
Kedua pelayan itu segera keluar aku setelah menghidangkan makanan dibatas meja, setelah aku dan Dinda bersiap aku Dinda gegas ke meja makan untuk sarapan tapi tiba-tiba hp Dinda berdering.
Dretttt...drettttt.!
Dinda gegas mengambal hpnya untuk melihat siapa yang masih jam segini sudah telpon, ternyata yang telpon Gretta anak itu pasti sudah menunggu dari tadi makanya dia sampai telpon. Lagian walaupun kamibelum datang bisa latihan dengan pak Erik disitu.
"Mas Gretta telpon nih sepertinya dia sudah tunggu, anak mu mas dia tidak sabaran. Lagian kita janji latihan jam selapan apa sembilan sih kok masih setengah delapan saja sudah ngebet telpon" Ujar Dinda. Pikiranku langsung trefeling memangnya Gretta itu hanya anak aku terus Dinda siapanya kok bilang anak ku. Dinda yang melahirkan tapi bilang mas lihat anak mu.
"Sayang tadi kamu bilang apa anak mas? Memangnya Gretta bukan anak kamu sayang, sedangkan kamu yang susa paya melahirkannya kalau mas hanya bagian cetak jadi anak iru anak kira bersama bukan hanya mas aja. " protesku
"Ih....mas serius ah, memang Gretta anak mas kan? Atau anak laki-laki lain, kalau mas mau Gretta jadi anak orang lain " ujar Dinda gemas.
" Astaga sayang bukan gitu, maksud mas seharusnya sayang bilang anak kita itu yang tepat bukan anak kamu seoalah-olah Gretta hanya anak mas aja. Angkat lah sayang mungkin dia sudah menunggu disana tapi bukannya ada pak Erik dan Asisten Arfan ya." Ujarku.
"Memangnya mas lupa semalam mas menyuruh pak Erik dan asisten Arfan kemana mungkin mereka belum pulang, kadang-kadang suami ku ini amnesia, pada hal semalam baru bilang ke pak Erik dan Asisten Arfan untuk pergi belanja tapi masih nanya mereka ada kemana, mas belanjar itu tidak sengampang tulis nama-nama barang itu di kertas kita yang tulis aja bingung mau tulis apa, apalagi yang pergi belanja cobak semalam biarkan mereka pergi dengan salah satu pelayan perempuan biar bisa membantu mereka."
Humm kena ngomel pagi-pagi dari istri cantikku, kalau sudah ngomel begini jadi lupa angkat telpon dari Gretta sampai mati hehehe, sebentar Gretta yang ngomel. Ibu dan anak sama, sama-sama tidak mau mengala keras kepala juga kadang hahaha.
"Iya sayang maaf mas lupa, tapi lebih baik angkat deh telpon dari Gretta kalau tidak mau kena ngomel" ujarku.
"Humm bagaimana mau angkat mas sudah keburu mati, palingan sebentar lagi ngambek." Ujar Dinda, tidak selang lama hp kembali berbunyi kali ini bukan Gretta tapi Grey, tuh kan sudah ngambek anak gadis ku.
"Sayang lebih baik angkat dari pada makin nambah ruyem nanti"
"Iya nak"?
"Mami sama papi ada dimana kok belum datang? ini adik sudah ngambek karena telponnya tadi tidak di angkat katanya sama mami, soalnya om Erik dan om Arfan tidak ada disini entah kemana mereka katanya ada keluar." Ujar Grey.
"Baik nak maaf ya mami dan papi segerah kesana bilang sama adik mu ya tunggu papi dan mami segera datang, pak Erik dan asisten Arfan ada keluar, masa kamu lupa nak bukannya semalam waktu papi kamu bicara dengan pak Erik dan asisten Arfan kamu juga disitu dan dengar, hahaaha sama lah kayak papi kamu sama-sama pelupa."
