Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
211


__ADS_3

Aku dan Dinda menyaksikan perdebatan kecil antara asisten dan dokter sebagai hiburan bagi kami berdua...setelah selesai berdebat dokter Riski kembali berkata kalau dia akan menyiapkan vitamin untuk Dinda, dan juga berikan obat agar Dinda tidak mual-mual..aku berpikir sepertinya kami pulang saja ke tanah air karena aku tidak mau terjadi sesuatu dengan istriku...jujur saat ini aku sangat bahagi. Kebahagiaanku bertabsh berkali-kali lipat.


"Tuan muda...saya akan menyiapkan vitamin dan obat antibiotik agar nona muda tidak mual terus." Ujar dokter Riski. Aku berali menatap Arfan yang berdiri tidak jauh dari kami.


"Fan!...siapkan semuanya besok kita kembali ke tanah air" ujarku Dinda tidak membantah sama sekali justru Dinda tersenyum itu artinya Dinda juga menyetujui kalau besok kami akan pulang. sebenarny malam ini juga bisa tapi sayangnya Dinda sudah janji dengan sahabatnya akan kesini jam lima.


"Baik Tuan muda saya akan menyiapkan semua"ujar Arfan.. namun kebahagiaan kami itu hanya berlangsung sebentar saja... tiba-tiba saya dapat telpon langsung dari Gama. Suaranya sangat panik membuat aku juga ikut panik dokter Riski dan Arfan masih berdiri ditempat kalau pengawal mereka ada di depan pintu lagi menjaga.


Aku dengan semangat mengangkat telfon dari Gama. Aku pikir Gama nanyain kabar kami tapi justru aku salah, Gama justru berikan kabar buruk .


"Hallo Gam..." aku baru satu kata Gama sudah seribu kata aku hanya menjadi pendengar setia tapi jujur seluruh badanku gemetaran otakku kembali terbayang kejadian balasan tahun lalu.


"Hallo kakak...Dava..cepat pulang kakak ada berita buruk..Elsa di culik kakak...sama orang tidak di kenal saat Elsa dan Ririn pergi ke mall Elsa tiba-tiba di pukul dari belakang dan di bawah kabur oleh empat orang dengan mobil....sekaramg paman dan ayah mengerakan semua pengawal untuk mencari Elsa kakak sedangkan Ririn sudah pulang diantar oleh pengawal..."


Mendengar itu duniaku mau runtuh aku menjatuhkan hp tepat di depan Dinda tidak ada kata keluar dari mulutku tengorokanku seolah tercekat tidak bisa bernafas...Dinda yang melihat aku seperti orang ling-lung langsung mengambil hpnya dan bicara dengan Gama.

__ADS_1


"Gama ada apa...cepat ceritakan semuanya"..aku mendengar Gama kembali menceritakan semuanya kepada Dinda... tapi istriku sangat tenang mendengar.


"Bukankah Ririn setiap kali keluar selalu dengan pengawal memangnya pengawal pada kemana kok bisa kecolongan begitu Gama...terus bagaimana dengan Ririn tidak kenapa-kenapa kan? Bagaimana ceritanya lagisn Ririn juga bisa bela diri astaga...kok bisa sampai begitu "


"Iya kakak ipar..ada pengawal tapi ternyata penculik itu sudah awasi mereka saat mereka keluar dari rumah jadi mereka ikuti sampai parkiran mall, mereka kempeskan keempat ban mobil pengawal jadi saat mereka mau mengejar ternyata mobil tidak bisa jalan...mereka pakek mobil Ririn tapi mereka terlambat jadi kehilangan jejak. Dan soal kenapa Ririn tidak bisa menolong Elsa karena Elsa dukuan keluar ke parkir sedangkan Ririn masih ke kamar mandi."


"Pengawal hafal plat mobil tidak..kalau mereka hafal tolong kirim kesini saya mau lacak nomor polisinya, terus ibu dan bibi bagaimana mereka baik-baik saja kan?" tanya Dinda


"Bibi pingsan kakak, kalau paman dan pak Erik pergi mencari Elsa bersama semua pengawal tinggal dua pengawal di rumah kakak Rafa juga ikut Gama tidak di ijinkan."


