Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
260


__ADS_3

Kami bawah Ogen ke ruangan yang sudah di siapkan oleh ayah mertua, bukan hanya Ogen tapi juga tiga anak buahnya yang lain sudah kami habisi lenyapkan untung gedung itu sudah lapuk jadi gampang di haguskan dengan api. Kami lakukan sama seperti di gedung penyekapan Elsa tapi waktu disana Admaja ternyata di makamkan oleh pak Erik dan pengawal, tapi bagus juga biar nanti Lexza bisa datang melihat makam ayahnya.


Akhirnya kami sampai di gedung dan kami semua masuk kedalam ruang bawah tanah milik ayah mertua, ternyata aku baru tahu kalau ayah mertua punya ruang bawah tanah di tempat lain untuk menyiksa orang yang selalu bermain curang dengannya.


Pengawal menyeret keempat bajingan itu kedalam ruang bawah tanah tapi wajah mereka di tutup agar mereka tidak tahu dimana lokasihnya, pas mereka buka tutup sudah didalam ruangan jadi mereka tidak bakal tahu dimana mereka.


Brukkkk....brukkkk!


Dengan kasar pengawal mendorong mereka sampai tersungkur di lantai sambil meringis kesakitan, ayah mertua melipat kedua tangannya didada baru memerintahkan pak Reno dibantu sama pak Erik untuk membuka tutup kepala mereka sekalian melepaskan ikatan tangan ketiga pengawal itu.


"Reno, Erik. Lepaskan ikatan ketiga bajingan ini dan buka tutup kepala mereka" ujar ayah mertua.


Aku langsung tahu kalau ketiga pengawal itu di perintahkan oleh ayah mertua untuk memukul bajingan itu, mampus pengawalnya sendiri yang menghajarnya biar tahu rasa.


Setelah pak Erik dan pak Reno selesai melepaskan ikatan mereka dan membuka tutup kepala mereka ayah mertua mendekati Ogen yang masih menutup kepalanya dan berbisik.


"Kali ini bukan aku atau pengawalku yang menghajar kamu melainkan pengawal kamu sendiri yang akan membuat kamu tidak berdaya. Aku mau lihat pada saat terdesak seperti ini apakah mereka tetap memihak kepada kamu atau tidak kita buktikan." ujar ayah mertua


"Hay...kalian bertiga sekarang hajar dia, buat dia sampai tidak bisa bergerak."


Ujar ayah mertua menyuruh ketiga pengawal itu memukul bos mereka, tapi ternyata mereka yang masih lumayan kuat menyerang kamu, memang bajingan ini mau mati, baru satu tendangan saja sudah tersungkur mau melawan.


"Jangan harap kami mau memukul bos kami, karena kami tidak akan melakukan itu" ujar salah satu menatap sini ke arah kami.

__ADS_1


"Oh, ya. Cobak saja kalau kamu mau istri dan anak kamu ikut saya habisi inikan istri dan anak kamu bagaimana kalian mau melakukan tidak, keluarga kalian bertiga ada di tanganku, kalau kamu berani melakukannya berarti aku akan melepaskan mereka karena aku juga masih punya hati, tapi kalau kamu tidak melakukannya berarti keluarga kalian bertiga tidak akan selamat, aku akan habisi mereka semua"


"Jangan sentuh mereka, mereka tidak tahu apa-apa jadi jangan sakiti mereka, saya yang salah jadi bunuh saja saya tapi jangan mereka tolong lepaskan,"


"Kalau begitu silahkan lakukan biar aku lepaskan mereka, sekarang pilihan ada di tangan kalian, kalau kalian tidak melakukan aku tinggal jentikan jari saja foto mayat keluarga kalian akan aku tunjukan sama kalian. Aku sudah bilang jangan main-main sama saya karena kalian salah sasaran, selama ini saya tidak perna menyengol kalian. Jadi jangan macam-macam."


Tampa aba-aba ketiga pengawal itu berusaha bangkit dari duduk, mereka dan langsung menghajar Ogen membuat kami semua tertawa terbahak-bahak.


Ha....ha...ha...bosnya habis di tangan anak buahnya sendiri.


