
Gama yang mendengar penuturan sang bibik kalau kakak ipar dan Ririn pergi ke area pelatihan, Gama langsung meminta ijin kepada sang bibik untuk nyusul memereka karena Gama juga mau gabung dengan mereka.
"Bik...Gama pergi ya nyusul kakak ipar dan Ririn, Gama mau temani mereka bik karena kakak Dava gak ada. Bibik tidak masalahkan Gama tinggal sendiri disini"
"Hehehe...kamu ini ya Gam lucu ya gapapa dong...siapa juga yang mau jahatin bibik disini oh ya kenama semua adik-adik kamu Gam kok gak kelihatan"
"Aduh bibik kayak gak tahu saja kerjaan mereka 1x24 jam mereka main game bik, apalagi masih santai begini kalau mereka sudah pulang dan masuk kulia sama masuk sekolah mana bisa lagi mereka leluasa main game ini kesempatan emas untuk mereka haahha"
"Ya sudah sana jaga kakak ipar dan adik kamu ya, bilang sama kakak ipar kamu jangan lama-lama disana kalau sudah selesai langsung pulang terus istirahat"
"Iya bibik Gama yang paling cantik bibik tenang saja" Pujian dari Gama berhasil membuat nyonya Adinata tersenyum.
Gama langsung bergegas pergi menyusul kakak ipar dan adik sepupunya itu setelah mendapatkan ijin dari nyonya Adinata.
Sedangkan di tempat Lain yaitu di kantor.
Setelah kepergian bu Anjani pak Erik kembali ke ruangan sebelum membereskan kekacauan, namun tanpa kami sadari ada beberepa karyawan mungkin karena mereka sudah sangat kesal dengan bu Anjani sehingga secara diam-diam mereka menviralkan kejadian yang terjadi di kantor tapi untungnya mereka juga pintar jadi tidak menulis lokasihnya di kantor mana, aku yang awalnya melihat itu hanya tersenyum saja tanpa aku turun tangan untuk membalaskan rasa dendamku padanya tapi sudah ada orang yang melakukannya.
Masih banyak video yang belum aku viralkan aku tunggu hari dan waktu yang tepat untuk melakukan itu.
Dengan senyum mengembang pak Erik masuk kedalam ruangan namum belum sempat duduk hp pak Erik berdering tanda ada telpon masuk.
Aku hanya diam saja memperhatikam gerak-gerik pak Erik.
"Hallo Rio ada apa...."?
"Hallo bos ada berita penting bos, ada Tuan muda bersama dengan bos"?
__ADS_1
"Iya ada disini...apa yang mau kamu sampaikan, sampaikan saja nanti saya akan bicara dengan Tuan muda"
Namaku yang di sebut pak Erik membuat aku mengangkat kepalaku dan menatapnya. Ternyata pak Erik paham dengan tatapanku.
"Apa.....kok bisa...terus bagaimana dengan kondisi nona muda baik-baik saja"?
Aku yang mendengar disebut nona muda jelas terkejut karena itu Dinda..apa yang terjadi dengan istriku... tiba-tiba jantung ku berpacu dengan cepat, sebenarnya aku sangat penasaran aku ingin cepat mendengar apa yang di sampaikan oleh pengawal Roi tapi tidak sopan kalau aku langsung ambil hp begitu saja jadi aku tunggu pak Erik selesai bicara barulah aku bertanya.
"Syukurlah kalau begitu kalian jaga baik-baik nona muda jangan sampai kenapa-kenapa."
Setelah pak Erik mengakhiri panggilan pak Erik mengalihkan pandangan ke aku sambil berkata" Tuan muda tadi nona muda diserang oleh dua orang di mall."
"Apa....siapa orang-orang sialan itu terus bagaimana dengan kondisi nona Dinda pak Erik" pekik ku emosi
"Tuan muda tidak perlu panik karena nona muda sangat hebat sehingga nona muda melumpuhkan musu itu dua orang meninggal dan satu dijadikan sandera, dari laporan Rio nona muda dan nona Ririn sudah pulang sampai di kediaman dengan keadaan selamat bahkan saat ini nona Ririn meminta nona muda untuk mengajarkan seni belah diri jadi saat ini nona muda, Tuan Gama dan nona Ririn ada di area pelatihan Tuan muda."
