
Kami sudah siap siaga untuk menyerang mereka, memang awalnya kami terkejut karena tiba-tiba saja di serang, tapi aku kembali menyadari akan satu hal bukankah kami datang kesini untuk membasmi para penjahat, jadi pastilah kami menghadapi hal seperti ini jadi untuk apa kami harus takut.
Lagian tidak semua mereka yang ada di hutan ini memengan senjata api seperti pistol, palingan mereka memiliki senjata seperti kayubalok atau belati, kalau soal senjata api hanya satu-satu aja yang pengang
"Pengawal bersiaplah untuk menyerang mereka ketua Heri juga sudah sampai, mari kita keluar tapi harus hati-hati. Jangan takut karena mereka tidak semua memiliki senjatah jadi pastikan kita sudah melumpuhkan mereka yang punya senjatah dan merampasnya barulah kita menghajar mereka, tapi kita harus berpencar setelah di luar" Ujarku.
Akhirnya kami semua menghentikan mobil dan keluar, namun saat aku ingin keluar dari mobil justru aku di tahan oleh pak Erik di suruh di dalam mobil saja, dan biarkan mereka aja dulu yang keluar untuk memastikam situasi di luar, sekalian mereka memindahkan pohon itu.
"Tuan muda lebih baik di dalam saja dulu jangan keluar biar kami aja yang keluar untuk memastikan apakah aman diluar atau tidak, takutnya kalau Tuan muda keluar sekarang nyawah Tuan muda dalam bahaya" ujar pak Erik.
"Betul kakak apa yang di katakan pak Erik lebih baik kakak disini saja dulu karena, mereka sudah mengenal kakak, kalau kami baru disini jadi mereka tidak mengenal kami" sambung Gama.
Apakah Gama amnesia atau bagaimana kok bisa dia lupa kalau dia perna membasmi penjahat disini bersamaku, katanya baru bagaimana sih.
" Tidak bisa begitu Gama, pak Erik kita datang kesini bersama jadi kita juga menghadapi mereka bersama, jangan takut aku bisa menjaga diriku lagian kita semua disini jadi saling menjaga."
Akhirnya kami mulai keluar dari mobil masing-masing tapi tangan kami selalu bergerak dengan senjata api, kalau salah-salah peluru bisa meleset mata harus tajam dan memiliki pergerakan cepat.
Baru keluar dari mobil sudah terdengar bunyi tembakan dari mana-mana, ternyata rombongan ketua Heri juga sudah menyerang dari ujung jalan utara mengepung ke tengah hutan, sedangkan kami dari selatan jadi kami semua ketemu di tengah-tengah mengepung semua penjahat itu.
" Hati-hati kalian semua" ujar ku, kami mulai berpencar masuk kedalam hutan itu, begitu juga ketua Heri dengan rombongannya. Mereka sudah bagi kelompok-kelompok sehingga berpencar masuk kedalam hutan, sedangkan aku dan berepa pengawal menunggu di mobil sambil melawan penjahat yang ingin mendekati mobil kami karena mereka tahu di dalam mobil ada bos besar mereka.
__ADS_1
Dorrrrr..dorrrr....
"Bajingan kalian semua harus kehilangan ngawah hari ini juga karena kalian berani menyiksa bos kami, kalian pikir kami akan tinggal diam begitu saja, lebih baik serahkan bos, nyonya dan nona Aisya jika kalian tidak ingin kehilangan nyawah kalian, lagian bajingan kalian semua jangan berharap kalian bisa keluar dari sini dengan selamat, sebenarnya kaliam kesini hanya untuk menyerahkan nyawah kalian saja, makanya jangan ganggu ketenangan kami selama ini kami sudah bebas justru kalian datang menghancurkan semuanya.
Padahal kami tidak perna memganggu ketenangan kalian, memang sih kami merampas sebagian dari penghasilan rakyat miskin disini tapi itu adalah kewajiban mereka juga, yang wajib memberikan sebagian dari hasil yang mereka dapatkan kepada kami karena selama ini kami sudah menjaga mereka hahahaha...."
Kurang ajar berani sekali dia bicara begitu, mungkin ajal sudah mendekatinya sehingga dia berteriak dengan keras begitu, baru saja aku mengangkat senjatah untuk memberikan pelajaran satu pelurun meleset tepat di jantungnya sehingga seketika terpental di tanah.
