
Akhirnya kami mendarat di bandara Carles De Gaulle, ini momen bersejara buat aku karena baru kedua kalinya aku injakan kaki di negara paris pertama datang kesini bersama ayah dan ini yang kedua sekalian honeymoon bersama istri tercinta. Jadi momen kebahagiaan yang aku rasakan saat ini.
Kami langsung keluar dari dalam pesawat dan turun kebawah ternyata saat kami tiba di mobil sudah ada beberapa mobil yang nenanti kami, karena aku dan Dinda sudah makan jadi rencana makan siang nanti hotel, tapi kalau tidak makan siang juga tidak masalah karena Dinda juga suka ngemil jadi aku sudah menyuruh asisten menyiapkan semuanya.
Setelah itu baru istirahat dan sore aku mengajak istri melihat sunset namun karena aku berpikir perjalanan kami sangat jauh jadi hari ini kami istirahat full di kamar hotel saja besok baru puas jalan-jalan, lagian aku pengen menghabiskan waktu bersama istriku di kamar saja selama disini, paling keluar juga hanya jalan-jalan sebentar.
"Sayang apakah sayang mau sore kita lihat sunset atau besok saja biar kita istirahat dulu dan besok saja baru kita jalan-jalan."tanyaku pada istriku karena matanya kelihatan sayu aku takut dia kenapa-kenapa.
"Mas, boleh tidak besok saja baru kita jalan-jalan keliling soalnya ngantuk banget mas...entah kebapa bawa'annya ngantuk tidak karuan" aku yang mendengar pengen tertawa tapi ya sudah.
Memang aku baru perna datang ke paris satu kali, tapi ayah dan ibu sering sekali karena ada bisnis juga di paris bahkan hotel yang akan kami tempati adalah hotel bintang lima yang di bangun oleh ayah di paris banyak artis dan orang kaya jika berkunjung ke paris selalu nginap di hotel kami.
Sehingga tadi yang datang jemput kami adalah kiriman mobil dari pihak hotel karena ayah sudah menghubungi manajer hotel dan menyampaikan kalau aku dan istri akan datang boneymoon.
Bukan hanya itu semua keperluan dari pakian dan peralatan lainnya sudah di sediakan oleh asisten aku Arfan, semoga asisten tidak salah membelih pakian untuk Dinda.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, akhirnya sampai juga di hotel ternyata tanpa kami duga dari pihak hotel menyiapkan kejutan untuk menyambut kedatangan kami, didepan hotel semua para staf hotel berdiri berbaris di antara beberapa orang memengang kalung bunga atas penyambutan kami semua, biarpun aku anak orang kaya dan pemilik hotel tapi aku sangat terharu karena semua para staf bisa menyiapkan penyambutan terbaik.
Mereka semua kompak memberikan hormat pada aku dan Dinda dan rombongan kami yang datang.
"Selamat datang Tuan muda dan Nona muda suatu kehormatan untuk kami Tuan muda dan Nona muda bisa berkunjung kesini" ujar mereka semua."
"Terimah kasih banyak atas penyambutannya kalian semua akan mendapatkan tips dari saya setelah ini" mereka semua bahagia padahal aku dengar dari ayah kalau gaji staf hotel bukan gaji kecil mereka mendapatkan gaji yang sangat besar.
"Astaga Tuan muda sangat tanpa sekali...kalau lihat langsung"
Ternyata dari beberapa staf yang aku dengar mereka juga dari negara kita hanya sebagian saja yang staf orang paris aku hanya tersenyum mendengar sanjungan dari mereka, biasa kalau pria tanpa, sekali-sekali sombong bukan karena harta tapi karena dibilang tanpan hahaha.
Setelah selesai acara penyambutan kami langsung masuk kedalam lift dan naik ke lantai delapan belas karena disitu ada kamar utama yang di buat oleh ayah, di bangun pribadi bukan hanya satu kamar tapi tiga kamar ayah membangun sekalian ada juga kolam renangnya. Itu yang membuat siapa pun yang nginap di hotel itu pasti sangat nyaman selain harganya terjangkau dan yang paling bagusnya lagi hotel ini berhadapan langsung dengan menara Eiffel. Dan kalau sore bisa lihat langsung sunset juga itu yang membuat banyak para pengunjung mereka setiap kali ke paris selalu berbondong-bondong menginap di hotel ini.
Aku dan Dinda langsung masuk kedalam saat pintunya di buka oleh asisten di bantu oleh manajer hotel setelah itu mereka semua keluar dan masuk kedalam kamar masing-masing.
__ADS_1
Saat aku dan Dinda melangkah masuk ternyata dari depan sampai kedalam penuh dengan suasana romatis lilin dan bunga bertebaran dimana-mana aroma wangi bunga membuat aku hanyut dalam kemesraan, ternyata bukan aku saja yang hanyut istri aku juga dengan kondisi suasana tenang seperti itu sih Joni kurang ajar mulai bangkit. Tahu saja dia kalau ini momen yang tepat karena dari kemarin dia libur. Untung satu hari sebelum kami menikah tamu bulanan Dinda selesai juga jadi semoga ini pertanda baik untuk kami berdua setelah pulang dari sini.
Karena aku sangat berharap setelah pulang dari sini Allah memberikan kami seorang malaikat kecil, karena aku sudah tidak tahan aku langsung gendong Dinda ala bridal style dan menidurkan di atas tempat tidur karena kali ini aku tidak mau di kamar mandi, aku mau di tempat tidur saja lagian istriku juga sudah hanyut dalam suasana romantis aku langsung matikan lampuh dan tinggal lah nyala,an lilin yang meneragi seluruh ruangan yang luas itu. Menambah kesan romantis. Aku langsung menerkam Dinda kayak singa yang haus akan air.
"Sayang boleh ya....mas sudah tidak tahan kamu harus bertanggung jawab sayang menidurkan joni kalau tidak di tidak akan tidur."
"Mas bagaimana kalau kita mandi dulu," ujar Dinda padahal baru juga kami mandi di pesawat lagian tidak lakukan apa-apa tadi jadi mana ada keringat.
"Sayang nanti aja ya kita mandi setelah satu kali, lagian tadi kita juga sudah mandi masa mandi lagi" akhirnya Dinda menganguk dan aku langsung melucuti semua pakiannya tidak ada yang tersisah aku langsung menyerjangnya, kami masuk dalam suasana kenikmatan sampai tidak tahu sudah berapa kali putaran karena Dinda juga nyaman dan bahkan dia lebih ganas hehehe"
Asli kami berdua terlenah dalam keromantisan jadi kami tidak sadar sudah hampir dua jam lebih beraktifitas diatas ranjang setelah puas aku membuang diri di samping istriku sedangkan istriku sudah tidak berdaya berbaring di sampingku.
Setelah lima belas menit Dinda bangikit dari tidurnya dan dengan langkah berat ia melangkah masuk kedalam kamar mandi tapi sebelum dia kedalam kamar mandi dia buka lemari dan sembarang menarik baju dan langsung masuk kedalam kamar mandi karena memang kami tidak bawah pakian jadi semua disiapkan oleh asisten yang disuruh oleh ibu katanya.
Aku sih ikut saja menurutku kalau ibu yang menyiapkan berarti pakian vewek yang biasa di pakek oleh Dinda. lama sekali aku menunggu tapi Dinda tidak kunjung keluar justru dia memanggilku untuk ganti baju karena katanya dia salah ambil baju kok bisa salah ambil ya, memangnya baju apa tadi yang di ambil.
__ADS_1