
Kami membasmi parah penjahat dan perampok itu sampai sisa dua orang, kenapa harus tinggal dua karena aku sengaja untuk meminta mereka untuk berkata jujur, apa yang membuat mereka melakukan kejahatan di tengah hutan sampai membuat kehilangan nyawah orang, pasti ada aknum yang membdukung mereka sehingga mereka seberani ini aku tidak yakin mereka melakukan sendiri tanpa bantuan orang lain, kami menghabisi mereka semua jadi sudah terkapar berserahkan di pinggir dan di tengah di jalan.
"Pengawal habisi mereka semua tinggalkan dua saja dan masukan mereka kedalam mobil dan kita segerah pergi dari sini karena takutnya masih ada yang lain dan mereka mengepung kita di tengah hutan sekarang hari sudaj semakin gelap sedangkan kita belum sampai tujuan" ujarku
Aku melihat jam di tanganku ternyata sudah jam empat, waduh sudah sore sedangkan kami semua masi terjebak di hutan belantara.
Ya Tuhan lindungilah kami semoga kami tidak kenapa-kenapa, asisten Arfan langsung masuk kedalam mobil dan kami mulai berusaha keluar dari hutan, jadi komplotan yang baru datang itu mulai menyerang pengawal hanya saja pengawal makin gencar untuk menghadapi mereka.
"Tembak....! Jangan biarkan mereka lolos ini hanya sekelompok semut kecil jadi untuk apa kita takut cepat lindungi Tuan muda dan kita segerah keluar dari sini, karena hari semakin gelap kalau kita terjebak disini malam ini aku yakin kita tidak ada yang selamat" ujar seorang pengawal. Bunyi senjatah
Dorrrrr......dorrrrr......!
__ADS_1
Setelah aku mendengar perkataan pengawal aku ingat dengan kedua bayi kembarku dan istriku, bagaimana pun caranya kami harus keluar dari sini.
Hampir satu jam lebih kami terjebat akhirnya kami keluar dari hutan membawah kedua sandera itu, kami semua menarik napas dengan kasar setelah kami lolos kami kembali melanjutkan perjalanan akhirnya sampai di tempat tujuan, tujuan kami saat ini adalah kami kembali mengecek markas besar ayah dulu yang perna berlatih di tempat itu karena waktu ayah keluar masih banyak sekali anak buah disana, aku juga sempat masuk tapi belum sampai pertengahan pelatihan aku keluar dari markas, itu yang membuat pengalaman dalam segi apapun masih kurang jika aku tidak di asa lebih lagi mungkin aku kalah dari pengawalku tapi untung aku langsung latihan lebih keras lagi karena aku harus menjaga istriku sehingga sekarang aku bisa dalam segi apapun.
Saat kami sampai di gerbang markas ternyata sudah ada beberapa orang menunggu disana dan langsung membuka pintu untuk kami semua sambil memberika hormat kepada kami.
"Selamat datang Tuan....kami sudah lama menunggu kedatangan Tuan dan akhirnya Tuan datang juga", ujar salah seorang aku menyakini kepala di markas ini, mereka tahu dari mana kami datang padahal aku tidak memberitahukan kepada mereka bahkan ayah sendiri tidak tahu kalau aku datang ke markas, memang sudah lama ayah menyuruh aku datang tapi aku belum bergerak untuk datang jadi tiba-tiba aja ingin datang karena aku butuh banyak pengawal yang handal untuk menjaga istri dan anakku., jujur sudah sangat lama aku tidak kesini dan bahkan jalan yang tadi kami lewati itu adalah jalan baru makanya kami terjebak di hutan.
"Mana komandan kalian saya ingin bertemu dengannya segerah." Ujarku.
"Pengawal Heri kenapa kamu bisa ada disini, bukankah kamu ada di luar kota sehingga kamu minta keluar sebagai pengawal waktu itu sudah sekian tahun lamanya kita tidak ketemu pengawan Heri." Ujarku karena aku tidak menyangka kalau ketua di markas ini adalan pengawal Heri.
__ADS_1
"Mohon ampun Tuan muda, sebenarnya saya tidak pergi keluar kota, Tuan besar yang meminta saya waktu itu untuk datang menangani markas karena dengan kejadian balasan tahun yang lalu nona muda Hawari mulai dari situ Tuan besar tidak mau menangani markas lagi jadi Tuan besar yang meminta saya untuk mengantikan sementara waktu sampai Tuan muda mengantikan posisi saya sebagai ketua di tempat ini" ujar Heri.
Jadi ternyata kepergian Heri sudah ada kesepakatan dari ayah, pantas saja waktu itu Heri meminta pergi ayah tidak bicara apa-apa hanya mengiakan saja, waktu itu aku juga tidak menghiraukan semuamya itu karena pikiranku masih ke mbak Hawari, ayah juga sangat terpukul waktu itu karena gagal menjaga mbak Hawari makanya ayah langsung mengundurkan diri sebagai ketua di markas.
"Ya sudah tidak perlu di bahas nanti kita akan bahas lebih lagi, tapi saya kesini bukan untuk mengantikan posisi kamu sebagai ketua. Tapi aku kesini mau minta bantuan kamu untuk mengirim beberapa anak buah kamu yang terbaik ke kediaman Adinata untuk mengawal nona muda karena selarang kejahatan semakin merajalelah musuh teman bisnis lagi mengincar dan mencari celah dan kelemahan kita saat ini untuk mencelakai keluarga Adinata jadi saya kesini untuk meminta anak bua dari sini" ujarku.
"Ah Tuan muda, padahal saya sudah senang saat mendengar Tuan muda dalam perjalanan menuju kesini, saya pikir Tuan muda datang kesini karena ingin mengalihkan posisi saya sebagai ketua sementara, hati saya sudah sangat senang karena sebentar lagi saya sudah lepas dari tanggung jawab besar ini" ujar Heri.
" Ketua Her....sampai kapanpun posisi kamu tidak akan di gantikan oleh siapapun bahkan saya sendiri tidak akan mengantikan posisi kamu karena Tuan besar sudah mempercayakan markas ini kepada kamu itu artinya kamampuan kamu lah yang sudah membuat kamu menjadi orang terpilih sejauh ini, jadi kamu tetap menjadi ketua disini saya kesini hanya butun bantuan kamu, namun ada satu syarat yang perlu kamu ketahui jika umur kamu sudah mencapai enam puluh tahun barulah kamu bisa lepas dari tanggung jawab kamu dan bebas karena selama kamu menjadi ketua di markas ini semuanya baik-baik saja itu artinya kinerja kamu sangat bagus." Ujarku.
Aku memang terkejut tahu Heri ada disini sebagai ketua mengantikan ayah tapi aku juga senang karena ayah memilih orang yang tepat. Sekarang aku tahu kenapa ayah mempercayakan Heri menjadi ketua karena Heri orang yang tegas dan tidak memberikan ampun kepada orang yang sudah mengusik kehidupannya.
__ADS_1
Heri duduk di hadapanku dan senyum, aku juga senyum.
"Tuan muda tidak ada syarat lain lagi kah untuk saya lepas dari sini, saya bisa mengikuti apapun syaratnya asal jangan syarat ini " ujar Heri.