Dorrrrrrr...!.
"Bajingan...kalian semua"!
Brukkkk!
"Hay Tuan muda serakah, akhirnya kita ketemu juga, momen yang sudah lama saya tunggu-tunggu setelah saya lolos dari kematian waktu anda dengan sadis memghabisi bos saya Admaja, saya bergabung kesini hanya untuk membalas perbuatan anda, ayah anda dan perempuan sialan itu, kalau seandainya perempum itu ada disini mungkin aku sudah menghabisinya.
Saya rencana kalau seandainya saya ketemu perempuan itu saya akan memberikan kepuasan kepadanya, apalagi dia begitu cantik dan seksi dia pasti sangat nikmat hahaha, itu pembalasan untuk saudara yang jahat rela membunuh paman kandungnya semdiri demi harta "
Dorrrrrr!
Aku yang mendengar tubuhku gemetaran bukan karena takut, tapi karena mendengar hinaan dari mulut kotor manusia latnak ini terhadap istri tercintaku, aku sangat menyesal tidak mengininkan Dinda ikut seandainya Dinda ikut mungkin dia begitu gesit dalam menghajar brengset ini. Sangking tidak bisa menerimah hinaan itu aku melepaskan satu tembakan tepat di kakinya mrmbuat bajingan itu berteriak.
__ADS_1
"Bajingan kau! Berani sekali kamu bicara begitu menghina istri terbaikku, aku miris dengar perkataanmu karena kalau seandainya istri ku datang tidak ada ampun untuk manusia seperti mu tapi kamu tenang saja biarpun istri ku tidak ada disini tapi aku yamg mengantikan dia."
Bukkkk....plakkkkk!
Setelah aku menembak kakinya, aku menhajar dia sampai tersungkur di tanah belum sampai di situ aku menginjak lehernya barulah aku bicara. Aku ingin menjelaskan tentang perkataannya tadi.
"Dengarkan aku baik-baik ya bajingan biar saat kamu meninggal tidak meninggal dengan dendam tidak jelas hanya karena bos biadabmu itu, Asal kamu tahu ya bos kamu itu bukan paman saya, dia juga bukan saudarah kamdung ayah ku tapi dia hanya srorang anak angkat"
"Bohong! justru ayah kamu yang serakah itu yang anak angkat" ujarnya tapi aku tidak peduli sehingga aku menyuruh Gama dan pengawal mengikat dia karena ada yang ingin aku lalukan.
Hampir satu jam lebih pertempuran sengit itu terjadi akhirnya semua tumbang banyak dari mereka di bunuh, dan beberapa orang kami ikat dan membelenggu mereka di tanah.
"Tuan muda semua sudah selesai tinggal beberapa yang sudah kami amankan disini," ujar ketua Heri.
"Baiklah ketua Heri tolong keluarkan mamusia-mamusia itu dari dalam mobil dan letakan mereka di sini"
Ketua Heri dan beberapa pengawal mengeluarkan om Angga dan istri anaknya.
"Hey mau ngapain kalian kenapa kalian membawah kami kesini apa maksudah kalian, tolong lepaskan aku Dava kamu memang sangat kejam"
"Yups, Tuan Angga kalau bicara itu jangan sembarang begitu, coba Tusn Angga ingat lagi siapa yang lebih kejam disini aku atau Anda, maaf aku tidak sudih lagi memanggil anda dengan sebutan om karena kata om itu terlalu akrab. Oh ya sekarang untuk kalian yang masih hidup aku berikan waktu untuk kalian berenam menyiksa Tuan kalian itu pun kalau kalian ingin kehilangan nyawah dengan cuma-cuma saja karena dan ingin kehilamgsn nyawah."
__ADS_1
"Tolong jangan menyiksa saya dan anak istri saya, ingat saya ini bosa kalian jadi kalian jangan melakukan ini semua terhadap kami" ancam Tuan Angga.
"Ketua Heri dan pak Erik siksa mereka kalau mereka tidak mau menyiksa bos mereka mungkin mereka ingin keluarga mereka ikut menamggung dosa mereka, aku tidak segan membunuh orang tua kamu loh."