Bukkkk....bukkkk.....!


"Gara-gara ikuti bos semua keluarga kami dalam bahaya tahu seperti ini saya tidak mau kerja sama"


"Dasar pengawal penghianat dan pengecut berani-beraninya kalian menghianati aku, awas saja aku yang akan menghabisi kalian dan akan menghabisi keluarga kalian juga dan bajingan kalian bertiga."


"Berhenti jangan melanjutkan lagi nanti bisa mati dia saya mau dia tetap hidup menderita dulu, sebelum dia mati atau masuk penjara tapi sebelum itu terjadi saya akan menjebak kedua wanita kesayangannya kesini biar mereka juga merasakan apa yang saya rasakan"


Tutup kepala Ogen dibuka ternyata wajahnya sudah tidak berbentuk kalau badannya tidak terlalu terluka hanya kedua kakinya saja.


Ogen hanya menatap tajam ke arah kami semua termasuk kenatap ke ketiga pengawalnya.


"Penghianat kalian bertiga aku akan membunuh kalian lihat saja nanti"

__ADS_1


"Reno seret ketiga pengawal ini dan masukan kedalam sel mereka masing-masing, jangan gabungkan mereka kalau bajingan ini masukan ke tempat yang paling sempit.


Setelah semua sudah beres kami harus segerah pulang karena sekarang sudah jam dua dini hari, karena besok giliran bagian Bu Anjani yang depresi.


Kami keluar dari ruang bawah tanah dan sampai diluar akhirnya kami harus berpisah, ayah mertua kembali ke kediamannya dan kami kembali ke rumah tapi ayah mertua meminta Rafa untuk ikut dengan ayah mertua saja nanti besok baru ayah mertua antar pulang.


Wah....enak banget sih Rafa langsung diminta oleh ayah mertua...pokoknya ayah mertua the best banget, pintar sekali mengambil hati calon anaknya, tapi aku sih senang, walaupun belum ada respon dari Rafa, tapi aku yakin Rafa pasti mau.


"Besan nak Dava, nak Gama dan semua pengawal pak Erik makasih atas bantuannya akhirnya satu masalah selesai, walaupun semua ini belum berakhir disini saja setidaknya pelaku sudah ketangkap, jadi Dinda dan Dea aman. Makasih juga nak Rafa sudah datang membantu. Hati-hati kalau pulang salam buat semua orang dirumah" ujar ayah mertua.


"Tidak masalah besan kita satu keluarga jadi saling membantu, apalagi ini menyangkut nyawa putry kita" ujar ayah.


"Iya ayah, tidak perlu minta maaf kerja sama yang baik" ujarku.


oh ya nak Rafa, mobil nak Rafa tinggal di rumah nak Dava ya? Tapi tidak masalah nanti baru di ambil pengawal untuk antar ke rumah bagaimana kalau nak Rafa ikut ayah saja, nginap di tempat ayah besok baru ayah yang antar pulang, besok nak Rafa masuk kantor jam berapa"?


Kami semua menatap Rafa ayah hanya senyum-senyum saja karena Rafa juga bingung mendapatkan penawaran tiba-tiba dari ayah mertua.


"Tidak perlu ayah, Rafa tidak mau merepotkan ayah, karena besok Rafa masuk kantor jam delapan takutnya ayah tidak sempat nanti" ujar Rafa.


"Kamu tidak merepotkan ayah kok, nanti besok pagi ayah antar pulang kamu jam setegah tujuh pagi kalau tidak jam enam pagi ayah antar pulang kamu" ujar ayah mertua masih berharap.


"Serius nih ayah tidak merepotkan"?

__ADS_1


"Tidak nak" ujar ayah mertua.


"Baiklah kalau begitu Rafa ikut " akhirnya Rafa ikut ayah mertua dan kami masuk kedalam mobil masing-masing dan berpisah aku yakin sampai di rumah kalau tidak setengah tiga berati jam tiga muda-mudahan dinda tidak menyadari kalau aku sebenarnya tidak ada di kamar kalau tidak pasti banyak pertanyaan.


__ADS_2