Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
114


__ADS_3

Bu Anjani ya sudah tersulut emosi mulai adu mulut dengan bibik Lya padahal selama ini bibik Lya jarang sekali ikut campur tapi kali ini bibik Lya tidak mau diam memang kakak iparnya itu harus di kasih pelajaran sekali-sekali.


"Hahah memang kenyataan seperti itu siapa ngada-ngada cobak, bukannya kakak sendiri yang bilang tadi kalau dulu kakak ipar jual diri makanya lahir lah Lexza kasian banget ya sama mas Evan menikahi perempuan licik bekas tidur orang"


"Plakkkkk kurang ajar kamu Lya bisa bicara begitu dengan kakak ipar kamu sendiri, lancang sekali kamu ya sama aku"


Satu tamparan mendarat di pipi mulus bibik Lya tapi bibik Lya santai saja justru Bibik Lya tersenyum dan memandang bu Anjani.


"Kalau memang perkataan saya itu salah terus dari mana sih anak punggut itu berasal kalau gak dari hasil jual diri dan kata-kata kamu yang barusan terekam loh cctv disini banyak cctv loh memang benarkah yang saya katakan baru kalau kamu adalah perempuan muraha! Paham kamu"


Dea yang sudah berdiri di depan pintu hanya senyum dan ia melangkah mendekat.

__ADS_1


"Bu..bisa gak tidak perlu membuat kekacauan di rumah lihat semua hancur karena ibu, ini jam istirahat bu kami capek karena selama di rumah sakit kami itu gak bisa tidur hanya karena jagain ibu. Tapi yang membuat aku terkejut bu adalah pengakuan itu barusan jadi benar Lexza adalah anak bawaan bukan anak kandung ayah dan bukan kakak kandung aku dan Dinda, kira- kira aku kasih julukan apa untuk ibu setelah tahu semua kebusukan ibu selama ini secara tidak sadar ibu membuka aib ibu sendiri miris sekali bu aku yang mendengar menjerit hati ini"


"Jadi ternyata ibu yang selama ini yang selalu mengatakan kalau harga diri dan penghormatan seorang perempuan itu harus di jaga jangan sampai ternodai, jangan mau jadi perempuam rendahan tapi jadilah perempuan yang berkelas agar dihargai....sangat bijak nasehat ibu terhadap kami bahkan hanya karena ibu menghargai harga diri ibu sampai ibu menyiksa Dinda dirumah ini karena menurut ibu Dinda itu tidak punya harga diri."


"Sekarang aku mau tanya harga diri apalagi yang ibu miliki saat ini setelah semua terbongkar ternyata semua perkataan ibu selama ini terhadap kami ibu lakukan itu hanya karena demi menutupi aib ibu agar tidak di ketahui oleh semua orang. Terus sakarang bagaimana masih adakah harga diri ibu yang tersisa. Bu maaf kalau seandainya dari dulu ibu tahu diri dan tidak memperlakukan semua orang dengan semena-mena mungkin sekarang ini walaupun kebusukan ibu terbongkar aku yakin kita masih bisa menerima ibu dan menghargai ibu."


"Tapi jujur bu kalau dari dulu sifat ibu tidak pernah mencerminkan hal yang baik jadi saat terbongkar seperti ini semua orang akan membenci dan tidak akan menghormati ibu lagi termasuk aku bu, ibu tidak pantas di hormati karena ibu yang selama ini aku hormati dan hargai tidak lebih dari seekor ular beracun, ibu mau tahu selama ibu di rumah sakit berita ibu sudah trending dimana-mana dan sekarang semua bisnis ada di ujung tanduk tinggal siap-siap gulung tikar bisa jadi nanti semua fasilitas mewah dirumah ini akan disita oleh bank karena harus membayar hutang ibu siap-siap saja"


Bibik Lya paman Gibran dan Tahir hanya menatap bu Anjani dengan tatapan sinis sekarang tidak ada yang berpihak kepadanya karena Lexza juga pasti sudah membenci bu Anjani mana lagi semua bisni dalam masalah besar niatan bu Anjani mau memarahi anak-anaknya ternyata bu Anjani yang diserang balik gila memang.


"Dan satu lagi jangan kamu sebut-sebut naman anak ****** itu lagi ibu muat mendengarnya."

__ADS_1


"Ibu itu yang ****** jangan sembarangan bicara...dia adik kandungku dan dia perempuan baik-baik dia nikah juga baik-baik, tapi memang ya benar kata pepata buah jatuh tidak jauh dari pohon, memang kelakuan ibu sama parsis sifat ibu turun ke Lexza buktinya Lexza Menikah dengan Kenedy karena terpaksa, hanya karena tertangkap basah mereka enak-enakan dihotel itu buah dari perbuatan ibu, ibu yang menanam sekalian memetik jadi Lexza juga memetik apa yang ibu tanam buktinya aku dengan Dinda nikah baik-baik bukan karena melakukan hal buruk baru kami dinikahkan tapi kami berdua membawah laki-laki yang mencintai kami kerumah untuk meminta restu."


"Ibu mau tahu kenapa? Karena kedua suami kami juga adalah laki-laki yang baik dan bisa menjaga kehormatan seorang perempuan sehingga mereka tidak berani menyentu kami kalau belum sah....nah tuh anak dan menantu ibu menikah karena berzina sama kayak bu jadi jangan cobak-cobak ibu menghina Dinda, dulu aku sangat bodoh mau mengikuti apa kata ibu tapi sekarang jangan harap aku sudah tidak sudah mendengar semua omong kosong itu."


Memang perkataan Dea ngena di hati membuat bu Anjani susa paya menelan salivanya bu Anjani bahkan tidak percaya dengan sikap Dea yang sangat beruba drastis, menurutnya karena selam ini Dea tidak pernah melakukan hal itu terhadapnya jadi perlawanan yang di lakukan oleh Dea membuat bu Anjani kanget.


Apalagi yang menyaksikan pertengkaran itu bukan hanya keluarga saja melainkan semua pelayan dan juga para pengawal menyaksikan semua, itu membuat bu Anjani tidak punya muka dan merasa kalau harga dirinya susah di injak-injak oleh anaknya sendiri berarti kedepannya orang lain juga belum tentu mau menghormayinya lagi.


"Sial banget ternyata dari tadi semua pengawal dan palayan juga ikut menyaksikan aduh bagaimana ini takutnya tidak ada lagi yang mau menghargai aku lagi karena Dea sudah melawan aku." gumam bu Anjani dalam hati.


Karena bu Anjani sudah malu akhirnya bu Anjani gegas pergi masuk kembali kedalam kamar sedangkan tinggallah mereka berempat Dea dan suaminya paman Gibran dan istrinya di ruang tengah.

__ADS_1


" Dea tadi kamu keren banget melawan nenek lampir itu memang sekali-sekali memperlakukan dia begitu agar dia sadar diri sekarang tidak ada lagi yang berpihak kepadanya jadi dia sudah stres bisa- bisa jadi gila nanti" ujar bibik Lya.


Tapi memang Dea sudah sangat membenci terhadapa bu Anjani sehingga setia kali keluar kata-kata selalu menyakitkan.


__ADS_2