
Pov Dinda
Hari ini adalah hari istimewah buat aku dan kakak Dea bagaimana tidak ayah yang selama ini kami kira sudah meninggal ternyata masih hidup, hal itu membuat aku sangat bahagia dan berterimah kasih kepada suami tercintaku mas Dava karena ternyata selama ini mas Dava dan ayah mertua sudah tahu kalau ayah Evan masih hidup tapi mereka sembunyikan dari aku dan kakak Dea....
Namun akhirnya aku kembali bertemu dengan ayah banyak hal yang kami bahas dan kami rencanakan akhirnya kami pamit pulang, singkat cerita setelah kami pulang dari tempat persembunyian ayah kebetulan kami mau antar kakak Dea kerestoran untuk menjemput mobilnya yang ditinggal tadi karena sudah di restoran dan juga ini sudah waktu makan siang akhirnya kami bertiga memutuskan untuk makan bersama.
Entah kenapa aku ingin makan diluar saja bosan juga kalau setiap kali makan selalu di tuang vip memang sih kalau di ruang vip enak dan nyaman karena hanya kita saja tapi kalau diluar rame tapi aku ingin diluar.
Sambil menunggu makanan datang tiba-tiba aku kebelet pipis jadi pengen ke toilet awalnya mas Dava yang mau antar tapi kakak Dea bilang biar dia yang temani karena kakak Dea juga kebetulan mau ke toilet juga.
Akhirnya kami pergi tidak lama juga di toilet kami langsung kembali tapi betapa terkejutnya aku saat melihat seorang perempuan dalam pelukan mas Dava, walaupun akhirnya mas Dava menjatuhksn perempuan itu ke lantai sampai mengaduhkan sakit.
Tapi yang membuat aku agak cemburu sepertinya mereka berdua perna dekat dari perkataan perempuan itu kaya akrab begitu, awalnya aku dengan kakak Dea mau duduk jadi urun karena aku mau lihat sampai sejauh mana mas Dava menghindari perempuan itu. Jujur aku sudah panas tapi aku masih tahan kata kakak Dea samperin saja aku bilang tunggu dulu sampai aku dengar mas Dava bilang kalau dia sudah punya istri yang jauh lebih cantik dari pada perempuan itu.
Aku sedikit legah karena mas Dava mau mengakui aku sebagai istri cantiknya.
"Dik kenapa disini yuk kita kesana jangan biarkan perempuan ****** itu merayuh suami kamu memangnya kamu mau suami kamu dirayu oleh perempuan itu"
"Ihhhhj jijik...tahu kakak siapa juga yang mau suaminya di dekatin wanita lain apalagi wanita itu kelihatan sekali ganjeng awas saja kalau mas Dava tebar pesona dengannya"
Kadang kakak ku yang satu ini ane tadi dia yang menyuruhku menghampiri mas Dava dan perempuan itu tapi sekarang justru semyum melihat aku marah.
"Cieehhhhh ada yang marah karena cemburu"
"Kakak lucu istri siapa yang gak cemburu melihat suaminya berduaan dengan perempuan lain, kalau itu mas Tahir kakak biarkan saja begitu"
__ADS_1
"Ya gak lah dek siapa juga yang mau suaminya didekati perempuan lain jijik tahu gak" ujar kakak Dea
Pas mendengar perkataan kakak Dea aku langsung menuju ke meja makan tapi kali ini aku main cantik tidak perlu buat kekerasan.
Singkat cerita pada akhirnya kami pergi meninggalkan perempuan sinting itu di restoran dan pulang kerumah naik taksi aku juga meninggalkan mas Dava di restoran bodoh amat kenapa dia tidak jujur sama aku kalau dia punya teman cewek yang genit.
Aku melihat mobil mas Dava mengejar dari belakang namun tidak lama dia berhenti mungkin ada pekerjaan mendadak biarlah dia pergi nanti pulang baru dapat hadia dariku.