"Baguslah terus kedua mayat itu dibuang kemana pak Erik..."?
"Katanya tadi setelah Tuan mudan dan Tuan besar pulang sampai di rumah baru dijelaskan disana karena masih ada hal yang ingin di bicarakan Tuan muda"
"Baiklah kalau begitu pak Erik, oh ya bagaimana dengam kinerja Andy pak Erik bagus tidak sejauh ini"?
"Kalau Andy kerjanya bagus Tuan muda jadi tidak perlu di ragukan lagi kalau soal kinerjanya, saat ini saya masih memantaunya"
"Kalau begitu jika nanti kita sampai dirumah terus ada yang mau dibicarakan oleh pengawal, pak Erik juga harus turut hadir mungkin ada hal panting yang mereka ketahui"
"Baik Tuan muda."
__ADS_1
Aku harus merencanakan sesuatu untuk menjerat Kenedy dan Lexza, dulu mereka menghina aku katanya aku seorang buru bangunan dan saat pindah ke perusahaan ternyata jadi ob...aku akan membuat Kenedy dan Lexza merasakan apa yang akan aku dan Dinda rasakan.
Aku yang hendak bangkit dari dudukku dan pergi ke toilet urun karena hpku tiba-tiba berdering siapa lagi yang menelpon.
Kirain istriku ternyata nomor baru siapa ya kira-kira angkat gak ya, angkat aja deh siapa tahu penting.
"Hallo Tuan muda Dava apakabar..." aku mendengar suara bariton dari seberang telpon kok kayak familiar banget deh dengan suara ini kayak kenal tapi siapa ya.
"Hallo...siapa ini"? tanyaku
"Haahah jadi ceritanya sudah lupa nih dengan teman lama, kamu ya Dava....tiba-tiba kamu menghilang meninggalkan aku sendirian sekarang kamu tidak kenal sama aku."
"Ya Tuhan gak salah lagi ini pasti Rafa...ya aku yakin kamu Rafa kan"? Tanyaku.
"Dasar teman tak punya akhlak lupa sama temannya sendiri jangan mentang-mentang mau nikah ya jadi tidak ingat ama aku. Oh, ya. Nanti malam aku dan ibu ke rumah ya soalnya aku sangat merindukan dirimu sudah lama loh kita tidak ketemu"
"Maaf ya Raf bukannya aku tidak ingat kamu tapi nomor kamu gak ada sama aku, terus kapan kamu pulang ke tanah air kok gak kabarin aku biar aku jemput di bandara."
"Baru dua hari disini kok Dav aku ambil nomor dari ibu, sebenarnya aku tidak pengen pulang kesini tapi kata ibu ada yang mau ibu bicarakan sangat penting jadi aku nurut saja ternyata pas sampai kata ibu kamu sudah kembali kerumah dan bahkan kamu mau nikah ya selamat ya Dav"
"Ok baiklah Raf sampai jumpah nanti malam di rumah ya jangan lupa datang sama tante Riska jangan datang sendiri sebenarnya tidak masalah datang tanpa tante Riska, kecuwali sudah punya pasangan hahaha"?
"Sue loh Daf ngejek saja, ya sudah sampai jumpa ya jangan lupa salam buat tante dan om jam tuju aku dan ibu meluncur kesana"
"Hey....jangan jam tujuh dong kemalaman nanti jadi datang jam enam saja sampai rumah jam tujuh ok hahah"
"Siap laksanakan Tuan muda Adinata...."
__ADS_1
Wah...senangnya ternyata Rafa sudah pulang ke tanah air baguslah biar dia ikuti acara respsi aku dia adalah sahabat terbaikku, jadi aku tidak perna melupakannya begitu juga dia tidak perna melupakan aku.