi minta maaf Dinda dan Dava sudah maafin paman dan bibi, sebenarnya bisa saja kami berdua memaafkan Lexza dan bu Anjani hanya saja tidak ada perubahan dalam diri mereka berdua, bahkan setelah pemilihan itu bu Anjani datang ke perusahaan untuk meminta uang, begitu juga Lexza minta ketemu di taman bahkan karena mereka tidak puas mereka berdua datang ke rumah meminta ayah dan ibu untuk belikan mereka tempat tinggal setelah di usir dari kediaman keluarga Winata.
Jadi apa yang harus Dava dan Dinda lakukan, hampir sedikit istriku membunuhnya di perusahaan kalau bukan pak Erik dan asisten Arfan yang menyeret paksa bu Anjani keluar dari ruangan mungkin di meninggal di tangan putry nya sendiri"
Semua terkejut dengan penjelasanku dan bahkan ayah mertua tidak tahu kalau kedua orang itu datang kerumah, karena aku sengaja tidak memberitahu ayah mertua bahkan kakak Dea juga Dinda tidak beritahu sehingga mereka terkejut.
"Tidak kakak kalau pun ibu dan ayah berikan pasti Dava dan Dinda menolak, ibu kan tidak mau Dinda sedih jadi kalau Dinda bilang apa ibu tidak bisa berkutik bukan karena ibu atau ayah takut dengan Dinda hanya saja kelewatan menyayanginya, apalagi selama ini ayah dan ibu sudah tahu sifat asli kedua perempuan itu."
"Jujur aku tidak tahu mau bicara apalagi, yang ada hanya syok mendengar semua cerita mengecam dari kalian apalagi dari mas Evan kok bisa-bisa perempuan itu melakukan hal keji itu ya, sama pengawal lagi rendah kali harga dirinya. Tapi baguslah mas, Gibran bersyukur karena mas sudah kembali dengan keadaan selamat tidak kurang satu apapun ,makasih ya nak Dava sudah mau membantu ayah mertua kamu."
Semoga perempuan jahat itu diproses seberat-beratnya, Gibran Juga mau ikut nanti mas sidang selanjutnya kapan"? Tanya paman Gibran.
"Satu minggu lagi nanti mas kabarin, bagaimana kalau kamu dan Lya kembali ke rumah itu Gib, kosong soalnya biarkan rumah ini dijaga aja sama pelayan dan satpam, mau jual rumah ini juga mas tidak iklas karena rumah bersejarah untuk kita, ini peninggalan ayah dan ibu, kita juga dibesarkan dirumah ini jadi ayah tidak mau menjul rumah ini."
__ADS_1
"Nanti Gibran pikirkan dulu ya mas, Gibran sudah nyaman disini dan Gibran rasa memang tidak perlu di jual, Gibran juga tidak mau rumah ini di jual karena peninggalan ibu dan ayah."
Paman Gibran belum menjawab soal kembali ke rumah ayah mertua atau tidak kayak ginilah kalau banyak rumah, sama juga seperti aku dan Dinda rumah yang di belikan oleh ayah dan ibu belum kami tempati , karena keburuh Dinda hamil jadi ayah dan ibu tidak mengijinkan kami tinggal sendiri.
"Oh, ya maaf kalau Gibran lancang mas, tapi Gibran juga penasaran kok bisa nyonya Riska bisa bersama dengan mas disini ada apa sebenarnya."
Aku sudah filing pasti pamab Gibran akan bertanya soal perihal keberadaan tante Riska di tengah-tengah kami.
"Riska adalah calon istri mas Gib, Lya dan setelah selesai sidang dan perempuan itu sudah resmi masuk penjara mas akan segera menikah"
"Apa...! Menikah mas" ujar paman Gibran terkejut.
"Iya Gib" ujar ayah mertua.
"Tidak kecepatan itu mas, mas tidak trauma dengan perempuan jadi mas mau menikah secepat itu"?
Waduh mas Gibran sepertinya keberatan dengan ayah mertua akan menikah lagi.
__ADS_1