__ADS_1
"Ah mami bisa aja, ok lah kalau begitu Grey tunggu." Ujar Grey langsung putuskan telpon
Aku dan Dinda langsung sarapan karena tidak mau kedua anak ku menungga terlalu lama sehingga kami cepat makan, biar nanti bibi antar cemilan aja ke area latihan.
Aku dengan Dinda gegas keluar dari kamar setelah menganti pakian lagi dan pelayan membereskan kamar, aku dengan Dinda turun dan lantai dua dan hendak menujuh keluar ternyata kami berpapasan dengan ayah dan ibu yang baru keluar kamar untuk ke ruang tengah, mungkin setelah selesai sarapan ayah dan ibu kembali masuk kamar.
"Ayah, ibu" ujar aku dengan Dinda hampir bersama,an.
"Nak kalian sudah sarapan belum? Karena tadi kalian tidak turun untuk sarapan sehingga ibu menyuruh pelayan untuk mengantarkan makanan ke kamar kalian"? Pinta ibu.
"Iya bu maaf ya Dinda dan mas Dava ketiduran, tapi kami sudah sarapan bu makasih ya bu sudah perhatian sama Dinda dan mas Dava, terus ibu gimana sudah minum obat belum? Ibu jangan lupa minum obat " ujar Dinda.
"Baguslah nak kalau begitu, soal ibu jangan kuatir ibu sudah minum" ujar ibu.
"Mau kemana kalian nak"? Tanya ayah.
"Ini ayah rencana Dava dan Dinda mau ajarin Gretta dan Grey seni bela diri" ujarku.
Ayah si tidak tahu kalau cucunya sementara ngambek karena telat datang.
Setelah bicara dengan ayah dan ibu aku dan Dinda langsung gegas ke area latihan ternyata bukan hanya Grey dan Gretta disana tapi ada dua ponakan ku mereka juga ikut latihan
Untung Gretta saat kami datang tidak banyak bicara sehingga kami langsung latihan, Dinda yang bagian Gretta dan salah satu ponakan ku sedangkan aku ajarin Grey dan satu lagi ponakan. Satu jam kami latihan, harus istirahat sejenak karena sangat haus sehingga kami minum dan makan cemilan yang sudah di sedikana oleh pelayan dan saat kami istirahat barulah pak Erik dan asisten Arfan datang.
"Maaf Tuan muda kami agak sedikit terlambat karena macet" ujar pak Erik.
"Tidak masalah pak Erik, kalau begitu sekarang pak Erik dan Asisten Arfan giliran mengajari mereka berdua kalau nona Gretta dan biar nona Dinda yang akan mengajari mereka" ujarku.
"Baik Tuan, ayo Den Kita latihan" ujar pak Erik mengajak Grey.
__ADS_1
Akhirnya mereka kembali latihan hampir setengah jam mereka selesai latihan dan kami sambung ke latihan menembat sekarang kami berempat saingan tembakan siapa yang tepat sasaran setelah itu baru Grey dan Gretta. Hampir tiga jam kami di area latihan akhirnya kami pulang ke rumah untuk membersihkan diri dan makan siang untuk istirahat karena sore jam tiga keluarga pada berdatangan.
"Sayang sudah cukup nanti hari libur saja baru lanjut latihan nanti pak Erik dan asisten Arfan ajarin mereka, sekarang kita mandi dan istirahat karena sore pasti rame banget dan sibuk. Nak sudah ya besok aja kalian lanjut pulang dan istirahat karena sore kita semua sibuk, Oh ya pak Erik tolong bilang sama semua pengawal dan juga pelayan pilih beberapa orang saja untuk menjaga gerbang depan yang lain malam kita semua ikut acara karena siapa pun disini bagian dari keluarga. Atau kalau pak Erik dan asisten Arfan berkenan mengantikan yang lain untuk jaga gerbang juga boleh" ujarku.