"Baiklah kalau begitu sekarang kamu jaga dirumah saja kakak matikan dulu ya bilang sama ibu tetap tenang oh, ya kenapa ayah tidak hubungi kami"


Aku masih menunggu apa yang akan di bicarakan oleh Dinda karena aku tahu istriku ingin menyampaikan sesuatu tapi tunggu dia tenang dulu...kalau aku lihat Dinda lebih tenang menangapi masalah dari pada aku langsung panik.


"Asisten Arfan...persiapkan semuanya malam ini juga kita kembali ke tanah Air." Betapa terkejutnya kami mendengar istriku meminta malam ini juga harus pulang, memang sih naik pesawat pribadi jadi mau berangkat kapanpun jadi hanya saja kenapa tidak besok saja.

__ADS_1


"Ha...sayang kok malam sih kenapa tidak besok saja baru kita pulang"


"Mas...kita harus pulang!....bagaimana kita bersenang-sebang disini! sedangkan dirumah ada kekacauan ada masalah besar. Ayah dan yang lain pusing..mas ini mrnyangkut nyawah..kita tidak tahu nanti Elsa dia apa-apain atau kita tidak tahu saat kita ketemu dengan Elsa dalam keadaan seperti apa...kalau mas tidak mau pulang terserah tapi Dinda mau pulang malam ini juga, keluarga itu lebih penting dari pada liburan disini Dinda tidak akan tenang mas...kalau soal Sabrina Dinda hubungi suruh dia datang sekarang kesini kalau tidak bisa nanti lain waktu saja.


Jangan kejadian yang dulu kembali menimpah keluarga kita mas...siapapun orang yang berani melakukan itu terhadap Elsa, Dinda pastikan hidupnya akan segera nyusul mbak Hawari.." Dinda mengelus perutnya sembari berkata" Anak mami....mami tahu kamu anak yang kuat, bantu mami untuk menemukan aunty kamu ya sayang...jangan buat mami lemah ok...kita harus membalas semua perbuata orang jahat itu terhadap aunty Hawari..."


Asli nyesek aku mendengar perkataan Dinda dengan anakku...aku tahu arti dari permataan Dinda...Dinda mau terjun langsung untuk membunuh orang-orang itu, tapi jangan sampai hal itu terjadi aku tidak mau Dinda kembali membunuh lagi tapi aku lihat dari tatap Dinda dia sangat marah!...aku tidak tahu mau bicara apa lagi akhirnya aku hanya nurut saja kalau sebentar malam jam tujuh kami kembali ke tanah air aku kabulka permintaan istriku.


"Baiklah sayang mas akan kabulkan permintaanmu, malam ini kita akan kembali ke tanah air...asisten Arfan tolong siapkan semua dan jangan ada satu orangpun di antara kita yang memberikan kabar kesana kalau kita pulang, biar saja kita pulang diam-diam kanget kita sudah sampai di rumah"


"Baik Tuan muda..kalau begitu saya parmisi." Akhirnya dokter Riski dan asisten Arfan keluar disitu baru Dinda menangis sejadi-jadinya. Ternyata istriku tidak mau terlihat lemah didepan orang bedah halnya denganku yang langsung lemas.


Aku akui kekuatan istriku, dia bisa mengendalikan emosinya...pada saat-saat tertentu..


"Mas semoga Elsa tidak diapa-apain ya mas...Dinda takut Elsa dilecekan oleh manusia tidak beradab itu...Dinda akan membalas semua perbuatan mereka itu janji Dinda mas."

__ADS_1


"Sayang setelah kita sampai dirumah kamu harus banyak istirahat jangan kemana-mana, ingat kamu lagi mengandung anak kita biarkan mas dan ayah terus yang lain pergi mencari Elsa kita berdoa saja semogq Elsa baik-baik saja"


Sejujurnya aku berkata begitu tapi dalam hatiku ada ketakutan jangan sampai yang dialami oleh mbak Hawari terjadi pada Elsa..Kalau sampai itu terjadi aku cincang Admaja...karena aku yang ini pasti kerjanya kalau bukan dia siapa lagi kurang ajar betul manusia itu.


__ADS_2