Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
281


__ADS_3

Tidak lama kemudian bu Anjani berkata kepada pengawal untuk menyuruh orang dari pihak bank pulang, secara tidak langsung bu Anjani mengusir mereka


"Suruh mereka pulang saja, katakan kepada mereka jika aku tidak ingin menemui mereka dan aku tidak akan keluar dari sini, enak aja mereka datang menyitah rumah ini dan bahkan semua atmku di blokir untung aku masih punya simpanan cash sedikit kalau tidak aku belanja keperluan rumah pakek apa dasar bajingan."


"Tapi nyonya bagaimana kalau mereka tidak mau pulang, apa sebaiknya disuruh masuk saja dulu nyonya dan bicarakan baik-baik dengan mereka" ujar pengawal yang masih tidak habis pikir dengan nyonyanya yang sangat keras kepala.


"Hak apa kamu ngatur-ngatur saya lebih baik kamu keluar dan sampaikan kepada mereka" ujar bu Anjani.


Karena pengawal tidak mau berdebat dengan bu Anjani akhirnya pengawal berlalu pergi dan saat sampai di luar pengawal menyampaikan sesuai dengan apa yang di perintahkan bu Anjani kepadanya.


"Tuan...maaf! Kata nyonya tidak ingin di ganggu jadi tolong Tuan boleh pergi" ujar pengawal tersebut membuat ketiga orang itu terkejut tiga hari yang lalu yang datang empat orang sekarang yang datang tiga orang saja.


"Tidak bisa begitu dong kami sudah berikan waktu tiga hari jadi kalau nyonya Winata tidak bayar hari ini juga semua penghuni rumah ini harus keluar dari sini karena semua ini sudah menjadi milik bank."


Pak Sammy dan kedua temannya tidak mengindahkan perkataan pengawal dan mereka langsung menerobos masuk, hal itu justru membuat bu Anjani marah dan memanggil pengawal untuk menyeret pak Sammy dan kedua temannya keluar.


"Nyonya maksud apa anda menyuruh kami pulang, bukanya kami sudah berikan waktu tiga hari" ujar pak Sammy belum juga di persilahkan duduk sudah emosi dengan bu Anjani"

__ADS_1


"Anda punya attitude tidak, tuan rumah belum mempersilahkan masuk anda main masuk saja. tidak ada sopan santun sama sekali, maaf ya saya banyak kerjaan jadi tidak punya waktu untuk meladeni kalian lebih baik kalian keluar dari sini pengawal....pengawal.. ! Seret mereka keluar dari sini!" Teriak bu Anjani membuat ketiga pria itu marah.


"Stop...jangan sampai kalian yang kena masalah lebih baik kalian kembali ke depan gerbang, dan untuk anda nyonya sepertinya tidak ada kata baik-baik lagi di antara kita, waktu yang sudah kami berikan sudah selesai. Anda benar-benar sombong dan angkuh padahal sudah tidak punya apa-apa lagi tapi masih sombong, saya minta sekarang juga nyonya dan semua penghuni di rumah ini keluar dari sini dengan tidak membawah apapun karena kami menyitah dengan semua isinya." Ujar teman pak Sammy.


"Hahah jangan mimpi kalian bisa ambil rumah ini karena aku tidak akan keluar dari sini, ini rumah saya kenapa kalian menyitah dan kenapa dari pihak bank juga memblokir semua kartu atm ku, kalian jangan semena-mena ya cepat aktifkam kembali semua atmku"


Sementara mereka berempat berdebat, Lexza dan Kenedy turun dari atas diikuti oleh Dea dan Tahir, tidak mau ketinggalan bibi Lya juga keluar dari kamar masing-masing dan berkumpul di ruang tengah karena mereka mendengar keributan sehingga kesempatan untuk bibi Lya menjas bu Anjani, namun sebelum bibi Lya bicara Lexza sudah duluan buka suara.


"Ada apa ini masih jam segini sudah ribut,"


"Nona Lexza kami dari pihak bank kemari untuk menyitah rumah ini jadi tolong kemasi barang-barang kalian semua nona dan pergi dari sini, kami masih punya hati nurani sehingga kami berikan waktu satu jam untuk bereskan pakian kalian dan pergi dari sini, selagi kami masih memiliki hati untuk membiarkan nyonya keluar dari sini dengan cara baik-baik walaupun sangat menyakitkan dan malu pastinya tapi setidaknya nyonya keluar tanpa di paksa"


Sudah mulai kelur asli sih Lexza perkataannya tidak mencerminkan dirinya sebagai seorang yang memiliki sopan santun.


"Nona Lexza tidak masalah jika nona dan nyonya Winata tidak mau keluar dari sini namun jangan salahkan kami jika kami bisa melakukan dengan terpaksa, dan harus menyeret nyonya dan nona keluar dari sini" ujar pak Sammy sudah geram dengan tingkah Lexza dan ibunya.


" Pak maaf sebelumnya tapi apakah tidak ada cara lain pak selain menyita rumah ini, tidak mungkin kan pak kami tinggal di jalanan" ujar Kenedy.

__ADS_1


"Maaf Tuan Kenedy itu urusan anda dan keluarga anda, kami kesini hanya menjalankan prosedur jadi tolong keluar dari sini sekarang juga"


"Brak....! Aku sudah bilang aku tidak akan keluar dari sini kalian bertigak budek ya, paham tidak dengan perkataan aku jangan bermimpi karena kami tidak akan keluar dari sini" bentak bu Anjani mengebrak meja


Pak Sammy dan kedua temannya geleng kepala melihat keras kepala dan keegoisan ibu dan anak ini, kalau Kenedy masih bicara dengan lembut tapi kalau Lexza dan bu Anjani tidak ada lembut-lembutnya.


"Nyonya...kami sudah punya etikab baik untuk membiarkan nyonya keluar dari sini dengan secara baik-baik tapi nyonya tidak mengindahkannya, baiklah kami akan melakukan dengan secara paksa jangan main-main sama kami ya nyonya. Kami ini bukan anak kecil dan orang bodoh yang anda permainkan enak aja anda bentak-bentak kami" ujar salah satu teman pak sammy yang tidak terimah di bentak


"Prokkkk...prokkk...! Hebat sekali ibu dan anak, takut ya kalian nanti jadi gembel di pingir jalan makanya jadi orang itu jangan tamak dan serakah, kayak gini jadinya kan diuair dari sini aku mau lihat setelah kalian di usir dari sini seperti aoa kehidupan kalian diluaran sana kasiannya hitungan detik jadi gembel" ujar Dea.


"Hahaha, woi....sadar! Jangan mimpi sok kali kamu bilang kami gembel kayak kamu aja tidak jadi gembel kalau rumah ini di situ kita semua akan jadi gembel bukan cuman kami bertiga jadi tidak perlu songong."


Sampai sekarang belum ada yang tahu kalau Dea dan Tahir sudah punya rumah selain Dinda dan Dava.


"Hallo....kamu kali yang mimpi di siang bolong dan jadi gembel kalau aku tidak karena aku punya rumah yamg sangat mewah pak silahkan usir mereka dari sini dan ambil apa yang bapak-bapak mau aku tidak peduli seret saja mereka pak."


"Tidak....akau tidak mau pergi dari sini pak jangan usir kami dari sini"

__ADS_1


"Pak Seret mereka.....!"


__ADS_2