"Makasih Tuan, tapi saya lebih baik ikut makan Tuan dari pada jaga gerbang, saya akan memilih beberapa pengawal untuk menjaga gerbang Tuan, Oh ya Tuan saya lupa beritahu kalau nyonya Mizel katanya besok akan datang ke perusahaan untuk membicarakan pekerjaan" ujar pak Erik.
"Oh ok, besok jam berapa nyonya Mizel datang ke kantor,"?tanyaku.
"Jam sepuluh Tuan muda"ujar pak Erik.
Semoga para pembaca setia tidak lupa dengan siapa nyonya Mizel...nyonya Mizel adalah istri dari om angga dan ibunya Aisya, setelah ayah kena tikam saya meminta pak Erik dan ketua Heri untuk membiarkan nyonya Mizel hidup karena nyonya Mizel hanya korban kejahatan dari suaminya yang tidak tahu diri, sebenarnya nona Aisya juga gadis yang baik dan penurut sehingga itu membuat om Angga memanfaatkan kebaikan dan kecantikan Aisya untuk mencari uang.
Sekarang nyonya Mizel sudah bahagia karena nyonya Mizel menikah lagi dengan seorang pria kaya. Setelah aku dan Dinda selesai bicara dengan pak Erik kami berdus gegas rumah di ikuti keempat boca itu dari belakang sambil bercanda ria, dasar bocah tiba-tiba ngambek tiba-tiba baik.
"Mas Dinda sebenarnya masih ngantuk tahu, belum puas Dinda tidur jadi rencana setelah selesai mandi Dinda istirahat lagi" ujar Dinda.
Tiba-tiba si joni mulai tengang, astaga kamu ya joni ambil kesempatan saja setelah mendengar mau istirahat kamu langsung minta di kasih kamu makan, tunggu aku minta dulu sama mami kamu siap tidak kalau kamu di kasih makan.
Setelah kami sampai di kapan Dinda rembahan di atas tempat tidur, dia tidak langsung mandi aku rasa ini kesempatan nih untuk merayu dia, aku mulai ikut berbaring di sampingnya dan peluk Dinda.
"Sayang sebelum mandi mas boleh minta sesuatu tidak, biar nanti setelah selesai kita langsung mandi aja cobak mengang ini sayang dia shdah sangat tengan kayak kayu kering." gila nya Dinda juga ikut memengang dan bahkan mengelusnya sambil berkata lirih." kamu mau kok kamu tenang sekali kalau begitu biar kamu puas mami kasih makan kamu ya." ujar Dinda tidak pakek aba-aba Dinda melucuti semua pakiannya dan juga punyaku tanpa sehelaipun.
Aku tidak menunggu kama lagi, aku melu**t bi**r seksi Dinda yang manis itu membuat Dinda mengeluarkan suara-suara erengan halus. Aku langsung meluncurkan rudal besarku kedalam gua nya Dinda membuat Dinda semakin mengila tubuhnya mengejang dan mengeluarkan suara erengan, aku langsung melu**t kedua gunung kembar Dinda hal itu membuat Dinda semakin ganas awalnya aku dengan lembut mengayunkan pinggul ku sekarang aku semakin mempercepat, semakin cepat semakin dalam.
Hampir satu jam aku dan Dinda bercinta akhirnya aku semburkan cairan yang keluar dari rudalku kedalam guanya Dinda karena dari kemarin Dinda menginginkan seorang anak lagi katanya, si kembar sudah besar jadi satu lagi semoga ini bisa berbuah di rahim Dinda dan kami dapat satu lagi sebagai keinginan Dinda.
Aku langsung memgecup kening Dinda dan memeluknya.
"Mas...boleh tidak Dinda minum obat untuk mempersempit karena setelah Dinda melahirkan kedua kembar dengan normal sehingga agak sedikit longar m" ujar Dinda.
__ADS_1
"Tapi sayang nanti kamu mala kesakitan"
"justru itu nikmat mas."