Aku tidak langsung pulang kerumah tapi karena aku kesal akhirnya aku pergi kesalon untuk manjakan tubuh ini sebenarnya aku mau hubungi Ririn dan ketiga ponakan lainnya tapi takutnya gak keburu ini sudah siang sedangkan salon agak jauh dari rumah jadi lain kali saja baru aku agak mereka.
Akhirnya aku ganti alamatnya.
"Maaf pak boleh ganti rute gak soalnya aku belum mau pulang aku mau kesalon sebentar gapapa pak"
"Oh gapapa neng, memangnya mau kesalon mana."? Tanya pak sopir.
"Pak maaf sudah berapa lama bapak kerja sebagai sopir taksi kalau boleh tahu." aku kasihan melihat bapak sopir ini dia sudah tua umur kisaran lima puluan.
"Waduh sudah lama neng sudah mau dua puluh tahun lebih saya kerja sebagai sopir taksi neng karena kalau gak kerja istri dan anak saya makan apa."
"Maaf pak jika saya lancang kira-kira dalam satu hari itu pendapatannya paling banyak berapa"?
"Tergantung neng rejekinya kalau rejekinya gak ada kadang dalam satu hari hanya dapat seratus ribu kadang tiga puluh ribu , tapi kalau rejeki kadang sampai lima ratus ribu seperti hari ini padahal sudah jam segini neng orang pertama yang mengorder.
"Ya Tuhah beginikah susanya rakyat biasa, aku sangat bersyukur Tuhan masih limpahkan banyak harta untukku, sedangkan pak sopir hanya cari untuk makan saja susa."
__ADS_1
"Kalau seandanya hari ini bapak dapat banyak rejeki apa yang akan bapak lakukan"
"Ya pasti bersyukur kepada Allah yang sudah berikan rejeki itu melalui orang baik neng dan bapak doakan orang tersebut untuk selalu diberkati Allah. Karena jika hari ini saya dapat uang saya ingin membayar uang sekolah anak dan beli sepatu dan seragam untuknya."
"Kasian juga lihat bapak ini"
Akhirnya aku sampai juga untung aku bawah uang chas tiga juta di tas jadi aku berikan kepada pak sopir untuk membelih keperluan anaknya.
"Pak makasih ya sudah antar saya kesini dan ini ada sedikit rejeki dari saya untuk bapak terimah ya" ujarku
Aku melihat pak sopir yang sudah umur rentan itu menerima uang itu dengan tangan gemetaran, pak sopir gak percaya jika aku berikan uang itu kepadanya.
"Neng uang ini banyak sekali kenapa neng berikan ini kepada saya, saya tida bisa menerima uang sebanyak ini" ujarnya
Pak sopir itu benar-benar molak sampai uang itu kembali disodorkan ketanganku dan pak sopir ambil seratus tapi aku ambil uang itu dan dengan lancang aku masukan kedalam kantung bajunya dan berlalu pergi.
Aku melihat pak sopir membungkuk dan berikan hormat, orang seperti ini yang patut di tolong karena mereka tidak mau memanfaatkan situasi.
*********
Hampir empat jam aku disalon karena aku benar-benar ingin manjakan tubuh akhirnya selesai dan aku langsung pulang kerumah kali ini aku pengen cepat istirahat.
Jam tiga aku sampai dirumah dan langsung masuk kedalam kamar dan istirahat. Aku sengaja kunci pintu kamar biar kalau mas Dava datang biar tidur di kamar tamu karena ada sebagian pakiannya juga disitu jadi sekslian.
Aku membaringkan tubuh ini diatas ranjang dan tidak lama aku tertidur.
__ADS_1
Setelah jam enam aku bangun dan langsung mandi karena aku rencana tidak makan jadi aku mau di kamar saja, aku mau lihat mas Dava merasa merasalah gak datang untuk minta maaf, awas saja kalau gak mau dia minta maaf satu minggu dia tidur di kamar tamu sampai kami selesai reselsi dia tetap tidur disitu.
Omong-omong sebentar lagi kami akan melakukan resepsi kami, tinggal hitung hari karena semua sudah tersedia undangan sudah tersebar jadi tunggu saja.